Salin Artikel

Oknum Guru SD yang Cabuli 7 Siswi di Kediri Ditetapkan Jadi Tersangka

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Tomy Prambana mengatakan, IM langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka. 

"Saat ini sudah dilakukan penahanan di Mapolres Kediri Kota terhitung sejak tadi malam," ujar Tomy kepada wartawan di Mapolres Kediri Kota, Jumat (29/7/2022).

Tomy menjelaskan, penetapan tersangka dan penahanan tersebut setelah tahapan penyelidikan mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, alat bukti permulaan yang cukup, hingga unsur-unsur pidana yang terpenuhi.

Selain itu juga sudah beberapa kali gelar perkara untuk menentukan status dari penyelidikan ke penyidikan maupun terkait penetapan tersangka.

Mantan Kasatreskrim Pamekasan itu menambahkan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 20 orang saksi dan tersangka.

Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya yang dilakukan setahun terakhir, yaitu Juli 2021 hingga Juli 2022.

Hanya saja terkait jumlah korban, pihaknya belum dapat mengungkapkan karena menurutnya proses penyidikan masih terus berlangsung.

"Ini masih terus kita kembangkan," lanjutnya.

Adapun motif tersangka, kata Prambana, karena hasrat seksual dan melakukan aksinya dengan modus menggelar kelas tambahan atau bimbingan belajar yang digelar sekolah.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yang ada di Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

"Ancaman pidananya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun (pidana) dendanya Rp 15 miliar." ujar Prambana.

Koordinator Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Kediri Heri Nurdianto menyampaikan apresiasinya terhadap langkah kepolisian itu.

 Penegakan hukum yang setegak-tegaknya ini agar membuat efek jera pelaku-pelaku predator anak dan pelaku nantinya agar dihukum seberat-beratnya," ujar Heri.

Dia berharap kasus serupa tidak terjadi lagi di Kediri dan mengajak para pihak untuk bersinergi menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan ramah.

"Sehingga anak-anak bisa nyaman dalam belajar dan terlindungi dari tindak kekerasan termasuk kekerasan seksual," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini mencuat dan terungkap setelah adanya wali murid korban yang melaporkannya ke Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Dari keterangan yang didapatkan oleh Disdik jumlah korban mencapai 7 orang dan telah menjatuhkan sanksi berupa penarikan IM dari guru kelas menjadi staf.

Bergulirnya kasus itu juga membuat Pemkot Kediri membentuk tim yang dikepalai oleh Inspektorat dengan hasil pemecatan IM dari Aparatur Sipil Negara (ASN) per tanggal 20 Juli 2022.


https://surabaya.kompas.com/read/2022/07/29/163106378/oknum-guru-sd-yang-cabuli-7-siswi-di-kediri-ditetapkan-jadi-tersangka

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke