MALANG, KOMPAS.com - Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ruminansia dan babi terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Malang. Penularan PMK di Kabupaten Malang terus meningkat.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, tercatat 1.696 kasus PMK di Kabupaten Malang hingga Minggu (29/5/2022).
Baca juga: Diduga Korsleting, Sebuah Bengkel di Kota Malang Ludes Terbakar
Menanggapi peningkatan kasus tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang mengaku belum bisa berbuat banyak.
Sejauh ini, dinas memberikan obat-obatan kepada hewan ruminansia yang terpapar, sterilisasi kandang dan pasar hewan, serta pembatasan lalu lintas hewan ruminansia dari dan menuju Kabupaten Malang.
"Tadi kami rapat koordinasi bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang, hasilnya masih menunggu vaksin. Kemungkinan pada bulan Juli mendatang," ungkap Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Nurcahyo melalui sambungan telepon, Senin (30/5/2022).
Nurcahyo menyebut, rapat koordinasi itu membahas rencana uji coba pembukaan pasar hewan di kawasan yang memiliki tren di bawah 30 kasus PMK.
"Tapi ini masih akan dirapatkan kembali kepastiannya," tuturnya.
Menurut Nurcahyo, pelaksanaan uji coba pembukaan pasar hewan akan dijalan dengan prosedur screening ketat oleh petugas.
"Sementara ini ada lima wilayah yang menjadi opsi uji coba pembukaan pasar hewan," jelasnya.
"Kelima wilayah ini yang dipastikan tren kasus PMK-nya berada dibawah 30 kasus. Yang pasti bukan Kecamatan Ngantang, Pujon, Kasembon, dan Singosari. Sebab, di sana kasus PMK-nya sangat tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Melihat Masjid di Malang, Gunakan Tenaga Surya sebagai Sumber Listrik
Sementara untuk tren kesembuhan PMK hingga saat ini tercatat sebanyak 33 kasus.
"Jumlah 33 kasus itu semuanya di wilayah Ngantang. Untuk wilayah lain masih belum diterima lapirannya per 27 Mei kemarin," jelasnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.