Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pantai Ngantep di Malang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Kompas.com - 15/05/2024, 21:08 WIB
Dini Daniswari

Editor

KOMPAS.com - Pantai Ngantep terletak di Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pantai Ngantep merupakan tempat wisata yang masih alami.

Pengunjung dapat menikmati keindahan pantai dan bukit-bukit disekitarnya.

Pantai Ngantep

Daya Tarik Pantai Ngantep

Bibir Pantai Nagntep cukup luas sehingga terlihat lapang.

Ombak Pantai Ngantep cukup besar sehingga tidak disarankan untuk bermain air di sekitar pantai. 

Pantai Ngantep juga mempunyai tebing karang setinggi sekitar 50 meter yang ditumbuhi pepohonan.

Pengunjung dapat melihat pemandangan dari atas tebing, untuk mencapainya perlu mendaki medan yang cukup terjal. Laut akan terlihat sangat luas dari atas tebing.

Pantai Ngantep terbagi dalam dua bagian, bagian pertama adalah pantai yang luas dan biasa ramai pengunjung.

Bagian kedua adalah di sebelah barat yang cenderung sepi pengunjung.

Baca juga: 13 Wisata Pantai di Malang, Ada yang Mirip Bali dan Raja Ampat

Pantai di bagian barat dijadikan obyek wisata tersendiri yang bernama Pantai Taman Ayu.

Harga Tiket Masuk Pantai Ngantep

Bagi pengunjung yang ingin berwisata di Pantai Ngantep akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000.

Tarif parkir kendaraan sebesar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu terutama pada masa liburan.

Rute Pantai Ngantep

Jarak tempuh Pantai Ngantep dari Malang sekitar 57,1 kilometer dengan waktu tempuh hampir 2 jam.

Perjalanan dapat melalui Jalan Raya Gadang, Jalan Raya Tambakrejo, Jalan Raya Krebet Senggrong, Jalan Raya Ketawang, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dr Wahidin, Jalan Raya Pagelaran, Jalan Gajah Mada, serta Jalan Raya Rejosari.

Sumber

Google Maps
www.tribunnewswiki.com

 

travel.kompas.com (Penulis Ulfa Arieza| Editor Anggara Wikan Prasetya)

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena 'Blindspot'

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena "Blindspot"

Surabaya
Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com