Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Telaga Sarangan, Tempat Wisata di Magetan yang Berbalut Mitos dan Legenda

Kompas.com - 14/02/2023, 07:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Telaga Sarangan atau Telaga Pasir adalah salah satu tempat wisata di Magetan yang cukup populer bagi wisatawan lokal.

Letak Telaga Sarangan berada di lereng Gunung Lawu, tepatnya masuk ke wilayah Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Baca juga: Telaga Sarangan Dikunjungi 927.923 Wisatawan Selama Tahun 2022

Lokasi Telaga Sarangan berjarak sekitar 16 kilometer arah barat atau sekitar 30 menit apabila ditempuh dari Kecamatan Magetan Kota.

Suasana di sekitar telaga ini sangat sejuk karena berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, dengan suhu antara 15-20 derajat celcius.

Baca juga: 7 Wisata Dekat Telaga Sarangan, Kunjungi Juga Saat Liburan

Adapun luas dari Telaga Sarangan adalah sekitar 30 hektar dengan kedalaman mencapai 28 meter.

Baca juga: Tarif Speed Boat di Telaga Sarangan Naik, Imbas Kenaikan Harga BBM

Wisata di Telaga Sarangan

Dilansir dari Kompas.com (1/6/2022), di sekitar Telaga Sarangan banyak ditemukan atraksi wisata seperti speedboat, becak air, menunggang kuda, hingga area wisata kuliner.

Wisatawan bisa mencicipi sajian khas seperti sate kelinci dan kudapan emping melinjo.

Ada pula penduduk lokal yang menjajakan buah tangan berupa kerajinan dari anyaman bambu dan kerajinan dari kulit.

Aktivitas wisata di Telaga Sarangan bisa diakses dari pukul 07.00-17.00 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak.

Adapun tarif masuk bagi kendaraan roda dua atau motor sebesar Rp 2.500, mobil Rp 5.000, dan bus Rp 10.000.

Tarif masuk tersebut di luar tarif parkir kendaraan yang bervariasi seperti motor sekitar Rp 2.000, mobil sekitar Rp 5.000, dan bus sekitar Rp 10.000.

Mitos di Telaga Sarangan

Dilansir dari Kompas.com (4/6/2022), masyarakat di sekitar Telaga Sarangan mempercayai sebuah mitos soal pasangan kekasih yang akan putus jika bercinta di dekat ke Telaga Sarangan.

Pasangan kekasih tersebut akan putus karena terkena kutukan dari pengaruh gaib di tempat tersebut.

Namun lantaran hanya sekadar mits, ada pasangan yang memang putus tak lama setelah kembali dari Telaga Sarangan, namun ada pula yang tetap langgeng hingga berlanjut ke jenjang pernikahan.

Legenda di Telaga Sarangan

Selain mitos tersebut, ada juga legenda terkait keberadaan sebuah pulau di tengah Telaga Sarangan.

Masyarakat setempat percaya bahwa pulau tersebut keramat karena dihuni sosok leluhur yaitu Kyai Pasir dan Nyai Pasir.

Diceritakan bahwa Kyai Pasir dan Nyai Pasir adalah sosok suami istri yang belum diberikan momongan meskipun telah lama berumah tangga.

Keduanya kemudian bersemedi agar Sang Hyang Widhi memberi mereka keturunan.

Tak lama, doa Kyai Pasir dan Nyai Pasir dikabulkan dengan lahirnya bayi laki-laki bernama Joko Lelung.

Karena usia menua dan pekerjaan berladang terasa sangat berat, Kyai Pasir dan Nyai Pasir kembali meminta agar Sang Hyang Widhi memberi mereka kekuatan.

Sang Hyang Widhi kemudian memerintahkan mereka meka memakan telur yang ada di dekat ladang.

Namun hal aneh terjadi setelah Kyai Pasir dan Nyai Pasir memakan telur tersebut karena perut mereka panas dan tubuh mereka mulai terasa gatal.

Ternyata telur tersebut membuat Kyai Pasir dan Nyai Pasir berubah menjadi naga, dan tempat mereka berguling-guling menjadi cekungan berisi air yang sekarang menjadi Telaga Sarangan.

Sementara berkat doa Joko Lelung, naga jelmaan Kyai Pasir dan Nyai Pasir yang berniat menenggelamkan Gunung Lawu kemudian berubah menjadi makhluk tak kasat mata.

Sementara dilansir dari laman Kemendikbud, masyarakat kemudian mempercayai bahwa Kyai Pasir dan Nyai Pasir masih menunggui Telaga Sarangan dan meminta tumbal.

Oleh karenanya, setiap tahun diadakan Larung Tumpeng Sesaji agar penunggu telaga itu pada tiap Jumat Pon di Bulan ruwah, sesuai Kalender Jawa.

Selain itu, Larung Tumpeng Sesaji juga dilakukan untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas berkah yang diberikan dan memohon agar Telaga Sarangan tetap lestari dan warganya mendapat kemakmuran.

Sumber:
sarangan.magetan.go.id  
warisanbudaya.kemdikbud.go.id  
kompas.com (Penulis : Desi Intan Sari | Editor : Nabilla TashandraAnggara Wikan Prasetya)

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Ibu Muda di Gresik Mengaku Dirampok, padahal Terjerat Investasi Bodong

Kronologi Ibu Muda di Gresik Mengaku Dirampok, padahal Terjerat Investasi Bodong

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Selasa 23 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Selasa 23 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Selasa 23 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Selasa 23 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Surabaya
Adrian Kaget Motor NMax-nya yang Dicuri pada 2018 Kembali 6 Tahun Kemudian

Adrian Kaget Motor NMax-nya yang Dicuri pada 2018 Kembali 6 Tahun Kemudian

Surabaya
Buntut Ambulans Dipakai untuk Halal Bihalal dan Terguling di Tulungagung, Dinkes Periksa Pegawai

Buntut Ambulans Dipakai untuk Halal Bihalal dan Terguling di Tulungagung, Dinkes Periksa Pegawai

Surabaya
Hendak Mendahului Kendaraan Lain, Truk di Magetan Terjun ke Sungai Sedalam 10 Meter

Hendak Mendahului Kendaraan Lain, Truk di Magetan Terjun ke Sungai Sedalam 10 Meter

Surabaya
Kondisi Bayi Usia 6 Hari Usai Dibanting dan Ditampar Ayah Kandung

Kondisi Bayi Usia 6 Hari Usai Dibanting dan Ditampar Ayah Kandung

Surabaya
Kuasa Hukum Anak Anggota DPRD Surabaya Bantah Ada Penganiayaan di Rumah Aspirasi

Kuasa Hukum Anak Anggota DPRD Surabaya Bantah Ada Penganiayaan di Rumah Aspirasi

Surabaya
Respon Keputusan MK, Pj Gubernur Jatim Imbau Seluruh Warga Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Respon Keputusan MK, Pj Gubernur Jatim Imbau Seluruh Warga Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Surabaya
Tunangkan Anak Berusia 7 Tahun, Ayah di Sampang Dimarahi Kerabatnya

Tunangkan Anak Berusia 7 Tahun, Ayah di Sampang Dimarahi Kerabatnya

Surabaya
Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Surabaya
Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Surabaya
Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Surabaya
Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Surabaya
Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com