MALANG, KOMPAS.com - Seorang remaja laki-laki bernama Mohammad Rohmat (16) asal Kota Malang, Jawa Timur, kehilangan ponsel merek Redmi 9A karena dicuri oleh dua pelaku yang tidak dikenal. Pencurian dengan modus penipuan itu terjadi pada Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 07.57 WIB.
Awalnya, korban bermain sepak bola di sekitar GOR Ken Arok Kota Malang bersama teman-temannya. Kemudian, korban didatangi dua pelaku yang tidak dikenal. Korban dituduh telah mencuri ponsel milik adik dari salah satu pelaku.
"Adik saya (korban) bilang kalau tidak melakukan itu, kemudian pelaku berkata ke adik saya kalau tidak mencuri HP ayo ikut saya ketemu sama adik pelaku itu," kata Yani, kakak korban, saat dihubungi via Facebook Messenger, Senin (13/6/2022).
Setelah itu, pelaku meminta ponsel korban dengan alasan sebagai jaminan. Selanjutnya, korban dibawa pelaku menggunakan sepeda motor menuju Jalan Bayam, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.
"Di sana adik saya diturunkan sama pelaku dan diminta menunggu, karena kata pelaku mau menjemput adiknya. Ternyata tidak kembali. Adik saya itu memang agak polos orangnya, mungkin dia juga takut katanya pelakunya bawa sajam di dalam jaketnya," katanya.
Baca juga: Warga Temukan Mayat Mengapung di Sungai Molek Malang, Terdapat Luka di Kepala
Setelah kejadian itu, keluarga korban melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kedungkandang.
Yani menyebut, pelaku memiliki ciri-ciri masih berusia sekitar remaja. Salah satu dari pelaku mengenakan jaket berwarna hitam dan bertopi saat kejadian.
"Juga pelaku bawa motor Honda Beat warna merah, ini ternyata kata adik saya sudah banyak korbannya, modusnya juga sama seperti itu," katanya.
Kejadian itu juga terekam CCTV yang ada di sekitar permukiman di Jalan Bayam dan video tersebut telah tersebar di salah satu grup Facebook.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku.
"Kerja sama dengan jajaran opsnal masih melaksanakan penyelidikan," kata Yusuf saat dihubungi via pesan WhatsApp, Selasa (14/6/2022).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.