Ribuan orang mulai dari pengurus cabang, MWC, hingga ranting NU itu berkumpul di Jalan Ahmad Yani Lumajang.
Tidak ketinggalan rombongan yang berasal dari badan otonom (banom) NU seperti Fatayat, Pagar Nusa, IPNU, ISNU, dan Ansor.
Setidaknya, lebih dari 300 kendaraan mulai dari bus besar, mini bus, hingga kendaraan pribadi mengangkut para jemaah.
Salah satu peserta rombongan, Ahmad Salakhuddin mengatakan, mereka memilih berangkat langsung ke Sidoarjo untuk mencari berkah para kiai.
"Niatnya tabarukan (mencari berkah) dari para kiai. Memang bisa lihat di televisi tapi kalau tidak datang langsung kayak gak afdal," kata Ahmad di Lumajang, Senin.
Tidak hanya itu, kendaraan pengangkut pasir dan kendaraan industri juga dilarang beraktivitas mulai pukul 11.00-17.00 WIB.
Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson Situmorang menjelaskan, pihaknya menurunkan 150 personel untuk mengawal para jemaah mulai dari keberangkatan sampai kembali lagi ke Lumajang.
"Kami telah menurunkan 150 personel untuk melakukan pengamanan, pengawalan memastikan rombongan ini bisa selamat, aman, dan nyaman sampai ke Sidoarjo," jelas Boy Jeckson.
Soal skenario kepulangan jemaah dari Sidoarjo, Boy menugaskan para perwira polisi untuk menjadi pendamping masing-masing rombongan.
"Pemulangan, kami telah membagi perwira sebagai koordinator dari masing-masing rombongan. Kita pastikan tidak ada satu pun warga Lumajang yang akan tercecer, tidak ada satu pun yang akan mengalami kendala selama di Sidoarjo," pungkasnya.
https://surabaya.kompas.com/read/2023/02/06/193604778/4600-warga-lumajang-berangkat-ke-sidoarjo-rayakan-1-abad-nu-kapolres-beri
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan