Kompas.com - 31/01/2022, 09:45 WIB

KOMPAS.com - Gubernur pertama Jawa Timur adalah Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo. Ia memimpin Jawa Timur dari 1945 sampai 1948.

Ario Soerjo yang biasa dikenal dengan nama Gubernur Soeryo kelahiran Magetan pada 9 Juli 1898. Ia adalah pahlawan nasional.

Sebelumnya, Ario Soerjo menjabat sebagai bupati Megetan dari 1938 hingga 1943. Ia kemudian menjabat sebagai Su Cho Kan atau residen Bojonegoro pada 1943.

Pada 19 Agustus 1945, Raden Mas Ario Soerjo diangkat sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur. Tapi, ia masih tetap tinggal di Bojonegoro untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Kemudian pada 12 Oktober 1945, ia pindah ke Surabaya untuk bertugas sebagai gubernur Jawa Timur.

Berdasarkan fakta sejarah, Provinsi Jawa Timur menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Ario Soerjo: Kehidupan, Kiprah, dan Tragedi Pembunuhan

Setiap tahun, Hari Jadi Provinsi Jawa Timur akan diperingati di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.

Kehidupan Ario Soerjo

Ia menjalankan pendidikan di OSVIA atau Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (Sekolah Pendidikan Pribumi).

Setelah lulus dari OSVIA, Ario bekerja di kantor kontroller di Ngawi sebagai calon pegawai.

Ario juga sempat menjalani sekolah pendidikan polisi.

Selesai sekolah polisi, ia menjadi seorang camat.

Kemudian, Ario menjadi wedana atau pimpinan wilayah daerah tingkat II (kabupaten) di Pacitan.

Pada 1938, ia menjadi Bupati Magetan. Ario terkenal sangat memperhatikan rakyatnya melalui perbaikan jalan dan bendungan.

Baca juga: Tugu Pahlawan, Jejak Pertempuran 10 November di Surabaya

Saat kemerdekaan Indonesia, Ario Soerjo diangkat sebagai Gubernur Jawa Timur.

Pada 25 Oktober 1945, Inggris telah mendarat di Surbaya di bawah kepemimpinan Mallaby.

Ario Soerjo dan Pertempuran 10 November 1945

Mallaby meminta Ario datang ke kapal untuk berunding, namun permintaan tersebut ditolak olehnya.

Inggris menuntut agar orang Indonesia yang memiliki senjata menyerahkannya pada Inggris.

Mereka juga menyita mobil-mobil preman Indonesia.

Soerjo membuat perjanjian gencatan senjata dengan komandan pasukan Inggris, Mallaby, pada 26 Oktober 1945.

Namun, tetap saja meletus pertempuran tiga hari di Surabaya, yaitu 28 sampai 30 Oktober.

Pertempuran ini membuat Inggris terdesak.

Presiden Soekarno memutuskan datang ke Surabaya untuk mendamaikan kedua belah pihak.

Komandan pasukan bernama Jenderal Mansergh mengultimatum rakyat Surabaya supaya menyerahkan semua senjata pada tanggal 9 November 1945.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pertempuran 10 November 1945

Jika ultimatum tidak dipenuhi maka esok harinya Surabaya akan hancur.

Soerjo yang mengetahui hal tersebut mengatakan akan melawan Inggris sampai titik darah penghabisan.

Maka, pertempuran antara rakyat Jawa Timur melawan Inggris meledak di Surabya yang di mulai pada 10 November 1945.

Tragedi Pembunuhan Ario Soerjo

Gubernur Soerjo meninggal dengan cara yang tragis.

Gubernur Soerjo dikenal sebagai sosok pemberani.

Pada 10 November 1948, Soerjo berangkat ke Yogyakarta menuju Madiun.

Ia berniat menghadiri peringatan 40 hari meninggal adiknya yang dibunuh oleh orang-orang PKI.

Soerjo tiba sore hari di Surakarta. Soerjo melanjutkan perjalanan ke Madiun pagi-pagi sekali menggunakan mobil.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pertempuran 10 November dan Berbagai Pemicunya

Di tengah jalan, mobil yang ditumpangi Soerjo berpapasan dengan sisa-sisa gerombolan PKI.

Soerjo dan penumpang lain diperintahkan turun dari mobil.

Mereka dibawa ke hutan. Di hutan inilah, Soerjo dan dua orang lainnya, Kolonel Polisi Suryat dan Mayor Polisi Suroko dihabisi PKI.

Jenazahnya baru diketemukan empat hari kemudian oleh penduduk Kali Kakah Ngawi. Ia dibawa ke Madiun dan dimakamkan di Magetan.

Penghargaan Ario Soerjo 

Di tempat Gubernur Soerjo, Kolonel Polisi Duryat, dan Mayor Polisi Suroko dibunuh PKI dibangun Monumen Soerjo.

Monumen tersebut diresmikan pada 28 Oktober 1975 oleh Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Witarmin. (Editor: Nibras Nada Nailufar)

Sumber: www.antaranews.com, kominfo.jatimprov.go.id, dan kompas.com

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Sebulan, Gunung Semeru Erupsi 88 Kali Per hari

Selama Sebulan, Gunung Semeru Erupsi 88 Kali Per hari

Surabaya
Djon Koeswoyo Berwasiat Ingin Dimakamkan di Tuban Sebelum Meninggal

Djon Koeswoyo Berwasiat Ingin Dimakamkan di Tuban Sebelum Meninggal

Surabaya
'Hasil Otopsi Tak Masuk Akal, Saya Rela Anak Saya Diotopsi Ulang'

"Hasil Otopsi Tak Masuk Akal, Saya Rela Anak Saya Diotopsi Ulang"

Surabaya
Cerita Ivan, Diserang Gangster Saat Berada di Warkop Surabaya, Sembunyi di Toilet

Cerita Ivan, Diserang Gangster Saat Berada di Warkop Surabaya, Sembunyi di Toilet

Surabaya
Ular Kobra 1 Meter Sembunyi di Rumah Warga Gresik, Dievakuasi Tim Damkarla

Ular Kobra 1 Meter Sembunyi di Rumah Warga Gresik, Dievakuasi Tim Damkarla

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 3 Desember 2022 : Pagi Cerah, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 3 Desember 2022 : Pagi Cerah, Malam Hujan Ringan

Surabaya
Curi Ribuan Celana Jins, Komplotan Pencuri Spesialis Toko Pakaian di Ngawi Ditangkap

Curi Ribuan Celana Jins, Komplotan Pencuri Spesialis Toko Pakaian di Ngawi Ditangkap

Surabaya
Pedagang Sayur di Bojonegoro Meninggal Saat Berjualan, Diduga Serangan Jantung

Pedagang Sayur di Bojonegoro Meninggal Saat Berjualan, Diduga Serangan Jantung

Surabaya
Diajak Berwisata ke Hutan Grajagan, Remaja di Banyuwangi Malah Diperkosa Tetangga

Diajak Berwisata ke Hutan Grajagan, Remaja di Banyuwangi Malah Diperkosa Tetangga

Surabaya
4 Orang Jadi Tersangka Tewasnya Pesilat Remaja di Lamongan

4 Orang Jadi Tersangka Tewasnya Pesilat Remaja di Lamongan

Surabaya
Sempat Buron Selama 45 Hari, Pencuri Kabel dan Lampu di Banyuwangi Ditangkap

Sempat Buron Selama 45 Hari, Pencuri Kabel dan Lampu di Banyuwangi Ditangkap

Surabaya
Proyek Pembangunan Gorong-gorong dan Jembatan Bikin Macet, Pemkot Malang Minta Maaf

Proyek Pembangunan Gorong-gorong dan Jembatan Bikin Macet, Pemkot Malang Minta Maaf

Surabaya
Erupsi Gunung Semeru, Kolom Asap Membumbung 500 Meter, Letusan Terdeteksi 29 Kali

Erupsi Gunung Semeru, Kolom Asap Membumbung 500 Meter, Letusan Terdeteksi 29 Kali

Surabaya
2 Polisi di Jember Diduga Konsumsi Narkoba, Kasat: Sudah Diproses

2 Polisi di Jember Diduga Konsumsi Narkoba, Kasat: Sudah Diproses

Surabaya
Honda Jazz Tabrak Pohon di Surabaya hingga Tewaskan 1 Pelajar SMA, Sopir Diduga Mabuk

Honda Jazz Tabrak Pohon di Surabaya hingga Tewaskan 1 Pelajar SMA, Sopir Diduga Mabuk

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.