Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pabrik Kereta Api Diklaim Terbesar di Asia Tenggara Diresmikan di Banyuwangi

Kompas.com - 10/03/2023, 14:43 WIB
Rizki Alfian Restiawan,
Krisiandi

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pabrik Kereta Api (KA) terbesar di Asia Tenggara, PT Steadler INKA Indonesia (SII), resmi beroperasi.

Pabrik yang berada di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu diresmikan Wakil Menteri II Kartika Wiryoadmojo.

Kartika mengatakan, dibangunnya pabrik tersebut untuk meningkatkan produksi KA kualitas ekspor.

"PT INKA (Industri Kereta Api) sendiri sudah mengekspor ke berbagai negara seperti Bangladesh, Filipina, Singapura, India, Selandia Baru, hingga Australia," katanya saat di Banyuwangi, Jumat (10/3/2023).

Baca juga: Pabrik Kereta Api Senilai Rp 1,6 Triliun Segera Dibangun di Banyuwangi

Menurutnya, Banyuwangi dipilih karena posisinya yang strategis. Terletak tidak jauh dari pelabuhan dan stasiun, sehingga memudahkan mobilisasi produk.

"Selain itu, Banyuwangi juga dikenal sangat mendukung pengembangan dunia usaha untuk membuka lapangan kerja," ungkap Wamen.

Sementara itu Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto mengungkapkan, secara bertahap pabrik itu akan dilengkapi fasilitas inventory yang dibutuhkan untuk memproduksi kebutuhan lain seperti mesin dan lainnya.

Sejalan dengan berdinya pabrik tersebut, Eko mengungkapkan PT INKA dan PT KAI sudah meneken kontrak pengadaan kereta api.

Dijelaskan, kontrak pengadaan kereta dengan PT KAI meliputi pengadaan 16 trainset (12 car atau gerbong per trainset) sarana KRL Baru. Lalu, 612 trainset Kereta SS New Generation untuk program replacement tahun 2023-2026, dan 10 gerbong kereta luxury.

"Untuk KRL pengadaannya senilai Rp 3,4 triliun, sementara untuk kereta replacement dan kereta luxury masing-masing Rp 5,5 triliun dan Rp 150 miliar," ungkap Eko.

Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, workshop PT. INKA bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di Banyuwangi.

Dalam workshop akan membuat car body (badan kereta) dari kontrak pengadaan tersebut.

Secara bertahap, akan dibangun test track sepanjang 4 km dan fasilitas lainnya. Fasilitas itu digunakan untuk menguji gerbong atau lokomotif yang selesai dibuat.

Baca juga: Pabrik Kereta Api Senilai Rp 1,6 Triliun Segera Dibangun di Banyuwangi

Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah berharap dengan adanya workshop INKA di Banyuwangi akan membuka lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal.

"Saya bersama Bupati Ipuk berharap workshop ini akan berdampak menggerakkan ekonomi daerah. Membuka lapangan kerja dan menjadi katalis bagi transportasi publik bukan hanya Banyuwangi, tapi juga nasional," ujar Sugirah.

Seiring dengan diresmikannya workshop pabrik, juga diteken kontrak pengadaan kereta penumpang dan kereta rel listrik (KRL) antara PT INKA (Persero), PT KAI (Persero) dan PT KCI atau KAI Commuter dengan total nilai sekitar Rp 9 triliun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua DPC PSI Gubeng Surabaya Dipecat Usai Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Ketua DPC PSI Gubeng Surabaya Dipecat Usai Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Surabaya
KAI Daop 9 Jember Prediksi Puncak Arus Balik Hari ini, 11.000 Penumpang Sudah Berangkat

KAI Daop 9 Jember Prediksi Puncak Arus Balik Hari ini, 11.000 Penumpang Sudah Berangkat

Surabaya
Korselting Aki, Pemicu Kebakaran Mobil di Tol Jombang-Mojokerto KM 689

Korselting Aki, Pemicu Kebakaran Mobil di Tol Jombang-Mojokerto KM 689

Surabaya
Kasus Pembunuhan di Gunung Katu Malang, Pelaku dan Korban Sama-sama Pernah Ditahan di LP Lowokwaru

Kasus Pembunuhan di Gunung Katu Malang, Pelaku dan Korban Sama-sama Pernah Ditahan di LP Lowokwaru

Surabaya
Pembunuhan di Gunung Katu Malang, Pelaku Mengaku Dipaksa Berhubungan Intim Sejenis oleh Korban

Pembunuhan di Gunung Katu Malang, Pelaku Mengaku Dipaksa Berhubungan Intim Sejenis oleh Korban

Surabaya
Mobil Elf Angkut 16 Penumpang di Tol Pandaan Malang Terbakar, Berawal dari Percikan Api dari Kursi Sopir

Mobil Elf Angkut 16 Penumpang di Tol Pandaan Malang Terbakar, Berawal dari Percikan Api dari Kursi Sopir

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Surabaya
Libur Lebaran, Volume Kendaraan di Kota Batu Capai Angka 1 Juta

Libur Lebaran, Volume Kendaraan di Kota Batu Capai Angka 1 Juta

Surabaya
Perkuat Manajemen Arus Balik Lebaran, ASN Boleh WFH pada 16-17 April

Perkuat Manajemen Arus Balik Lebaran, ASN Boleh WFH pada 16-17 April

Surabaya
Ratusan Vila di Songgoriti Kota Batu Sepi Tamu Lebaran, Ketua Paguyuban Tagih Janji Pemkot

Ratusan Vila di Songgoriti Kota Batu Sepi Tamu Lebaran, Ketua Paguyuban Tagih Janji Pemkot

Surabaya
Kronologi Mobil Terbakar di Tol Jombang-Mojokerto Km 689

Kronologi Mobil Terbakar di Tol Jombang-Mojokerto Km 689

Surabaya
Remaja di Situbondo Bacok Tetangganya di Lapangan, Diduga gara-gara Asmara

Remaja di Situbondo Bacok Tetangganya di Lapangan, Diduga gara-gara Asmara

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com