MALANG, KOMPAS.com - Pihak Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur mengingatkan mahasiswa untuk berhati-hati terhadap beredarnya surat penipuan mengenai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Surat tersebut meminta mahasiswa dari Fakultas Vokasi UB untuk membayar UKT melalui nomor rekening yang tertera, atas nama Sulistiani. Alasannya, terjadi kendala sistem dalam aplikasi SIBAKU.
Baca juga: Tumpahan Solar di Jalanan Kota Malang Sebabkan 8 Pemotor Berjatuhan
Padahal Fakultas Vokasi UB tidak pernah melakukan pungutan liar atau tagihan apa pun di luar tagihan resmi sesuai SK (Surat Keputusan).
Fakultas Vokasi UB maupun fakultas lain memastikan tidak memiliki jabatan Kepala Tata Niaga Akademik, seperti yang tertera dalam surat tersebut.
Fakultas juga menyatakan tidak memiliki pegawai bernama Sulistiani sebagai tenaga pendidikan.
Baca juga: Wali Kota Malang: ASN Jangan Berpolitik, apalagi Ini Sudah Tahun Politik...
Kepala Humas UB, Kotok Gurito mengatakan bahwa surat penipuan itu sempat beredar di kalangan mahasiswa Fakultas Vokasi UB.
Namun, pihaknya belum mengetahui apakah ada mahasiswa yang tertipu dengan surat tersebut.
"Baru saja saya dapat info dari PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), bahwa surat itu hoaks. Memang itu sempat tersebar di kalangan mahasiswa, tapi nanti kami lacak apakah ada yang sampai benar tertipu atau tidak," kata Kotok pada Rabu (25/1/2023).
Dia menegaskan, tata cara pembayaran UKT/ SPP mahasiswa UB sudah dijelaskan melalui laman web ub.ac.id.
Proses pembayaran seluruh transaksi melalui nomor rekening resmi institusi, bukan menggunakan nomor rekening pribadi atau perorangan.
"Jadi kami memposting klarifikasi itu diharapkan para mahasiswa tidak sampai tertipu, kami khawatir, sehingga antisipasinya tersebut. Bila ragu akan sesuatu hal, bisa segera menghubungi kami melalui haloselma.ub.ac.id," katanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.