Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai ke PDI-P, Bupati Jember Daftar Penjaringan Bacabup ke PKB

Kompas.com - 24/04/2024, 15:48 WIB
Bagus Supriadi,
Andi Hartik

Tim Redaksi

JEMBER, KOMPAS.com - Bupati Jember Hendy Siswanto mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Jember pada Pilkada 2024 ke DPC PKB Jember pada Rabu (24/4/2024).

Sebelumnya, Hendy juga sudah mendaftar pada DPC PDI Perjuangan pada Senin (22/4/2024).

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi mengatakan, Hendy merupakan orang pertama yang mendaftar ke PKB setelah dibuka pada Senin 22/4/2024).

Menurut dia, berkas yang diserahkan ke PKB akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Selanjutnya, berkas itu akan diserahkan kepada DPP PKB.

“Ini daftarnya via offline, kalau online masih belum dicek,” kata dia di kantor DPC PKB.

Baca juga: DPC PKB Jember Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024

Dia mengaku, pada Pilkada 2020, DPC PKB tidak mengusung Hendy Siswanto sebagai calon bupati, meskipun ikut mendaftar. Rekomendasi PKB diberikan kepada Abdussalam dan Ifan Ariadna.

Ayub mengatakan, semua calon yang mendaftar akan diputuskan oleh DPP PKB. Sehingga pihaknya hanya melakukan penjaringan saja.

Sementara itu, Hendy berharap rekomendasi dari PKB diberikan pada dirinya.

“Saya hari ini ditemui tim desk Pilkada PKB, saya akan mengikuti semua syarat untuk mendapatkan rekomendasi dari PKB,” jelas dia.

Baca juga: Sudah Punya Tokoh Potensial, Partai Demokrat Belum Buka Penjaringan untuk Pilkada Semarang

Hendy mengaku meskipun pada Pilkada 2020 lalu tidak diusung PKB, namun bukan berarti tidak diterima, sehingga ia kembali mendaftar.

“Kalau sekarang wes wayahe PKB mengusung haji Hendy,” tutur dia.

Hendy mengatakan, komunikasi dengan PKB terus berjalan dengan baik selama menjabat sebagai bupati. Bahkan, kritik dan saran dari PKB selalu ia tindaklanjuti. Seperti kritikan tentang penurunan angka kemiskinan, pengangguran hingga kesejahteraan guru ngaji.

“Sekarang angka kemiskinan kita turun, ada pada posisi 18 di Jawa Timur,” jelas dia.

Padahal, kata dia, ketika awal menjabat, angka kemiskinan di Jember menempati urutan terbesar kedua di Jatim.

“Kenapa kami harus mendaftar dan mencalonkan kembali, karena perjuangan masih belum selesai,” ucap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com