NEWS
Salin Artikel

Sejarah Provinsi Jawa Timur dan Penentuan Hari Jadi yang Dirayakan Setiap 12 Oktober

KOMPAS.com - Jawa Timur adalah sebuah wilayah administrasi setingkat provinsi yang berada di bagian paling timur dari Pulau Jawa.

Secara astronomis, Jawa Timur terletak pada posisi antara 7°12’-8°48’ Lintang Selatan dan 111°0’- 114°4’ Bujur Timur.

Batas wilayah Provinsi Jawa Timur bagian utara adalah Laut Jawa, bagian timur berbatasan dengan Selat Bali, bagian selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, dan bagian barat berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.

Luas wilayah Jawa Timur yang berupa daratan baik di Pulau Jawa, Pulau Madura, dan pulau-pulau kecil lainnya adalah seluas 47.803,49 km2.

Wilayah administratif Provinsi Jawa Timur saat ini terbagi menjadi 38 wilayah, yang terdiri dari 29 kabupaten dan 9 kota.

Sejarah Provinsi Jawa Timur

Sebelum menjadi sebuah provinsi seperti saat ini, Jawa Timur telah mengalami sejarah yang panjang dalam pengembangan wilayahnya.

Dilansir dari laman Prokopim Pemkab Trenggalek, pembentukan struktur pemerintahan dan kewilayahan Jawa Timur dapat ditelusuri dari beberapa sumber sejarah.

Salah satu sumber sejarah yang ada di wilayah Jawa Timur adalah ditemukannya Prasasti Dinoyo.

Dalam Prasasti dinoyo disebutkan bahwa sejak abad ke-8, tepatnya pada sekitar tahun 760 M di Jawa Timur telah muncul suatu satuan pemerintahan di Pulau Jawa bagian timur yaitu Kerajaan Kanjuruhan yang berdiri di wilayah Malang.

Kemudian pada abad ke-10, Jawa Timur yang semula merupakan wilayah pinggiran dari Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah, berkembang menjadi pusat kekuasaan berbagai kerajaan besar.

Sebut saja Kerajaan Medang, Kerajaan Kahuripan, Kerajaan Daha-Jenggala, Kerajaan Singasari, dan Kerajaan Majapahit.

Pada masa itu, sosok Mpu Sindok menjadi tokoh paling berjasa yang berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan di Jawa Timur.

Struktur pemerintahan kerajaan tertata secara hirarkis terdiri dari pemerintah pusat (kraton), watek (daerah) ,dan wanua (desa).

Struktur ini terus bertahan sampai abad ke-13 di masa kekuasaan Kerajaan Singasari.

Baru pada abad ke-13 terjadi perubahan struktur ketatanegaraan di mana mulai dikenal struktur nagara (provinsi).

Seperti yang tercantum dalam Prasasti Mulamalurung dari masa Wisnu Wardhana yang juga bergelar Sminingrat, diketahui bahwa struktur pemerintahan Kerajaan Singasari terdiri dari pusat (kraton), nagara (provinsi), watek (daerah) ,dan wanua (desa).

Struktur ini disempurnakan pada era Kerajaan Majapahit yang memiliki struktur pemerintahan berupa pusat (kraton), nagara (provinsi/bhatara), watek (kabupaten/wiyasa/tumenggung), lurah (kuwu/kademangan), wanua (desa/thani/petinggi), dan kabuyutan (dusun/rama).

Selanjutnya pada masa Kerajaan Mataram, wilayah kembali dibagi secara konsentris terdiri dari kuthagara/nagara (pusat/ kraton), negaragung/ negaraagung (provinsi dalam), mancanegara (provinsi luar), kabupaten, dan desa.

Secara etimologis, sebutan Jawa Timur muncul pada zaman Kerajaan Mataram Islam dengan nama Bang Wetan, dengan wilayah meliputi seluruh Pesisir Wetan dan Mancanagara Wetan (pedalaman Jawa Timur).

Setelah kejadian Geger Pecinan di Kartasura, seluruh wilayah pesisir utara Jawa dan seluruh Pulau Madura berakhir jatuh ke tangan penjajah.

Sementara daerah kekuasaan Mataram tinggal tersisa di wilayah pedalaman Jawa yang meliputi Mancanagara Wetan dan Mancanagara Kulon.

Bahkan setelah Perang Diponegoro , seluruh Jawa Timur (Bang Wetan) jatuh ke tangan pemerintah Hindia Belanda.

Politik imperialisme yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda pada awal abad ke-20 kemudian membentuk Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Provincient van Oost Java) dengan struktur pemerintahan, wilayah dan birokrasi tidak jauh berbeda seperti yang ada sekarang.

Hal ini terus berlanjut termasuk saat pendudukan Jepang hingga masa Proklamasi Kemerdekaan di tahun 1945.

Sejarah Hari Jadi Provinsi Jawa Timur

Sejarah hari jadi Provinsi Jawa Timur tak lepas dari peristiwa penetapan provinsi dan pengangkatan gubernur pasca kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945.

Berdasarkan Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 yang dikeluarkan pada Tanggal 19 Agustus 1945 oleh PPKI, R.M.T. Soerjo yang kala itu menjabat Residen Bojonegoro ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur yang pertama. dan dilantik Tanggal 5 September 1945.

R.M.T. Soerjo harus menyelesaikan tugas-tugasnya di Bojonegoro sampai Tanggal 11 Oktober 1945, sebelum kemudian pindah ke Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 1945.

Kepindahan tersebut menandai dimulainya pemerintahan Provinsi Jawa Timur di Indonesia.

Atas dasar pertimbangan perjalanan sejarah inilah, maka diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 yang menetapkan Tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Jawa Timur.

Sumber:
jatimprov.go.id  
prokopim.trenggalekkab.go.id  

https://surabaya.kompas.com/read/2022/10/04/185342878/sejarah-provinsi-jawa-timur-dan-penentuan-hari-jadi-yang-dirayakan-setiap

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.