NEWS
Salin Artikel

Tekan Inflasi, Pemkab Madiun Jual Sembako Murah di Kantor Desa

MADIUN, KOMPAS.com - Untuk menekan laju inflasi yang terus merangkak naik, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro menjual sembako murah di kantor desa. Sembako yang dijual mulai dari beras, minyak goreng, telur, gula pasir, mi instan, hingga bawang merah dan bawang putih.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Toni Eko Prasetyo mengatakan, kegiatan jual sembako murah dilakukan untuk menekan inflasi setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik.

Tak hanya itu, sembako murah itu juga untuk menumbuhkan daya beli masyarakat agar angkat stunting di Kabupaten Madiun ikut turun.

“Jadi operasi pasar ini untuk menekan inflasi sekaligus menurunkan angka stunting di desa. Karena, berdasarkan SK Bupati Madiun terdapat sejumlah desa yang harus diintervensi agar kasus stuntingnya turun," kata Toni saat dikonfirmasi di sela-sela operasi pasar murah di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari.

Pantuan Kompas.com di lokasi operasi pasar murah di Desa Mojorejo, operasi pasar itu dipenuhi ibu rumah tangga lantaran tergiur dengan harga bahan pokok yang lebih murah dibandingkan di pasar.

Bagi Toni, menjual sembako murah kepada masyarakat di pedesaan menjadi salah satu cara Pemkab Madiun mensubsidi kebutuhan pangan warga. Kendati dengan harga murah, bahan pokok yang dijual dijamin berkualitas seperti di pasaran.

Toni merinci, per satu kilogram beras, minyak dan gula, Pemkab Madiun mensubsidi sebesar Rp 3.000. Dengan demikian, warga cukup membayar satu kilogram beras dengan harga Rp 6.500 dari harga normal Rp 9.500.

Sementara untuk minyak, warga cukup membayar Rp 10.500 per liter dari harga normal Rp 13.500. Sedangkan gula dijual murah dengan harga Rp 10.500 dari harga normal Rp 13.500.

Khusus untuk telur dan bawang merah, Pemkab Madiun memberi subsidi masing-masing sebesar Rp 4.000 per satu kilogram. Harga telur dijual murah sebesar Rp 20.000 dari harga normal Rp 24.000. Sedangkan bawang merah dijual dengan harga Rp 20.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 24.000.

Khusus untuk pasar murah kali ini, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Madiun menyetok satu ton beras, 900 liter minyak goreng, 900 kilogram gula, 250 kilogram telur, 115 kilogram bawang merah dan 115 kilogram bawang putih, serta 1.000 bungkus mi instan.

https://surabaya.kompas.com/read/2022/09/29/203014578/tekan-inflasi-pemkab-madiun-jual-sembako-murah-di-kantor-desa

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.