Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/02/2022, 15:51 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang serius mewujudkan dunia kepariwisataan yang halal.

Setelah sebelumnya, ramai beredar spanduk bertuliskan 'Malang Tolerant City Not Halal City' di sejumlah lokasi di Malang.

Baca juga: Pengakuan Tukang Bakso di Malang Lihat Pembelinya Ditembak Orang Tak Dikenal: Sembunyi di Punggung Saya

Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata (Disporapar), Kota Malang melakukan sosialisasi Sistem Manajemen Halal Internal (SMHI) di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Jawa Timur pada Senin (21/2/2022).

Kegiatan tersebut menyasar 100 pelaku industri jasa pariwisata, khususnya di bidang kuliner.

Baca juga: Heboh Spanduk Malang Tolerant City Not Halal City Bertebaran, Wali Kota Enggan Komentar

Gandeng perguruan tinggi

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa dirinya tidak pernah membuat pernyataan terkait Malang Halal City.

Namun yang dimaksud selama ini yakni berkaitan perwujudan Kota Malang yang halal dalam hal kepariwisataan.

Agar dunia kepariwisataan halal itu terwujud, pihaknya menggandeng sejumlah perguruan tinggi.

"Untuk mendukung hal itu, ada lima perguruan tinggi yang bekerja sama, itu ada UB (Universitas Brawijaya), UM (Universitas Negeri Malang), Unisma, UIN, UMM yang melakukan pendampingan," katanya.

Baca juga: Bantah Keluarkan Wacana soal Malang Halal City, Wali Kota Sutiaji: Jangan Kaitkan dengan SARA

Program nasional

Dukungan pemerintah terhadap konsep wisata halal adalah sebagai bentuk fasilitas bagi wisatawan agar lebih mudah mencari tempat-tempat halal di Kota Malang.

Yakni, berkaitan dengan kuliner, perhotelan, dan lain sebagainya.

Perwujudan kepariwisataan halal di Kota Malang dikatakannya juga menyesuaikan dengan UU Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

"Ini merupakan turunan dari program nasional bahkan internasional, negara harus hadir dalam memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Korban Penembakan di Malang Masih Pelajar, Tertembak di Dada Kiri

Dia menegaskan bahwa dunia kepariwisataan halal untuk mendukung visi dan misi kepala dan wakil kepala daerah yakni The Future of Malang. Atau, bukan dalam konteks penerapan syariat agama tertentu.

Produk-produk industri berupa jasa pariwisata, seperti sektor kuliner diharapkan dapat memiliki label halal.

Tujuannya, tidak hanya untuk memfasilitasi wisatawan muslim tetapi mempertimbangkan higienitas dan kesehatan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 21 Februari 2022, Pagi Berawan, Sore Berawan

Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan pihaknya menggandeng lima perguruan tinggi sebagai lembaga halal center yang sudah dilakukan sejak 2018 lalu.

Disporapar menargetkan ada 100 pelaku industri jasa pariwisata untuk memiliki sertifikasi SHMI.

"Output kegiatan ini memberikan pemahaman kepada pelaku usaha kuliner, bagaimana produk kuliner mereka dari bahan-bahannya, prosesnya bisa mengurus sendiri," katanya.

Baca juga: Warga Malang Ditembak Orang Tak Dikenal, Pelaku Masih Diburu Polisi

Sebelumnya, sejumlah spanduk bertuliskan 'Malang Tolerant City Not Halal City' terpasang di sejumlah lokasi seperti pagar Balai Kota Malang, dan Alun-alun Tugu.

Foto spanduk tersebut juga viral dan dibagikan oleh akun Twitter @bedarmanto yang diunggah pada 15 Februari 2022 lalu.

Unggahan itu pun disukai lebih dari 3.000 warganet dan sempat menjadi trending nomor satu di Twitter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMA-SMK di Probolinggo Nyaris Tawuran, Sempat Lempar Batu ke Arah Masjid

Siswa SMA-SMK di Probolinggo Nyaris Tawuran, Sempat Lempar Batu ke Arah Masjid

Surabaya
 Misteri Kematian Wanita yang Tewas di Bawah Tempat Tidur, Leher Terluka karena Benda Tajam dan Kedua Mata Memar

Misteri Kematian Wanita yang Tewas di Bawah Tempat Tidur, Leher Terluka karena Benda Tajam dan Kedua Mata Memar

Surabaya
Mengenal Durian Kentang dari Magetan, Durian Kecil yang Dibiarkan Jatuh dari Pohon

Mengenal Durian Kentang dari Magetan, Durian Kecil yang Dibiarkan Jatuh dari Pohon

Surabaya
Sidang Tragedi Kanjuruhan, Panpel Arema FC dan 'Security Officer' Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

Sidang Tragedi Kanjuruhan, Panpel Arema FC dan "Security Officer" Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

Surabaya
Tak Menyangka Sang Ayah Tambal Jalan Demi Dirinya, Iis: Saya Terharu, Selama Ini Bapak Orangnya Cuek

Tak Menyangka Sang Ayah Tambal Jalan Demi Dirinya, Iis: Saya Terharu, Selama Ini Bapak Orangnya Cuek

Surabaya
Respons Pemkab Lamongan Usai Viral Aksi Tukang Becak Tambal Jalan Berlubang Demi Keselamatan Putrinya

Respons Pemkab Lamongan Usai Viral Aksi Tukang Becak Tambal Jalan Berlubang Demi Keselamatan Putrinya

Surabaya
Kasus Ayah Tembak Anak Tiri di Malang, Pelaku Datangi Paranormal karena Duga Korban Kebal Senjata Tajam

Kasus Ayah Tembak Anak Tiri di Malang, Pelaku Datangi Paranormal karena Duga Korban Kebal Senjata Tajam

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 4 Februari 2023 : Pagi Hujan Ringan, Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 4 Februari 2023 : Pagi Hujan Ringan, Malam Cerah Berawan

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 4 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 4 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Surabaya
Pemprov Jatim Izinkan ASN dan Pegawai Swasta WFH Selama Resepsi Harlah 1 Abad NU

Pemprov Jatim Izinkan ASN dan Pegawai Swasta WFH Selama Resepsi Harlah 1 Abad NU

Surabaya
Putri Tukang Becak Menangis Usai Tahu Sang Ayah Tambal Jalan Berlubang demi Dirinya

Putri Tukang Becak Menangis Usai Tahu Sang Ayah Tambal Jalan Berlubang demi Dirinya

Surabaya
Pantai Sowan di Tuban: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Pantai Sowan di Tuban: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Surabaya
Perempuan Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher, Polisi: Tak Ada Barang Korban yang Hilang

Perempuan Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher, Polisi: Tak Ada Barang Korban yang Hilang

Surabaya
Belum Penuhi Syarat, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara 'Kebaya Merah' ke Polisi

Belum Penuhi Syarat, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara "Kebaya Merah" ke Polisi

Surabaya
Truk Bermuatan Kayu Diduga Ilegal di Trenggalek Dikawal Mobil Pajero, Polisi Selidiki

Truk Bermuatan Kayu Diduga Ilegal di Trenggalek Dikawal Mobil Pajero, Polisi Selidiki

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.