Cegah Penularan PMK, Bupati Madiun: Hewan Ternak dari Magetan Tidak Boleh Masuk

Kompas.com - 18/05/2022, 13:40 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Madiun menyiapkan petugas khusus untuk memeriksa lalu lintas keluar masuk sapi di wilayah perbatasan. Kebijakan itu diambil setelah belasan sapi di Kabupaten Magetan terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Secara geografis, Kabupaten Magetan merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun.

Baca juga: Mengabadikan Magetan dalam Ribuan Karya Foto Sejak 1969, Mbah Sarkoem Dapat Penghargaan

"Hewan ternak (sapi dan kambing) dari Magetan tidak boleh masuk kesini. Untuk itu sudah kami tempatkan petugas di perbatasan," kata Bupati Madiun Ahmad Dawami di Pasar Hewan Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022).

Pria yang akrab disapa Kaji Mbing ini menyatakan, Pemkab Madiun dibantu Polres Madiun mengawasi keluar masuk hewan ternak. Teknisnya, Polres Madiun menyiapkan petugas di titik-titik lalu lintas keluar masuk hewan ternak.

Tak hanya itu, Pemkab Madiun sudah memetakan wilayah yang jadi endemi PMK. Selain itu, sudah memetakan kabupaten tetangga yang sudah menjadi endemi PMK.

Kaji Mbing mengatakan, pengawasan juga dilakukan di pasar hewan di Kabupaten Madiun. Saat ini, ada empat pasar hewan ternak tingkat kabupaten dan dua pasar hewan di tingkat desa.

Untuk antisipasi penularan, jelas Kaji Mbing, seluruh petugas dari dinas peternakan turun ke lapangan mengedukasi peternak agar pencegahan bisa maksimal.

"Hari ini belum ada laporan yang masuk ke saya adanya laporan PMK. Kalau ada temuan kasus, peternak harus segera mengisolasi sapinya. Selain itu segera menghubungi manteri hewan terdekat," tutur Kaji Mbing.

Ia meminta peternak tidak nekat menjual sapi yang sakit ke pasar. Hal itu dilakukan agar tidak ada warga yang dirugikan.

Baca juga: Wabah PMK Masuk Madiun, Wali Kota: Petugas Disperta Jangan Tidur

"Kalau dibiarkan dan tidak dimonitoring lalu ada yang terinfeksi maka harga ternak turun. Selain itu kalau ditemukan kasus, maka warga Madiun tidak bisa jual ternak keluar," kata Kaji Mbing.

Kaji Mbing menambahkan, pedagang dari luar daerah harus mengantongi surat keterangan sehat bagi ternak mereka jika ingin berjualan di Madiun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Heroik Penjaga Rel di Lamongan, Lari Hentikan Pemotor yang Nyaris Tertabrak KA hingga Harus Dioperasi

Kisah Heroik Penjaga Rel di Lamongan, Lari Hentikan Pemotor yang Nyaris Tertabrak KA hingga Harus Dioperasi

Surabaya
Khofifah Pastikan Logistik dan Layanan Kesehatan Korban Erupsi Semeru Tercukupi

Khofifah Pastikan Logistik dan Layanan Kesehatan Korban Erupsi Semeru Tercukupi

Surabaya
Gas dan Api Setinggi 2 Meter Menyembur dari Sumur Bor Warga Sampang, 1 Orang Terluka hingga Dapur Terbakar

Gas dan Api Setinggi 2 Meter Menyembur dari Sumur Bor Warga Sampang, 1 Orang Terluka hingga Dapur Terbakar

Surabaya
Pikap Terbalik Usai Tertabrak KA di Malang, 3 Orang Satu Keluarga Tewas, Termasuk Seorang Balita

Pikap Terbalik Usai Tertabrak KA di Malang, 3 Orang Satu Keluarga Tewas, Termasuk Seorang Balita

Surabaya
Video Penampakan Buaya Beredar di Media Sosial, BBKSDA Jatim Cari Lokasinya

Video Penampakan Buaya Beredar di Media Sosial, BBKSDA Jatim Cari Lokasinya

Surabaya
Khofifah Sebut Penangan Korban Erupsi Semeru Dibagi Dua, Pemprov Jatim Tangani Kawasan Pronojiwo

Khofifah Sebut Penangan Korban Erupsi Semeru Dibagi Dua, Pemprov Jatim Tangani Kawasan Pronojiwo

Surabaya
Aremania Nyatakan Bakal Gelar Aksi Setiap Pekan, Ini Alasannya

Aremania Nyatakan Bakal Gelar Aksi Setiap Pekan, Ini Alasannya

Surabaya
Truk Tabrak Motor di Gresik, Seorang Pengendara Perempuan Tewas

Truk Tabrak Motor di Gresik, Seorang Pengendara Perempuan Tewas

Surabaya
Warga Lereng Gunung Raung Digegerkan dengan Kemunculan Macan Tutul

Warga Lereng Gunung Raung Digegerkan dengan Kemunculan Macan Tutul

Surabaya
Jelang Natal dan Tahun Baru, Warga Sumenep Mengeluh Harga Bahan Pokok Naik

Jelang Natal dan Tahun Baru, Warga Sumenep Mengeluh Harga Bahan Pokok Naik

Surabaya
Kebakaran Toko di Kediri, Bermula Pemotor Pindahkan BBM di Depan Lokasi

Kebakaran Toko di Kediri, Bermula Pemotor Pindahkan BBM di Depan Lokasi

Surabaya
Cerita Ibu Gendong Bayi dan Gandeng Erat Anak 10 Tahun saat Erupsi Semeru, Panik Dengar Bunyi Gemuruh

Cerita Ibu Gendong Bayi dan Gandeng Erat Anak 10 Tahun saat Erupsi Semeru, Panik Dengar Bunyi Gemuruh

Surabaya
Mahasiswa Unisma Berunjuk Rasa Desak Rektor Dilantik

Mahasiswa Unisma Berunjuk Rasa Desak Rektor Dilantik

Surabaya
Pengelola Padepokan Menolak Dievakuasi Saat Erupsi Semeru, Bupati Lumajang: Harus Evakuasi

Pengelola Padepokan Menolak Dievakuasi Saat Erupsi Semeru, Bupati Lumajang: Harus Evakuasi

Surabaya
Tumpukan Material Sisa APG Semeru Masih Mengepul, Suhu di Atas 200 Derajat Celsius

Tumpukan Material Sisa APG Semeru Masih Mengepul, Suhu di Atas 200 Derajat Celsius

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.