Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Heboh, Rumah Rp 300 Juta di Ponorogo Dirobohkan, Pemilik Kesal Suaminya Selingkuh

Kompas.com - 03/02/2022, 19:58 WIB
Muhlis Al Alawi,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

PONOROGO, KOMPAS.com- Tak terima diselingkuhi suami, seorang istri di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo nekat merobohkan rumahnya dengan alat berat, Kamis (3/2/2022).

Padahal harga rumah itu mencapai Rp 300 juta.

Rumah yang dirobohkan itu adalah milik mantan pasangan suami istri, P (35) dan S (40).

Keduanya bercerai beberapa waktu lalu setelah S mengetahui P berselingkuh dengan perempuan lain.

Baca juga: Dugaan Ijazah Palsu Bupati Sugiri Sancoko, DPRD Ponorogo Kunjungi Universitas Tritunggal Surabaya

Kesal suami selingkuh

Ilustrasi suami selingkuh.PEXELS/RODNAE PRODUCTION Ilustrasi suami selingkuh.

S mengaku sengaja merobohkan rumah yang sudah dibangun bersama mantan suaminya karena ada orang ketiga.

"Sengaja saya ratakan. Saya kesal karena orang ketiga (selingkuhan suaminya)," kata S.

Menurut S, ia sudah mengikhlaskan bila rumah yang dibangun secara bertahap itu dihancurkan dalam waktu singkat. Baginya harta benda tidak akan dibawa mati.

Baca juga: Jatuh dari Pohon Waru Setinggi 3 Meter Saat Cari Pakan Ternak, Kakek di Ponorogo Tewas

Awal perpisahan dengan suami

S menceritakan perpisahannya dengan mantan suami terjadi saat dirinya merantau bekerja di Jakarta.

Sementara mantan suaminya berinisial tinggal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Menurutnya rumah yang dihancurkan itu sudah jadi pada tahun 2017. Hanya saja tidak pernah ditinggali karena S merantau dan bekerja di ibu kota.

"Rumah itu baru jadi sekitar tahun 2017. Kami tempati saat lebaran saja," jelas S.

Baca juga: Dugaan Ijazah Palsu Bupati Ponorogo, Rektor Tempat Sugiri Sancoko Berkuliah Pasang Badan

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tunangkan Anak Berusia 7 Tahun, Ayah di Sampang Dimarahi Kerabatnya

Tunangkan Anak Berusia 7 Tahun, Ayah di Sampang Dimarahi Kerabatnya

Surabaya
Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Surabaya
Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Surabaya
Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Surabaya
Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Surabaya
Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Surabaya
Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Surabaya
Pasangan Muda-mudi di Kota Malang Lakukan Mesum di Kedai Es Krim

Pasangan Muda-mudi di Kota Malang Lakukan Mesum di Kedai Es Krim

Surabaya
Oknum Polisi di Surabaya yang Cabuli Anak Tiri Akhirnya Ditahan

Oknum Polisi di Surabaya yang Cabuli Anak Tiri Akhirnya Ditahan

Surabaya
Penuhi Nazar, Orangtua di Sampang Tunangkan Anaknya yang Masih Usia 7 Tahun

Penuhi Nazar, Orangtua di Sampang Tunangkan Anaknya yang Masih Usia 7 Tahun

Surabaya
Hujan Deras di Magetan, Talut Ambles dan 2 Petani Tewas Tertimpa Pohon

Hujan Deras di Magetan, Talut Ambles dan 2 Petani Tewas Tertimpa Pohon

Surabaya
Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Surabaya
DPC PKB Jember Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024

DPC PKB Jember Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024

Surabaya
Pensiunan PNS Kementerian PUPR Daftar Bacabup-Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Jember

Pensiunan PNS Kementerian PUPR Daftar Bacabup-Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Jember

Surabaya
Kisah Hotipah dan Putriya, Dua Nenek di Sumenep yang Tinggal di Gubuk Reyot Tak Pernah Tersentuh Bansos

Kisah Hotipah dan Putriya, Dua Nenek di Sumenep yang Tinggal di Gubuk Reyot Tak Pernah Tersentuh Bansos

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com