Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Motif Pembunuhan Mahasiswa UB, Anak Dokter Terkenal, Mengapa Polisi Rahasiakan Pembunuhnya?

Kompas.com - 17/04/2022, 17:20 WIB
David Oliver Purba

Editor

KOMPAS.com - Jenazah Bagus Prasetyo Lazuardi, mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya, ditemukan di semak-semak di wilayah Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (12/4/2022).

Saat ditemukan, jenazah Bagus sudah dalam keadaan membusuk.

Baca juga: Sosok Bagus Mahasiswa UB yang Tewas Dibunuh, Ternyata Anak Dokter Kandungan Terkenal di Tulungagung

 

Belakangan diketahui bahwa Bagus merupakan korban pembunuhan.

Baca juga: Titik Terang Kematian Mahasiswa Kedokteran UB, Polisi Amankan 2 Terduga Pelaku Pembunuhan

Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap seorang pelaku yang sampai saat ini masih dirahasiakan identitasnya. 

Rekonstruksi

Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan di lokasi tewasnya Bagus, Sabtu (16/4/2022).

Terduga pelaku terlihat mengenakan kaus warna hitam, berambut cepak dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Ia datang ke TKP dengan tangan terikat.

Pelaku ada dalam rombongan mobil Toyota Innova warna hitam, tanpa nopol yang disinyalir mobil milik korban.

Dalam pengamatan di lapangan, pria itu turun dari mobil dan menunjukkan lokasi mayat korban dibuang.

Ada beberapa adegan yang diperagakan oleh terduga pelaku pembunuhan.

Mulai dari cara pelaku memasukkan mobil ke area kosong bekas bongkaran gudang, hingga cara menurunkan korban dari mobilnya.

Pelaku juga sempat mempraktekkan saat dia mencekik leher korban.

Usai rekonstruksi, petugas dari Jatanras Polda Jawa Timur enggan memberikan penjelasan.

"Ke Pak Kabid saja ya, Mas, mohon maaf ini kasus nasional. Jadi langsung ke Pak Kabid saja ya, saya tidak ada kapasitasnya," kata salah satu petugas yang menolak saat dimintai keterangan.

Setelah selesai, rombongan langsung bergegas meninggalkan lokasi.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Mahasiswi Tewas Saat Kejar Jambret di Surabaya, Tas Terjatuh Tidak Diambil Pelaku

Kronologi Mahasiswi Tewas Saat Kejar Jambret di Surabaya, Tas Terjatuh Tidak Diambil Pelaku

Surabaya
Pungli Oknum Pegawai Honorer Dispendukcapil Malang, Pasang Tarif Pengurusan KTP Rp 150.000

Pungli Oknum Pegawai Honorer Dispendukcapil Malang, Pasang Tarif Pengurusan KTP Rp 150.000

Surabaya
Balita 2 Tahun di Sidoarjo Tewas Terlindas Fortuner Tetangga

Balita 2 Tahun di Sidoarjo Tewas Terlindas Fortuner Tetangga

Surabaya
Sang Suami Tewas di Tangan Begal di Probolinggo, Pujiani: Dia Sempat Berduel dengan Pelaku

Sang Suami Tewas di Tangan Begal di Probolinggo, Pujiani: Dia Sempat Berduel dengan Pelaku

Surabaya
Fakta Video Viral 7 Remaja Diduga Cekoki Bocah TK Pakai Miras di Tulungagung

Fakta Video Viral 7 Remaja Diduga Cekoki Bocah TK Pakai Miras di Tulungagung

Surabaya
Baru Tahu Hamil 6 Minggu, Jemaah Haji Asal Bondowoso Batal Berangkat

Baru Tahu Hamil 6 Minggu, Jemaah Haji Asal Bondowoso Batal Berangkat

Surabaya
Melacak Jejak Penembak Misterius di Tol Waru Sidoarjo

Melacak Jejak Penembak Misterius di Tol Waru Sidoarjo

Surabaya
Sempat Koma, Siswa MTs di Situbondo Meninggal Usai Dikeroyok 9 Anak Sebaya

Sempat Koma, Siswa MTs di Situbondo Meninggal Usai Dikeroyok 9 Anak Sebaya

Surabaya
Bocah TK Diduga Dicekoki Miras oleh Sekelompok Remaja di Tulungagung

Bocah TK Diduga Dicekoki Miras oleh Sekelompok Remaja di Tulungagung

Surabaya
Safari Politik Aushaf Fajr Herdiansyah, Daftar Bacabup Nganjuk di Hanura dan PKB hingga Silaturahmi ke Golkar

Safari Politik Aushaf Fajr Herdiansyah, Daftar Bacabup Nganjuk di Hanura dan PKB hingga Silaturahmi ke Golkar

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Surabaya
74 Remaja dan Anak di Bawah Umur di Surabaya Ditangkap Saat Pesta Miras

74 Remaja dan Anak di Bawah Umur di Surabaya Ditangkap Saat Pesta Miras

Surabaya
Putrinya Meninggal Usai Kejar Jambret di Surabaya, Ibunda: Dia Enggak Pernah 'Nyusahin' Orangtua

Putrinya Meninggal Usai Kejar Jambret di Surabaya, Ibunda: Dia Enggak Pernah "Nyusahin" Orangtua

Surabaya
Kecelakaan Bus Rombongan 'Study Tour' SMP Malang Berujung Sopir Jadi Tersangka

Kecelakaan Bus Rombongan "Study Tour" SMP Malang Berujung Sopir Jadi Tersangka

Surabaya
Mencari Rumput, Seorang Lansia Hilang di Taman Nasional Baluran

Mencari Rumput, Seorang Lansia Hilang di Taman Nasional Baluran

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com