Kompas.com - 13/01/2022, 10:33 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Andrianto (63), warga jalan Pattimura nomor 29, Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro yang menjadi korban salah tangkap anggota Polres Lamongan masih merasa trauma.

Hingga kini Andrianto kesulitan untuk melupakan peristiwa penangkapan saat membawa jenazah putrinya Maria Ulfa Dwi Andeani dari rumah sakit di Surabaya pada Selasa (28/12/2021) lalu.

Dalam perjalanan, Andrianto tiba-tiba dihentikan dan ditangkap oleh aparat kepolisian. Dirinya disebut sebagai pelaku tabrak lari.

"Saya tidak tahu kesalahan saya apa, tiba-tiba dikelilingi petugas kepolisian sambil menembakkan senjata ke atas, diminta paksa turun dari mobil," kata Andrianto, kepada Kompas.com, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Sekitar 5 Orang Ada yang Berpakaian Polisi, Menembakkan Senjata ke Atas dan Menggedor Pintu Mobil Ayah Saya

Andrianto mengaku, saat itu dirinya sedang fokus mengiringi dari belakang mobil ambulans yang membawa jenazah putrinya dari rumah sakit di Surabaya menuju Bojonegoro untuk segera dimakamkan.

"Saat itu saya fokus mengiringi ambulans pembawa jenazah putri saya, kok saya dikatakan pelaku tabrak lari," ujarnya.

Baca juga: Pria di Bojonegoro Tewas Terseret Arus Sungai Saat Cari Rumput

Menurutnya, petugas kepolisian seharusnya bisa menghentikan dengan baik, tidak dengan cara seperti itu. Apalagi saat itu dirinya dalam suasana berduka.

Atas kejadian yang dialaminya, saat ini dirinya sebagai warga negara sulit untuk menerima apa yang dilakukan polisi terhadapnya.

"Kalau seperti itu ada yang bilang polisi melanggar prosedur (SOP)," pungkasnya

Baca juga: Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban Diresmikan, Habiskan Anggaran Rp 88,6 Miliar

 

Ilustrasi borgol.SHUTTERSTOCK Ilustrasi borgol.
Sebelumnya Satriya Galih Pramudia, menantu Andrianto menyampaikan, saat itu ayahnya mengendarai mobil Ertiga mengiringi dari belakang mobil ambulans yang membawa jenazah putrinya sejak berangkat dari Surabaya.

Sesampainya di pertigaan Depot Mira, Kelurahan Babat, Kabupaten Lamongan, sekira pukul 21.00 WIB, iring-iringan ambulans terhenti karena terhalang mobil depannya yang berhenti di lampu merah.

Tiba-tiba dari dalam ambulans dirinya mendengar suara tembakan senjata ke atas dua kali, dan melihat mobil yang dikendarai mertuanya tersebut dikelilingi petugas kepolisian.

"Ada sekitar lima orang, ada yang berpakaian polisi dan ada yang pakaian preman menembakkan senjata ke atas dan menggedor pintu mobil ayah saya," kata Galih, kepada Kompas.com, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Seprai Palsu di Bojonegoro, Pelaku Terancam Denda Rp 2 Miliar karena Gunakan Merek Bonita

Ayahnya dipaksa untuk turun dari mobil dan sempat mendapatkan perlakuan kasar.

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan secara online ke Propam Mabes Polri oleh keluarga.

Setelah laporan itu, menurutnya, Kapolres Lamongan sempat mendatangi rumah orangtuanya untuk meminta maaf.

Namun, pihak keluarga masih meminta kepolisian membersihkan nama baik keluarganya.

Hingga kini pihak kepolisian masih belum memberikan penjelasan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
100 HARI KELILING INDONESIA
Perjalanan KRI Bima Suci Menuju Laut China Selayan Yang Dikenal Berombak Ganas
Perjalanan KRI Bima Suci Menuju Laut...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerbang Stadion Semeru Lumajang Jebol, Laga Final Cabor Sepak bola Porprov Jatim VII Sempat Tertunda 40 Menit

Gerbang Stadion Semeru Lumajang Jebol, Laga Final Cabor Sepak bola Porprov Jatim VII Sempat Tertunda 40 Menit

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 3 Juli 2022 : Siang Hujan Ringan | Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 3 Juli 2022 : Siang Hujan Ringan | Malam Cerah Berawan

Surabaya
Sempat Ricuh, Perebutan Medali Perunggu Cabor Sepak Bola Porprov Jatim Dimenangkan Surabaya

Sempat Ricuh, Perebutan Medali Perunggu Cabor Sepak Bola Porprov Jatim Dimenangkan Surabaya

Surabaya
Pengedar Ganja Ditangkap di SPBU Kawasan Bromo

Pengedar Ganja Ditangkap di SPBU Kawasan Bromo

Surabaya
Gugur Ditembak KKB, Prada Beryl Naik Pangkat Luar Biasa Jadi Pratu Anumerta

Gugur Ditembak KKB, Prada Beryl Naik Pangkat Luar Biasa Jadi Pratu Anumerta

Surabaya
Wanita yang Tutupi Pelat Motor Pakai Celana Dalam Ditunjuk Jadi Duta ETLE, Ini Tugasnya

Wanita yang Tutupi Pelat Motor Pakai Celana Dalam Ditunjuk Jadi Duta ETLE, Ini Tugasnya

Surabaya
Pernah Ditilang ETLE, Jadi Alasan Wanita Ini Buat Video Tutupi Pelat Motornya Pakai Celana Dalam

Pernah Ditilang ETLE, Jadi Alasan Wanita Ini Buat Video Tutupi Pelat Motornya Pakai Celana Dalam

Surabaya
Pengakuan Wanita yang Tutupi Pelat Motor Pakai Celana Dalam: Buat Iseng-isengan Aja

Pengakuan Wanita yang Tutupi Pelat Motor Pakai Celana Dalam: Buat Iseng-isengan Aja

Surabaya
Ratusan Warga Iringi Pemakaman Jenazah Prada Beryl yang Gugur Ditembak KKB

Ratusan Warga Iringi Pemakaman Jenazah Prada Beryl yang Gugur Ditembak KKB

Surabaya
Kisah Mbah Kerto, Kakek 103 Tahun yang Punya 30 Hektar Ladang, Beli Pajero Sport secara Kontan

Kisah Mbah Kerto, Kakek 103 Tahun yang Punya 30 Hektar Ladang, Beli Pajero Sport secara Kontan

Surabaya
Dugaan Korupsi Pupuk Bersubsidi Rp 2 M di Madiun, Jaksa Periksa 2 Staf Petrokimia Gresik

Dugaan Korupsi Pupuk Bersubsidi Rp 2 M di Madiun, Jaksa Periksa 2 Staf Petrokimia Gresik

Surabaya
Pakai Atribut Ojol, Cara Eksekutor Penembakan Pria di Sidoarjo Dekati Korban

Pakai Atribut Ojol, Cara Eksekutor Penembakan Pria di Sidoarjo Dekati Korban

Surabaya
Monumen Patung Kadet Soewoko di Lamongan Jadi Sasaran Aksi Vandalisme

Monumen Patung Kadet Soewoko di Lamongan Jadi Sasaran Aksi Vandalisme

Surabaya
Mengenal Mbah Kerto, Miliarder Asal Desa Ranupane, Punya Banyak Mobil dari Hasil Berladang

Mengenal Mbah Kerto, Miliarder Asal Desa Ranupane, Punya Banyak Mobil dari Hasil Berladang

Surabaya
Cerita di Balik Wanita Tutupi Pelat Motor Pakai Celana Dalam, Mengaku untuk Konten, Kini Ditunjuk Jadi Duta ETLE

Cerita di Balik Wanita Tutupi Pelat Motor Pakai Celana Dalam, Mengaku untuk Konten, Kini Ditunjuk Jadi Duta ETLE

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.