Rumah Joglo Tertua di Ngawi Butuh Bantuan Rehabilitasi, Pemkab: Bukan Bangunan Cagar Budaya

Kompas.com - 30/03/2022, 08:47 WIB

NGAWI, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengungkapkan bahwa keberadaan rumah joglo yang diklaim tertua di Ngawi tak mendapat bantuan rehabilitasi karena bukan termasuk bangunan cagar budaya. 

"Rumah itu belum cagar budaya, masih ODCB, obyek diduga cagar budaya," ujar Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi Sulistyono saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (29/3/2022). 

Sulistyono mengaku telah meminta ke pengelola rumah untuk mendaftarkannya sebagai bangunan cagar budaya. Namun hingga kini pengelola rumah belum mengajukan.

Baca juga: Menengok Rumah Joglo Tertua di Ngawi, Dibangun Tahun 1750 Masehi, Lebih Tua dari Benteng Van Den Bosch

“Sudah kami beritahu, bisa didaftarkan di tempat kami. Nanti saya catat, saya deskripsikan baru kita ajukan,” imbuhnya.

Jika sudah didaftarkan, pihaknya akan mengkaji dari sisi sejarah terlebih dulu untuk menentukan rumah joglo tersebut sebagai bangunan cagar budaya.

“Dari historinya masuk, tapi kan sejarahnya belum dikaji. Dibutuhkan kajiannya,” ucap Sulistyono.

Adapun, ia menegaskan bahwa pengelola rumah tak perlu khawatir jika nantinya rumah joglo itu ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. 

Menurutnya, meski berstatus cagar budaya, pemerintah tidak serta merta mengambil alih.

Baca juga: Cerita di Balik Nenek Berbaju Merah di Ngawi Santai Seberangi Rel Saat Kereta Hendak Melintas

 

Dengan status cagar budaya, kata dia, pemerintah justru bisa membantu biaya pemeliharaan dan pelestarian benda cagar budaya.

"Kalau sudah ditetapkan cagar budaya, pemerintah bisa membantu merawat, pemeliharaan dan sebagainya, dan rumah itu tetap miliknya. Tapi biasanya takut kalau dikuasai pemerintah,” kata Sulistyono.

"Contohnya rumah Radjiman Widyodiningrat yang dibantu dari pembangunan pagarnya atau pembiayaan perawatan. Kalau belum cagar budaya tidak bisa,” imbuhnya. 

Sebelumnya, rumah joglo yang dibangun oleh Kanjeng Pangeran Satsro Widekso atau Darmo Menggolo pada tahun 1750 Masehi itu mulai mengalami kerusakan pada atap rumah.

Dibutuhkan biaya cukup besar untuk melakukan rehabilitasi atap rumah joglo yang disebut bangunan tertua di Ngawi itu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Keseruan Lomba Balap Dayung di Gresik, Peserta: Ternyata Susah Juga

Melihat Keseruan Lomba Balap Dayung di Gresik, Peserta: Ternyata Susah Juga

Surabaya
Curi Motor Orang Lain, Pria di Lumajang Malah Tinggalkan Motornya Sendiri

Curi Motor Orang Lain, Pria di Lumajang Malah Tinggalkan Motornya Sendiri

Surabaya
ODGJ di Kota Malang Bakar Rumahnya Sendiri

ODGJ di Kota Malang Bakar Rumahnya Sendiri

Surabaya
Ungkap Jaringan Narkoba, Polrestabes Surabaya Tangkap 8 Pengedar dengan Barang Bukti 90 Kg Sabu

Ungkap Jaringan Narkoba, Polrestabes Surabaya Tangkap 8 Pengedar dengan Barang Bukti 90 Kg Sabu

Surabaya
Buntut Pernyataan Ketum PPP Suharso soal 'Amplop' Kiai, Forum Warga NU Jombang Tuntut Permintaan Maaf

Buntut Pernyataan Ketum PPP Suharso soal 'Amplop' Kiai, Forum Warga NU Jombang Tuntut Permintaan Maaf

Surabaya
Dimediasi Kapolres, Kasat Lantas Madiun yang Mengamuk karena Istri Terpegang Wartawan, Batal Lapor Polisi

Dimediasi Kapolres, Kasat Lantas Madiun yang Mengamuk karena Istri Terpegang Wartawan, Batal Lapor Polisi

Surabaya
Setahun Kabur ke Kalimantan, Pelaku Judi Togel di Sumenep Ditangkap

Setahun Kabur ke Kalimantan, Pelaku Judi Togel di Sumenep Ditangkap

Surabaya
Oknum Jaksa Diduga Sodomi Anak Laki-laki di Hotel Jombang, Dinonaktifkan dari Jabatan

Oknum Jaksa Diduga Sodomi Anak Laki-laki di Hotel Jombang, Dinonaktifkan dari Jabatan

Surabaya
Suka Menyanyi sejak Balita, Farel Prayoga Pernah Mengamen Bersama Sang Ayah

Suka Menyanyi sejak Balita, Farel Prayoga Pernah Mengamen Bersama Sang Ayah

Surabaya
Pria di Surabaya Dihajar Warga Saat Akan Bawa Kabur Motor yang Mesinnya Masih Menyala

Pria di Surabaya Dihajar Warga Saat Akan Bawa Kabur Motor yang Mesinnya Masih Menyala

Surabaya
Cerita Orangtua Farel Tak Dampingi Anaknya di Istana, Mengaku Minder jika Harus Bertemu Presiden

Cerita Orangtua Farel Tak Dampingi Anaknya di Istana, Mengaku Minder jika Harus Bertemu Presiden

Surabaya
Cerita Peringatan HUT RI dari Panti Jompo di Kediri, Mulai dari Lomba hingga Tumpengan

Cerita Peringatan HUT RI dari Panti Jompo di Kediri, Mulai dari Lomba hingga Tumpengan

Surabaya
Farel Prayoga Menggoyang Istana, Orangtua: Tak Percaya Anak Saya Bisa Ketemu Presiden

Farel Prayoga Menggoyang Istana, Orangtua: Tak Percaya Anak Saya Bisa Ketemu Presiden

Surabaya
Pakaian Adat yang Dipakai Farel Prayoga Saat Tampil di Istana Ternyata Seragam Sekolah

Pakaian Adat yang Dipakai Farel Prayoga Saat Tampil di Istana Ternyata Seragam Sekolah

Surabaya
Diperkosa Kenalan Usai Kecelakaan, Pemandu Lagu di Tulungagung Meninggal Dunia

Diperkosa Kenalan Usai Kecelakaan, Pemandu Lagu di Tulungagung Meninggal Dunia

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.