Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kades Beri Klarifikasi Perlawanan soal Ketua RT di Situbondo Diberhentikan Usai Pemilu 2024

Kompas.com - 27/02/2024, 21:45 WIB
Ridho Abdullah Akbar,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seorang Kepala Rukun Tetangga (RT) di Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur diberhentikan sepihak oleh kepala desa setempat.

Pemberhentian ini ditengarai akibat tidak sang ketua RT tidak memilih istri kades yang maju sebagai caleg DPRD dalam Pemilu 2024.

Kabar pemberhentian tersebut dinilai kurang berimbang dan berat sebelah. Kepala Desa Sumberpinang Akhmad Rasidi memberi klarfikasi bahwa dirinya memberhentikan Ketua RT sudah sesuai prosedur.

Baca juga: Ketua RT di Situbondo Mengaku Dipecat karena Tak Pilih Istri Kades yang Jadi Caleg

Dia juga menjelaskan bahwa memang benar sempat mengumpulkan beberapa Ketua RT.

Namun dirinya tidak memaksakan para warga untuk memilih istrinya yang sedang maju caleg.

"Tidak ada pemaksaan memilih istri saya yang sedang nyaleg, milih boleh, tidak milih tidak apa-apa, saya tidak keberatan," kata Akhmad Rasidi saat dihubungi Kompas.com Selasa (27/2/2024).

Rasidi keberatan dengan pemberitaan yang menginformasikan bahwa dirinya bermain money politik (politik uang) kepada masyarakatnya. Bahkan dirinya membantah tidak sepeser pun bermain politik di daerahnya.

Baca juga: 10 Ketua RT dan 4 Ketua RW di Purworejo Mundur Usai Pemilu

"Saya keberatan karena dikabarkan saya bermain uang, saya tidak sepuluh ribu pun menyebar uang, mana bukti penuduh menuduhkan kepada saya? Saya dirugikan dalam hal ini," ucapnya.

Menurutnya, pemberhentian Ketua RT 3 dan 4 itu sudah memenuhi bukti yang ada. Dua orang tersebut diduga telah bermain politik uang pada 14 Februari 2024.

"Saya ada bukti mereka itu menyebar uang salah satu partai dari caleg lain, dalam aturannya perundang-undangan pemerintah desa dilarang bermain politik praktis, sudah saya beri teguran namun tidak mampan, sehingga saya berhentikan," katanya.

Dalam aturan yang berlaku di Desa Sumberpinang. Pemecatan Ketua RT 3 dan 4 tidak perlu meminta persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) karena pemberhentian sepenuhnya hak prerogatif kepala desa.

"Itu hak prerogatif saya, yang penting langsung ada gantinya sehingga pelayanan tetap berlanjut, ya seperti bupati memberhentikan kepala dinas karena itu ranahnya eksekutif bukan legislatif," ucapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Surabaya
Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Surabaya
Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Surabaya
Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Surabaya
Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Surabaya
Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Surabaya
Pasangan Muda-mudi di Kota Malang Lakukan Mesum di Kedai Es Krim

Pasangan Muda-mudi di Kota Malang Lakukan Mesum di Kedai Es Krim

Surabaya
Oknum Polisi di Surabaya yang Cabuli Anak Tiri Akhirnya Ditahan

Oknum Polisi di Surabaya yang Cabuli Anak Tiri Akhirnya Ditahan

Surabaya
Penuhi Nazar, Orangtua di Sampang Tunangkan Anaknya yang Masih Usia 7 Tahun

Penuhi Nazar, Orangtua di Sampang Tunangkan Anaknya yang Masih Usia 7 Tahun

Surabaya
Hujan Deras di Magetan, Talut Ambles dan 2 Petani Tewas Tertimpa Pohon

Hujan Deras di Magetan, Talut Ambles dan 2 Petani Tewas Tertimpa Pohon

Surabaya
Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Surabaya
DPC PKB Jember Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024

DPC PKB Jember Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024

Surabaya
Pensiunan PNS Kementerian PUPR Daftar Bacabup-Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Jember

Pensiunan PNS Kementerian PUPR Daftar Bacabup-Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Jember

Surabaya
Kisah Hotipah dan Putriya, Dua Nenek di Sumenep yang Tinggal di Gubuk Reyot Tak Pernah Tersentuh Bansos

Kisah Hotipah dan Putriya, Dua Nenek di Sumenep yang Tinggal di Gubuk Reyot Tak Pernah Tersentuh Bansos

Surabaya
Video Viral, Ibu Naik Motor Lawan Arus di Tengah Jalan Kota Malang

Video Viral, Ibu Naik Motor Lawan Arus di Tengah Jalan Kota Malang

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com