Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gempa M 5,0 Tuban Terasa sampai Surabaya

Kompas.com - 17/04/2024, 17:01 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Tuban, Jawa Timur, Rabu (17/4/2024) sore. Getaran gempa dirasakan hingga Surabaya, Jawa Timur.

Salah satu warga Surabaya, Aden Cantika (23) mengatakan, getaran gempa dia rasakan saat bekerja di kawasan perkantoran Jalan Kusuma Bangsa, Tambaksari.

Baca juga: Gempa M 5,0 Guncang Tuban, Tak Berisiko Tsunami

"Iya kerasa (gempa) sekitar jam 15.20 WIB, semuanya (karyawan kantor) berdiri. Tapi enggak jadi keluar soalnya getarannya cuma sebentar," kata Aden, Rabu (17/4/2024).

Aden mengungkapkan, sejumlah peralatan kantor yang berada di lantai enam tersebut sempat bergoyang. Namun, getaran tidak sampai menimbulkan kerusakan bangunan.

"Lumayan kencang tapi enggak lama (getarannya), soalnya komputer kantor sama lampu (yang menempel di) atas goyang semua," jelasnya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5 Guncang Alor NTT, Tak Berisiko Tsunami

Sementara itu, warga Surabaya lainya, Senja Febriana (24) mengatakan, juga turut merasakan getaran gempa tersebut ketika bekerja di salah satu kantor Jalan Banyu Urip, Sawahan.

"Iya tadi kerasa (gempa), enggak pusing, soalnya enggak separah yang pas puasa lalu, sama enggak seberapa lama juga," kata Senja.

Meski demikian, Senja tetap terkejut dengan getaran gempa. Selain itu, dia juga takut akan ada gempa susulan dalam waktu dekat seperti yang terjadi, Jumat (22/3/2024).

"Sempat panik, gara-gara waktu itu sampe tiga kali kerasa gempa, tapi ini sudah tenang lagi. Tadi refleks berdiri soalnya laptop dan meja di kantor goyang semua," jelasnya.


Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa yang mengguncang Tuban, Jawa Timur terjadi pada Rabu (17/4/2024) sore pukul 15.15 WIB.

Gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa berada pada 5.58 LS - 112.40 BT
Adapun pusat gempa berada di laut 151 kilometer Timur Laut Tuban.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com