KOMPAS.com - Seorang ibu ditemukan di dalam rumahnya bersama sang anak yang merupakan penyandang disabilitas di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.
Kondisi jasad sang ibu bernama Sri Rahayu (66) kondisinya sudah membusuk. Diduga Sri telah meninggal selama 3 hari.
Sementara putranya bernama Arif Budiman (45), meninggal dunia usai warga menemukan jasad Sri.
Baca juga: Misteri Mayat Bayi Kembar yang Dibuang di Sungai Sleman Terungkap dari Klinik Bersalin
"Biasanya korban setiap hari berolahraga naik sepeda. Namun sudah dua hari itu rumahnya tertutup dan dipanggil-panggil tidak merespons," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Pesantren Inspektur Satu (Iptu) Dodik Wargo Hardoyo dalam keterangan tertulisnya pada Kompas.com, Kamis (22/9/2023).
Baca juga: Warga Geger Temukan Mayat Mahasiswi di Dalam Kamar Kos Makassar, Kondisi Sudah Berbau
Kasus meninggalnya ibu dan anak itu berawal saat tetangga curiga korban Sri tak keluar dari rumah selama dua hari.
Salah satu tetangga lantas meminta tolong anaknya untuk mengecek kondisi rumah korban.
Namun saat pintu terbuka, tercium bau busuk yang berasal dari mayat korban yang tergeletak di lantai.
Baca juga: Ibu dan Anak di Kediri Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah
Selain itu, warga juga menemukan Budiman tengah tergolek lemas di ranjang kamar namun dalam kondisi masih hidup.
Budiman mengalami keterbatasan sehingga hanya bisa berbaring di ranjang.
"Sedangkan anaknya (Budiman) kritis karena tidak makan tiga hari," lanjut Dodik.
"Setelah berusaha diselamatkan dikeluarkan dari kamar oleh nakes, Bhabinkamtibmas, dan babinsa, setelah 10 menit anaknya juga meninggal dunia," kata Dodik.
Seperti diberitakan sebelumnya, kedua jenazah segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
Dugaan sementara penyebab kematian Sri karena sakit asam lambung dan vertigo.
Namun demikian pihaknya masih menunggu kepastian penyebabnya karena jasad korban masih divisum.
"Penyebab kematian masih dalam penyelidikan karena hasil visum juga belum keluar." pungkasnya.
Penemuan kedua jasad itu sempat menghebohkan warga sekitar dan segera mendatangi lokasi kejadian.
(Penulis: M Agus Fauzul Hakim | Editor: Pythag Kurniati)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.