Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Pengasuh Aniaya Anak Selebgram Malang Emy Aghnia Punjabi

Kompas.com - 02/04/2024, 16:29 WIB
Nugraha Perdana,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Tersangka IPS alias Indah (27), pelaku penganiayaan anak selebgram asal Kota Malang, Jawa Timur, Emy Aghnia Punjabi, mengaku, pembayaran gajinya terlambat terus. Hal itu diungkapkan oleh pengacaranya, Heri Budi, Selasa (2/4/2024).

Heri sebagai pendamping hukum tersangka mengatakan, pelaku sebelumnya sempat ditanyai beberapa pertanyaan oleh Emy. Menurutnya, pelaku juga tertekan karena adiknya sakit dan keluarganya di Bojonegoro meminta uang.

"Karena terlambat terus, akhirnya tersangka ini jengkel lalu melampiaskannya ke anak yang diasuhnya itu," kata Heri Budi, Selasa (2/4/2024).

Baca juga: Anak Selebgram Dianiaya Pengasuh, Pelaku Berdalih Korban Terluka gara-gara Jatuh

Dia menjelaskan, gaji pelaku ketika bekerja sebagai pengasuh, yaitu sebesar Rp3,5 juta per bulan. Namun, terkait sejak kapan pembayaran gaji telat dilakukan, tersangka mengungkapkan kepada pengacaranya bahwa sudah tidak terhitung.

"Berarti ini kan sudah sering dan saat ditagih, hanya janji-janji saja. Padahal saat itu, dia benar-benar butuh uang untuk pengobatan adiknya yang sakit," katanya.

Heri mengatakan, tersangka saat ini mengalami kondisi psikis yang down dan tidak mengira atas kejadian yang menimpanya.

"Sebenarnya usai memukul (atau menganiaya korban), pelaku ini langsung memberitahu ke suster lainnya yang bekerja di situ (di rumah orangtua korban) kalau perbuatannya khilaf," katanya.

Sebagai pengacara, pihaknya juga tetap konsisten memberikan bantuan pendampingan hukum kepada tersangka.

"Tetap kami dampingi, dan mengupayakan keringanan hukuman bagi tersangka. Dan seharusnya, ada kilas balik kenapa tersangka melakukan hal ini," katanya.

Baca juga: Manajemen Pengasuh yang Diduga Aniaya Anak Selebgram Malang Minta Maaf

Menanggapi hal itu, suami selebgram Emy Aghnia Punjabi yakni Reinukky Abidharma menyampaikan, apa yang dikatakan tersangka tidaklah benar.

"Tidak pernah terlambat satu kali pun. Dan, kami memiliki buktinya semua (bukti pembayaran gaji)," ujarnya, Selasa (2/4/2024).

Dia juga menambahkan, pembayaran gaji langsung ditransferkan ke rekening pribadi IPS.

"Sekali lagi, kami ada buktinya semua. Terkait pembayaran gaji, di awal saja via agensi (agensi penyalur), dan setelah itu langsung ke rekening yang bersangkutan," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Debit 3 Sumber PDAM Lumajang Menurun, Warga 3 Kecamatan Berisiko Kekurangan Air Bersih

Debit 3 Sumber PDAM Lumajang Menurun, Warga 3 Kecamatan Berisiko Kekurangan Air Bersih

Surabaya
Warga Diminta Lapor jika Mendapati Pungli Parkir di Kota Madiun

Warga Diminta Lapor jika Mendapati Pungli Parkir di Kota Madiun

Surabaya
Keluarga Korban Longsor Lumajang Tetap Lanjutkan Pencarian Junaidi

Keluarga Korban Longsor Lumajang Tetap Lanjutkan Pencarian Junaidi

Surabaya
5 Lansia Tertipu Orang yang Tawarkan Bantuan dari Eks Wabup Lumajang

5 Lansia Tertipu Orang yang Tawarkan Bantuan dari Eks Wabup Lumajang

Surabaya
Jalan Licin, Ambulans Terguling di Tol Solo-Ngawi Saat Antar Pasien

Jalan Licin, Ambulans Terguling di Tol Solo-Ngawi Saat Antar Pasien

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 13 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 13 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Saat Mantan Manajer Bank di Pacitan Kecanduan Judi 'Online' dan Gelapkan Uang Nasabah Rp 1,2 M

Saat Mantan Manajer Bank di Pacitan Kecanduan Judi "Online" dan Gelapkan Uang Nasabah Rp 1,2 M

Surabaya
Tantang Eri Cahyadi pada Pilkada Surabaya, Menantu Soekarwo Mendaftar ke PSI

Tantang Eri Cahyadi pada Pilkada Surabaya, Menantu Soekarwo Mendaftar ke PSI

Surabaya
'Saya Sakit Hati Dituduh Menebang dan Mencuri Setandan Pisang...'

"Saya Sakit Hati Dituduh Menebang dan Mencuri Setandan Pisang..."

Surabaya
Terduga Pembunuh Wanita di Probolinggo Sembunyi di Hutan Seminggu, Serahkan Diri karena Kelaparan

Terduga Pembunuh Wanita di Probolinggo Sembunyi di Hutan Seminggu, Serahkan Diri karena Kelaparan

Surabaya
Bus Berpenumpang 53 Orang Tabrak Truk di Jalan Tol Madiun, 6 Orang Luka

Bus Berpenumpang 53 Orang Tabrak Truk di Jalan Tol Madiun, 6 Orang Luka

Surabaya
Terlibat Perselingkuhan, Kepala Sekolah dan Guru di Sumenep Dinonaktifkan

Terlibat Perselingkuhan, Kepala Sekolah dan Guru di Sumenep Dinonaktifkan

Surabaya
Putusan MK terkait Sengketa Pileg, Sejumlah TPS di Jatim Hitung Ulang Surat Suara

Putusan MK terkait Sengketa Pileg, Sejumlah TPS di Jatim Hitung Ulang Surat Suara

Surabaya
Ditunjuk oleh PKB Maju pada Pilkada Gresik 2024, Syahrul Munir Menangis

Ditunjuk oleh PKB Maju pada Pilkada Gresik 2024, Syahrul Munir Menangis

Surabaya
Putusan MK, Sejumlah TPS di Jember Harus Hitung Ulang Surat Suara

Putusan MK, Sejumlah TPS di Jember Harus Hitung Ulang Surat Suara

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com