Salin Artikel

Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Malang, Tersangka Peragakan 7 Kelompok Adegan

MALANG, KOMPAS.com - Tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi istri, James Loodewyk Tomatala (61), menjalani rekonstruksi pada Selasa (23/1/2024). Proses rekonstruksi berlangsung selama satu jam mulai pukul 09.24 hingga 10.11 WIB di rumah tersangka yang berada di Jalan Serayu Nomor 6 RT 2 RW 4 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Total, ada tujuh kelompok adegan yang diperagakan oleh tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto menyampaikan, tujuan dilaksanakannya rekonstruksi untuk memperjelas antara hasil keterangan para saksi dengan alat bukti yang ada.

Seluruh rangkaian adegan dilakukan mulai dari tersangka datang ke rumahnya bersama korban, yakni istrinya Ni Made Sutarini (55). Selanjutnya, tersangka bersama korban terjadi cekcok hingga mutilasi terhadap korban.

"Sehingga, jelas tergambar seluruh rangkaian adegan, mulai datang ke rumah bersama korban hingga terjadi percekcokan, kemudian terjadi pembunuhan, kemudian ada upaya-upaya untuk memutilasi dari korban sendiri," kata Kompol Danang pada Selasa.

Dia menyampaikan, proses rekonstruksi penting dilakukan juga guna mempermudah pihaknya dalam proses penyidikan, penuntutan, maupun persidangan. Kompol Danang menyampaikan, bahwa proses rekonstruksi berjalan sesuai dengan fakta yang ada.

"Untuk saat ini alhamdulillah sesuai dengan fakta yang kita temukan dari keterangan saksi, baik dari alat bukti yang kita lakukan penyitaan, maupun hasil visum yang sudah kita dapatkan," katanya.

Tersangka memutilasi korban dalam keadaan hidup dan pingsan setelah terlebih dahulu dipukul. Seluruh proses mutilasi dilakukan tersangka di bagian teras rumah.

Proses selanjutnya, pihaknya akan segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Malang.

"Tentunya berkas kita segera lengkapi untuk segera kirimkan ke rekan kejaksaan," katanya.

Pihaknya juga masih menunggu berkas perkara dari penyidik Sat Reskrim Polresta Malang Kota untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan, penyidik akan mengirim berkas perkara, kemudian kita teliti, apakah memenuhi syarat formil atau materil, terutama sangkaan pasal, alat bukti dan sebagainya untuk pembuktian di persidangan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, tersangka James Loodewyk Tomatala (61) diduga membunuh dan memutilasi istrinya sendiri yakni Ni Made Sutarini (55). Aksi keji tersebut dilakukan di rumah tersangka.

Diketahui, korban dibunuh pada Sabtu (30/12/2023) siang. Kemudian, tersangka yang merupakan pensiunan pegawai BUMN itu kebingungan untuk menyembunyikan jasad istrinya.

Dengan memakai pisau besar (parang) dan pisau kecil, tersangka memutilasi jenazah korban menjadi 10 bagian. Kemudian, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam ember yang ada di halaman rumah.

Pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Blimbing pada Minggu (31/12/2023) sekitar pukul 08.45 WIB. Polisi segera datang ke lokasi rumah tersangka dan melakukan olah TKP.

Sedangkan jenazah korban, dievakuasi dan dibawa ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dari hasil penyelidikan, permasalahan rumah tangga menjadi motif tersangka tega menghabisi nyawa korban.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka James Loodewyk Tomatala dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu, Pasal 351 ayat (3) KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 340 KUHP subsider Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

https://surabaya.kompas.com/read/2024/01/23/150758278/rekonstruksi-kasus-mutilasi-di-malang-tersangka-peragakan-7-kelompok-adegan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke