Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Tangkap Warga yang Curi Kabel Milik PT Telkom di Jember

Kompas.com - 15/05/2024, 20:57 WIB
Bagus Supriadi,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - SU (27) dan TH (25), warga Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur, ditangkap Polsek Jenggawah Kabupaten Jember. Keduanya mencuri kabel milik PT Telkom.

Kapolsek Jenggawah AKP Eko Basuki Teguh Argowibowo menjelaskan kronologi kasus tersebut bermula saat polisi menerima informasi dari masyarakat pada Minggu (12/5/2024).

Laporan tersebut yakni adanya penimbunan dan penyimpanan kabel yang diduga milik PT Telkom di dusun Cangkring Baru Desa Cangkring.

Baca juga: Maling Curi Kabel PLN 140 Meter di Pacitan, Listrik 3 Desa Padam

"Setelah itu, Polres Jenggawah melakukan penyelidikan hingga mendapati dua penghuni rumah tersebut," kata dia kepada Kompas.com via telepon, Rabu (15/5/2024).

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan di rumah itu. Ternyata di dalamnya terdapat dua penghuni rumah tersebut.

Selain itu, juga ditemukan kabel sebanyak 450 batang yang sudah dipotong-potong menjadi 2 meter dan 1 meter.

Setelah dilakukan interogasi, dua penghuni rumah itu mengaku mengambil kabel atas suruhan RJ yang sekarang menjadi buronan polisi.

"Kedua  tersangka itu juga mengakui bahwa mereka menguliti kabel-kabel tersebut untuk di ambil material tembaga yang ada di dalam kabel," jelas dia.

Baca juga: Pria Asal Jakarta Tertangkap Warga Saat Hendak Curi Kabel Tembaga PLN

Akhirnya, polisi membawa dua pelaku itu ke Mapolsek Jenggawah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu kapak besar, dua buah cutter dan 450 batang kabel.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 480 KUHP Juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com