Alami "Bird Strike", Pesawat Lion Air Tujuan Makassar Kembali ke Surabaya, Ini Kronologinya

Kompas.com - 19/05/2022, 12:47 WIB

KOMPAS.com - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-800, mengalami insiden tabrak burung atau bird strike di udara, Rabu (18/5/2022) petang.

Diketahui bahwa pesawat bernomor registrasi PK-LHR itu, terbang pukul 16.20 WIB dari Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Apa yang Membedakan Lion Air, Malindo Air, Batik Air, Wings Air, dan Thai Lion Air?

Akibat kejadian itu, pesawat yang mengangkut 222 penumpang dan 7 kru harus kembali mendarat di bandara asal setelah sekitar 15 menit mengudara.

Baca juga: Lion Air Group Buka Lowongan Kerja Pramugari dan Pramugara, Cek Syaratnya

"Hasil pengecekan, pesawat bagian depan sebelah kanan mengalami bird strike. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendetail," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, lewatsiaran pers, Kamis (19/5/2022).

Kronologi

Danang menjelaskan, awalnya fase mengudara berjalan normal.

Namun, berkisar 15 menit, ada indikator di kokpit yang menunjukan indikasi tidak sesuai dengan yang semestinya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali.

Pilot akhirnya memutuskan kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda (return to base/ RTB).

Setelah pesawat mendarat secara normal dan parkir dengan sempurna pada tempatnya, seluruh penumpang diarahkan ke ruang tunggu.

Hasil pengecekan, pesawat bagian depan sebelah kanan mengalami bird strike

Lion Air telah menginformasikan dampak yang timbul kepada seluruh penumpang.

Kemudian, maskapai tersebut mempersiapkan penerbangan JT-800 dengan pesawat pengganti yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LGQ.

Pesawat berangkat pukul 20.13 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.19 WITA.

"Insiden bird strike akan terus dipelajari dalam operasional penerbangan. Dinilai sangat perlu dikembangkan untuk mengantisipasi gangguan burung di sekitar wilayah penerbangan, sebagai keseriusan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan," ujar Danang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantauan Terkini Semeru Erupsi, Guguran Awan Panas Sejauh 7 Km hingga Imbauan PVMBG

Pantauan Terkini Semeru Erupsi, Guguran Awan Panas Sejauh 7 Km hingga Imbauan PVMBG

Surabaya
Pencari Belut di Ngawi Tewas Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Pencari Belut di Ngawi Tewas Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Surabaya
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 7 Km Pagi Ini

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 7 Km Pagi Ini

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 4 Desember 2022 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 4 Desember 2022 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Surabaya
Muhaimin Iskandar: Ada yang Meminta Saya Mundur dari Capres PKB 2024

Muhaimin Iskandar: Ada yang Meminta Saya Mundur dari Capres PKB 2024

Surabaya
Bobol Toko Pakaian di Ngawi, Komplotan Pencuri Bawa Kabur 1.180 Celana Jins Senilai Rp 220 Juta

Bobol Toko Pakaian di Ngawi, Komplotan Pencuri Bawa Kabur 1.180 Celana Jins Senilai Rp 220 Juta

Surabaya
Selama Sebulan, Gunung Semeru Erupsi 88 Kali Per hari

Selama Sebulan, Gunung Semeru Erupsi 88 Kali Per hari

Surabaya
Djon Koeswoyo Berwasiat Ingin Dimakamkan di Tuban Sebelum Meninggal

Djon Koeswoyo Berwasiat Ingin Dimakamkan di Tuban Sebelum Meninggal

Surabaya
'Hasil Otopsi Tak Masuk Akal, Saya Rela Anak Saya Diotopsi Ulang'

"Hasil Otopsi Tak Masuk Akal, Saya Rela Anak Saya Diotopsi Ulang"

Surabaya
Cerita Ivan, Diserang Gangster Saat Berada di Warkop Surabaya, Sembunyi di Toilet

Cerita Ivan, Diserang Gangster Saat Berada di Warkop Surabaya, Sembunyi di Toilet

Surabaya
Ular Kobra 1 Meter Sembunyi di Rumah Warga Gresik, Dievakuasi Tim Damkarla

Ular Kobra 1 Meter Sembunyi di Rumah Warga Gresik, Dievakuasi Tim Damkarla

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 3 Desember 2022 : Pagi Cerah, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 3 Desember 2022 : Pagi Cerah, Malam Hujan Ringan

Surabaya
Curi Ribuan Celana Jins, Komplotan Pencuri Spesialis Toko Pakaian di Ngawi Ditangkap

Curi Ribuan Celana Jins, Komplotan Pencuri Spesialis Toko Pakaian di Ngawi Ditangkap

Surabaya
Pedagang Sayur di Bojonegoro Meninggal Saat Berjualan, Diduga Serangan Jantung

Pedagang Sayur di Bojonegoro Meninggal Saat Berjualan, Diduga Serangan Jantung

Surabaya
Diajak Berwisata ke Hutan Grajagan, Remaja di Banyuwangi Malah Diperkosa Tetangga

Diajak Berwisata ke Hutan Grajagan, Remaja di Banyuwangi Malah Diperkosa Tetangga

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.