Puluhan Ekor Burung Tempat Wisata di Lamongan Hilang Dicuri, Ternyata Ulah Pegawai Sendiri

Kompas.com - 25/06/2022, 14:17 WIB

 

LAMONGAN, KOMPAS.com - Burung sun conure yang dipelihara di tempat Wisata Maharani Zoo Lamongan, Jawa Timur dilaporkan hilang.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, diketahui jika hilangnya burung tersebut lantaran dicuri oleh pegawainya sendiri.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro mengatakan, aksi pencurian tersebut terungkap, bermula dari laporan kehilangan yang diterima jajaran Polsek Paciran dari pihak pengelola tempat wisata.

Baca juga: 202 Jenis Burung Berkicau Dijual di Medsos, 57 di Antaranya Satwa Dilindungi

 

Kemudian dilakukan penyelidikan, yang hasilnya mengarah pada tiga sosok pegawai di tempat wisata tersebut.

"Polsek Paciran berhasil melakukan pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan berupa burung sun conure, dengan pelaku tiga orang," ujar Anton, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (25/6/2022).

Anton menjelaskan, ada tiga orang yang kemudian diamankan oleh pihak kepolisian pada Senin (20/6/2022) yakni, Ekanto (50) dan Eka Priyanto Lestari (29) yang berprofesi sebagai petugas keamanan, serta Mohammad Syahroni yang bertugas sebagai keeper di tempat wisata Maharani Zoo.

"Jumlah burung sun conure yang ada di tempat wisata itu terus berkurang, sehingga pihak pengelola melaporkan kejanggalan itu ke polisi," ucap Anton.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Polisi Blora Ini Koleksi 2.374 Piala Burung Berkicau

Semula, populasi burung sun conure yang ada di kandang pada Agustus 2021 terdapat 88 ekor. Namun pada 12 Februari, diketahui menyusut tinggal 46 ekor. Kemudian pada tanggal 3 April 2022 kembali menyusut dan diketahui tinggal 36 ekor, hingga 1 Mei 2022 hanya menyisikan 23 ekor burung.

Dalam kurun waktu tersebut, total sekitar 65 ekor burung sun conure yang telah raib, dengan estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp 130 juta.

Sehingga pihak pengelola tempat wisata kemudian memutuskan, melaporkan kejadian janggal tersebut kepada pihak kepolisian.

"Ketiga pelaku merupakan warga Kecamatan Paciran, dengan saat ini sudah ditangkap dan dilakukan penahanan. Awalnya penyelidikan mengarah pada Ekanto, kemudian perkembangan penyelidikan diketahui turut melibatkan dua pelaku lain, Eka dan Syahroni," kata Anton.

Selain menangkap para pelaku, pihak kepolisian juga sudah mengamankan beberapa barang bukti tindak pencurian tersebut. Di antaranya, kunci serta gembok kandang dan juga rantai pengait pintu kandang.

"Ketiga pelaku kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya delapan tahun penjara," tutur Anton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khofifah Pastikan Logistik dan Layanan Kesehatan Korban Erupsi Semeru Tercukupi

Khofifah Pastikan Logistik dan Layanan Kesehatan Korban Erupsi Semeru Tercukupi

Surabaya
Gas dan Api Setinggi 2 Meter Menyembur dari Sumur Bor Warga Sampang, 1 Orang Terluka hingga Dapur Terbakar

Gas dan Api Setinggi 2 Meter Menyembur dari Sumur Bor Warga Sampang, 1 Orang Terluka hingga Dapur Terbakar

Surabaya
Pikap Terbalik Usai Tertabrak KA di Malang, 3 Orang Satu Keluarga Tewas, Termasuk Seorang Balita

Pikap Terbalik Usai Tertabrak KA di Malang, 3 Orang Satu Keluarga Tewas, Termasuk Seorang Balita

Surabaya
Video Penampakan Buaya Beredar di Media Sosial, BBKSDA Jatim Cari Lokasinya

Video Penampakan Buaya Beredar di Media Sosial, BBKSDA Jatim Cari Lokasinya

Surabaya
Khofifah Sebut Penangan Korban Erupsi Semeru Dibagi Dua, Pemprov Jatim Tangani Kawasan Pronojiwo

Khofifah Sebut Penangan Korban Erupsi Semeru Dibagi Dua, Pemprov Jatim Tangani Kawasan Pronojiwo

Surabaya
Aremania Nyatakan Bakal Gelar Aksi Setiap Pekan, Ini Alasannya

Aremania Nyatakan Bakal Gelar Aksi Setiap Pekan, Ini Alasannya

Surabaya
Truk Tabrak Motor di Gresik, Seorang Pengendara Perempuan Tewas

Truk Tabrak Motor di Gresik, Seorang Pengendara Perempuan Tewas

Surabaya
Warga Lereng Gunung Raung Digegerkan dengan Kemunculan Macan Tutul

Warga Lereng Gunung Raung Digegerkan dengan Kemunculan Macan Tutul

Surabaya
Jelang Natal dan Tahun Baru, Warga Sumenep Mengeluh Harga Bahan Pokok Naik

Jelang Natal dan Tahun Baru, Warga Sumenep Mengeluh Harga Bahan Pokok Naik

Surabaya
Kebakaran Toko di Kediri, Bermula Pemotor Pindahkan BBM di Depan Lokasi

Kebakaran Toko di Kediri, Bermula Pemotor Pindahkan BBM di Depan Lokasi

Surabaya
Cerita Ibu Gendong Bayi dan Gandeng Erat Anak 10 Tahun saat Erupsi Semeru, Panik Dengar Bunyi Gemuruh

Cerita Ibu Gendong Bayi dan Gandeng Erat Anak 10 Tahun saat Erupsi Semeru, Panik Dengar Bunyi Gemuruh

Surabaya
Mahasiswa Unisma Berunjuk Rasa Desak Rektor Dilantik

Mahasiswa Unisma Berunjuk Rasa Desak Rektor Dilantik

Surabaya
Pengelola Padepokan Menolak Dievakuasi Saat Erupsi Semeru, Bupati Lumajang: Harus Evakuasi

Pengelola Padepokan Menolak Dievakuasi Saat Erupsi Semeru, Bupati Lumajang: Harus Evakuasi

Surabaya
Tumpukan Material Sisa APG Semeru Masih Mengepul, Suhu di Atas 200 Derajat Celsius

Tumpukan Material Sisa APG Semeru Masih Mengepul, Suhu di Atas 200 Derajat Celsius

Surabaya
Dugaan Macan Tutul Turun dari Hutan Gunung Raung, Kapolsek: Ditindaklanjuti

Dugaan Macan Tutul Turun dari Hutan Gunung Raung, Kapolsek: Ditindaklanjuti

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.