Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Tertunda karena Pandemi, 586 Calon Jemaah Haji Asal Malang dan Kota Batu Berangkat Tahun Ini

Kompas.com - 20/05/2022, 15:59 WIB
Nugraha Perdana,
Priska Sari Pratiwi

Tim Redaksi


MALANG, KOMPAS.com - Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur yang dipastikan dapat berangkat ke tanah suci sebanyak 586 orang.

Rinciannya, CJH asal Kota Malang mendapatkan kuota 508 orang dan Kota Batu sebanyak 78 orang.

Kasie Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Amsiyono Qowiyyu Aziz mengatakan, CJH yang seharusnya berangkat haji pada tahun 2020 adalah sebanyak 963 orang.

Baca juga: 45 Calon Jemaah Haji Asal Pamekasan Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Namun dengan pembatasan kuota dari Pemerintah Arab Saudi maka dilakukan penyesuaian dan menyusut menjadi 508 orang.

Jumlah tersebut sewaktu-waktu bisa berubah kembali, antara dilakukan pengurangan atau bertambah.

"Sebanyak 140 CJH tidak bisa berangkat karena syarat usia tidak memenuhi, mereka sudah di atas 65 tahun," kata Aziz pada Selasa (17/5/2022).

Sedangkan sebanyak 315 CJH asal Kota Malang masih menunggu kepastian apakah bisa berangkat atau tidak di tahun 2022 ini.

Meski begitu, hingga saat ini para CJH belum ada yang mengundurkan diri atau membatalkan keberangkatannya.

"Kepastiannya menunggu pemberitahuan lebih lanjut, saya minta kepada calon jemaah untuk tetap tenang," katanya.

Dalam persiapannya, Kantor Kementerian Agama Kota Malang juga tetap mengimbau kepada para CJH yang akan maupun masih menunggu kepastian berangkat tetap menjaga kesehatan.

Baca juga: 328 Calon Jemaah Haji Asal Sumenep Berangkat Tahun Ini, Jemaah Diminta Lunasi Pembayaran

78 calon jemaah haji

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Rohmatulloh mengatakan untuk tahun ini dipastikan terdapat 78 CJH yang berangkat ke tanah suci.

Para CJH yang dipastikan berangkat merupakan warga asli dengan KTP Batu dan telah memenuhi syarat usia di bawah 65 tahun serta telah melunasi biaya haji keseluruhan.

Selain itu, mereka juga telah melengkapi syarat lainnya seperti melakukan vaksinasi Covid-19 dosis satu dan dua serta vaksinasi meningitis.

"Untuk kloter Batu kepastian kapan waktu berangkatnya masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut," kata Rohmat.

Kemudian, sebanyak 34 CJH masuk dalam daftar cadangan untuk keberangkatan.

"Cadangan itu kalau nanti dari kuota 78 CJH untuk Kota Batu ada yang tidak bisa berangkat maka digantikan CJH lainnya," katanya.

Baca juga: 16.862 Warga Jatim Berangkat Haji Tahun Ini, Khofifah Siapkan Fasilitas Vaksin Kedua dan Booster

Rohmat mengatakan, sebenarnya total ada 169 CJH yang seharusnya dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tahun 2020.

Namun terdapat satu CJH meninggal dunia sehingga berkurang menjadi 168 CJH.

"Mereka CJH yang mendaftar di tahun 2011 dan ada sekitar 15 persen usianya tidak memenuhi syarat diatas 65 tahun, yang memenuhi syarat masuk di kuota 78 CJH dan cadangan tadi," katanya.

Bagi para CJH yang belum bisa berangkat pada tahun 2022 ini, kata dia, kemungkinan akan dijadwalkan pada tahun 2023 sembari menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemerintah Arab Saudi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

ASN Pemkab Madiun yang WFH Usai Lebaran Tak Sampai 1 Persen

ASN Pemkab Madiun yang WFH Usai Lebaran Tak Sampai 1 Persen

Surabaya
18.000 Orang Tiba di Stasiun Surabaya pada Hari Terakhir Arus Balik

18.000 Orang Tiba di Stasiun Surabaya pada Hari Terakhir Arus Balik

Surabaya
Dinas Pariwisata Sebut Ada 200.000 Wisatawan Kunjungi Surabaya di Lebaran Tahun Ini

Dinas Pariwisata Sebut Ada 200.000 Wisatawan Kunjungi Surabaya di Lebaran Tahun Ini

Surabaya
Polisi Tangkap Remaja dan Anak di Bawah Umur Pembuat Onar di Gresik

Polisi Tangkap Remaja dan Anak di Bawah Umur Pembuat Onar di Gresik

Surabaya
Selain Gus Muhdlor, Win Hendarso dan Saiful Ilah juga Punya Jejak Korupsi di Sidoarjo

Selain Gus Muhdlor, Win Hendarso dan Saiful Ilah juga Punya Jejak Korupsi di Sidoarjo

Surabaya
Keponakan Habisi Nyawa Pamannya di Bangkalan, Polisi Periksa 3 Saksi

Keponakan Habisi Nyawa Pamannya di Bangkalan, Polisi Periksa 3 Saksi

Surabaya
Perampokan di Gresik, Korban asal Tuban Sempat Mengira Pelaku adalah Suaminya

Perampokan di Gresik, Korban asal Tuban Sempat Mengira Pelaku adalah Suaminya

Surabaya
Bupati Sidoarjo Jadi Tersangka KPK, Pj Gubernur Jatim Hormati Proses Hukum

Bupati Sidoarjo Jadi Tersangka KPK, Pj Gubernur Jatim Hormati Proses Hukum

Surabaya
Diduga Tabung Gas Bocor, Warung di Magetan Ludes Dilalap Api

Diduga Tabung Gas Bocor, Warung di Magetan Ludes Dilalap Api

Surabaya
Harga Relatif Mahal dan Terbuat dari Besi Anti Karat, Meteran Air Pelanggan PDAM di Kota Malang Kerap Dicuri

Harga Relatif Mahal dan Terbuat dari Besi Anti Karat, Meteran Air Pelanggan PDAM di Kota Malang Kerap Dicuri

Surabaya
Bupati Sidoarjo Tersangka Korupsi, Tim Hukum: Kami Akan Ajukan Praperadilan

Bupati Sidoarjo Tersangka Korupsi, Tim Hukum: Kami Akan Ajukan Praperadilan

Surabaya
Wisatawan Keluhkan Akses Jalan Rusak Menuju Pantai Selatan Malang

Wisatawan Keluhkan Akses Jalan Rusak Menuju Pantai Selatan Malang

Surabaya
Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Sidoarjo Belum Dapat Surat Panggilan Pemeriksaan

Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Sidoarjo Belum Dapat Surat Panggilan Pemeriksaan

Surabaya
Anjing Maltese Mati Usai Disiksa 4 Pemuda di Jember, Pemilik Lapor Polisi

Anjing Maltese Mati Usai Disiksa 4 Pemuda di Jember, Pemilik Lapor Polisi

Surabaya
Pemuda 26 Tahun di Banyuwangi Hilang Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Pemuda 26 Tahun di Banyuwangi Hilang Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com