Salin Artikel

Peluru Nyasar dan Air Mata Penyesalan Si Bos

Siang itu, sekitar pukul 12.45 WIB, Daud yang merupakan bos di perusahaan ternak ayam meminta karyawan kepercayaannya, Idam menemaninya berlatih menembak.

Daud menenteng senapan angin jenis PCP dengan kaliber 4,5 milimeter yang dibelinya seharga Rp 3,5 juta.

Senapan tersebut biasanya dipakai untuk memburu burung di belakang rumahnya di Jember.

Daud meminta Idam memasang kardus sasaran tembak ke sebuah pohon kelapa.

Jarak antara titik sasaran dengan posisi menembak sekitar 60 meter.

"Saat itu, korban memasang kardus ke pohon kelapa untuk dijadikan sasaran latihan tembak senapan angin di daerah persawahan di TKP," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Probolinggo AKP Rachmad Ridho, Sabtu (9/4/2022).

Namun tak disangka, kardus yang sempat dipasang tiba-tiba terjatuh.

Idam yang melihat hal tersebut, berusaha memungut dan memasang kembali kardus tersebut.

Di saat yang bersamaan, senapan yang dipegang oleh Daud meletus.

Peluru senapan tersebut meluncur dan mengenai Idam. Saat itu posisi Idam berada tak jauh dari kardus sasaran tembak.

"Peluku mengenai dada sebelah kanan korban. Daud yang mengetahui hal itu langsung membawa Idam ke Puskesmas Condong," kata Ridho.

Di tengah perjalanan, Idam yang merupakan warga Desa Bulang, Kecamatan Gending, Probolinggo tersebut mengembuskan napas terakhirnya.

Polisi langsung bergerak menangani kasus peluru nyasar tersebut.

"Tim Labfor Polda Jawa Timur sudah turun tangan melakukan otopsi terhadap korban. Kami masih menunggu hasilnya," papar Ridhlo.

Sejumlah barang disita, seperti senapan angin, kardus sasaran latihan tembak, 134 peluru, kaus dan celana. Daud pun segera diamankan.

Sehari berselang, Polres Probolinggo menetapkan Daud sebagai tersangka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.

"Daud sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung diamankan ke Mapolres Probolinggo," ujarnya, Jumat (8/4/2022).

Daud yang merupakan warga Sumbersari, Jember dijerat Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Dia dianggap lalai hingga membuat orang meninggal dunia.

Air mata Daud menetes saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Sabtu (9/4/2022).

Dia tak menyangka, salah satu karyawan terbaiknya justru tewas oleh peluru nyasar dari senapannya.

"Saya tak ada niat sama sekali dan tak sengaja atas semua ini," Daud terisak.

Baginya, Idam adalah sosok karyawan yang baik. Bahkan dia menganggap pemuda tersebut sebagai saudara.

"Almarhum bekerja memberi makan ayam saya. Dia anak yang baik dan tidak pernah ada masalah dengan saya. Kami sudah bersama selama bertahun-tahun dan saya anggap sebagai saudara," ujar dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol | Editor: Andi Hartik, Pythag Kurniati)

https://surabaya.kompas.com/read/2022/04/10/050600978/peluru-nyasar-dan-air-mata-penyesalan-si-bos

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke