Emak-emak di Lumajang Antre Berjam-jam di Bawah Terik Matahari demi Minyak Goreng Murah

Kompas.com - 25/04/2022, 13:38 WIB

LUMAJANG, KOMPAS.com - Ratusan emak-emak di Lumajang, Jawa Timur menenteng jeriken besar dan mengantre di bawah terik matahari, demi mendapatkan minyak goreng murah, Senin (25/4/2022).

Serentak, ibu-ibu ini langsung menyerbu mobil tangki yang membawa ribuan liter minyak goreng.

Mereka terpaksa mengantre dan berdesak-desakan lantaran harga minyak goreng di pasaran masih mahal.

"Di pasar mahal bisa Rp 20.000 sampai 25.000 per liter," kata Hanifah, warga Jalan Imam Suja'i yang telah 2 jam mengantre, Senin (25/4/2022).

Baca juga: Warga Pasirian Lumajang Temukan Amunisi Berkaliber Besar di Pantai Bambang

Menurut mereka, menjelang hari raya Idul Fitri, minyak goreng bagi ibu rumah tangga adalah salah satu kebutuhan yang harus ada.

Sebab, banyak hidangan yang membutuhkan minyak goreng untuk bisa disantap tamu saat Lebaran.

"Buat goreng rangginan dirumah, goreng krupuk, kripik buat isi toples lebaran," tambahnya.

Baca juga: Mantan Kades di Lumajang Diduga Korupsi Rp 164 Juta, Ditetapkan Tersangka oleh Kejari Lumajang

Tak heran setiap kali ada pasar murah, ratusan ibu rumah tangga langsung menyerbu minyak goreng yang dijual dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram itu.

Setiap orang diberikan jatah maksimal 18 liter atau 16 kg minyak goreng.

Baca juga: Banjir di Lumajang, BPBD Pastikan Segera Lakukan Pengerukan Sungai

 

 

Mutmainah, salah satu warga yang turut mengantre bercerita, untuk mempercepat waktu antrean dan menghemat uang belanja, ia berbagi dengan tiga warga lainnya setelah mendapatkan 18 liter minyak goreng.

"Kalau uangnya banyak bisa beli 18 liter, tapi karena uang saya enggak cukup dan antrenya tidak lama saya gabung dengan tetangga, nanti dibagi tiga minyaknya," terang Mutmainah

Operasi pasar kali ini sengaja diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng ibu rumah tangga menjelang Lebaran.

Baca juga: Usia di Atas 65 Tahun, 116 Calon Jemaah Haji Asal Lumajang Gagal Berangkat

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pihaknya menyediakan 7.200 liter minyak goreng untuk dijual dengan harga murah sesuai harga pabrik.

Selain itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu berkomitmen pemerintah akan terus menggelar operasi pasar minyak goreng sampai harga di pasaran kembali normal.

"Ibu-ibu kan pasti butuh apalagi jelang lebaran, ini kami sediakan 7.200 liter dengan harga pabrik, Insya Allah akan terus kita gelar sampai harga kembali normal," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Surabaya
Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Surabaya
Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Surabaya
Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Surabaya
Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Surabaya
Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Surabaya
Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Surabaya
Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Surabaya
Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Surabaya
Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Surabaya
Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Surabaya
Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Surabaya
Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Surabaya
Soal Pencemaran Sungai di Plaosan, DLH Magetan Soroti Perilaku Peternak di Kampung Susu Lawu

Soal Pencemaran Sungai di Plaosan, DLH Magetan Soroti Perilaku Peternak di Kampung Susu Lawu

Surabaya
Atap Gedung SD di Bojonegoro Runtuh, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Atap Gedung SD di Bojonegoro Runtuh, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.