Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buruh dan Polisi Cari Penganiaya Satpol PP Saat Demo UMK di Surabaya

Kompas.com - 01/12/2023, 06:09 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Pihak buruh Jawa Timur (Jatim) mencari pelaku penganiayaan anggota Satpol PP Surabaya saat mereka menggelar unjuk rasa kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK), Kamis (30/11/2023).

Diketahui, beredar video seorang pria mengenakan kaus berwarna hitam dengan penutup kepala merah, tampak menendang seorang yang mengenakan seragam Satpol PP Surabaya.

"Kalau lihat video sepertinya benar (seragam buruh). Cuma persoalannya saya kurang tahu," kata juru bicara massa aksi, Nuruddin Hidayat, saat dihubungi melalui telepon.

Baca juga: Oknum Buruh Tendang Satpol PP Saat Aksi Unjuk Rasa di Surabaya

Nuruddin mengatakan, pihaknya bakal mencari buruh yang menjadi pelaku penganiayaan itu. Diduga, kekerasan tersebut dialami oleh dua anggota Satpol PP Surabaya.

"Kita cari dulu siapa pelaku penendangan. Kalau dari Garda Metal (salah satu organisasi buruh) ya dari daerah mana, karena kalau lihat dari seragamnya teman-teman Garda Metal," jelasnya.

Kemudian, kata Nuruddin, pihaknya bakal menentukan tindakan selanjutnya kepada pelaku kekerasan. Salah satunya dengan menjatuhkan sanksi jika buruh itu melakukan kesalahan.

"Kalau memang diperlukan bertemu dengan rekan Satpol PP maka akan kita pertemukan. Kita sangat menentang aksi kekerasan seperti itu, jelas nanti akan ada sanksi, (sekarang) belum," ucapnya.

Lebih lanjut, Nuruddin mengaku belum tahu penyebab penganiayaan kepada anggota Satpol PP tersebut. Namun, dia sempat melihat ada ketegangan dalam perjalanan ke kantor Gubernur Jatim.

"Pas di atas mokom (mobil komando) tadi saya sempat lihat rame-rame di dekat Dolog (Jalan Ahmad Yani). Saya pikir ada gesekan sama polisi karena dilarang melintas di jalur utama," ujar dia.

Namun, Nuruddin berjanji bakal mencari kronologi lengkap dari peristiwa penganiayaan tersebut. Agar nanti pihaknya bisa mengambil sikap atas kejadian saat long march itu.

Respons polisi

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan telah mengetahui peristiwa penganiayaan dua anggota Satpol PP yang dilakukan oleh oknum massa buruh.

"Masih kami selidiki. Anggota sedang mendalami korban dan alat bukti," kata Hendro.

Hendro mengungkapkan bakal menindak secara hukum massa aksi yang terbukti melakukan kekerasan. Oleh karena itu, aparat kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan.

"Akan kami proses sesuai ketentuan. Masih kami dalami," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasatpol PP Surabaya Muhammad Fikser membenarkan adanya kejadian penendangan kepada anggotanya. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di sekitar Jalan Ahmad Yani.

"Memang ada dua anggota saya yang bertugas. Mereka itu melakukan pengawasan di pedestrian di sepanjang Jalan Ahmad Yani," kata Fikser ketika dihubungi melalui telepon.

Baca juga: Khofifah Teken UMK Jatim 2024 Jumat Dini Hari, Buruh Tuntut Kenaikan 15 Persen

"Ada dua anggota saya (mendapatkan penganiyaan) satu ditendang yang viral itu, dan satunya lagi diinjak-injak, diambil terus diinjak-injak," tambahnya.

Fikser mengungkapkan, peristiwa itu berawal ketika anggotanya dimintai tolong oleh seorang warga dibukakan jalan yang macet karena aksi demo buruh Jatim.

Namun, sejumlah buruh tiba-tiba emosi hingga timbulah ketegangan dengan anggota Satpol PP Surabaya. Akhirnya, terjadilah peristiwa penganiayaan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com