NEWS
Salin Artikel

Kaki Anaknya Ditendang Usai Operasi, Warga Banyuwangi Laporkan Bocah MTs ke Polisi

Bocah yang merupakan teman anaknya itu dilaporkan karena diduga menendang kaki putranya.

Padahal, putra pelapor masih dalam pemulihan pascaoperasi patah tulang kaki. 

Kronologi

Kapolsek Licin, Iptu Dalyono mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut.

Kejadian itu melibatkan dua anak sesama pelajar kelas 1 sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di Kecamatan Licin.

Dia mengatakan, korban sebelumnya mengalami kecelakaan hingga salah satu tulang pahanya patah.

Setelah menjalani operasi dan pemulihan enam bulan, dia kembali bersekolah.

Namun sebetulnya kondisi kakinya belum pulih sepenuhnya. Korban pun harus menggunakan alat bantu jalan.

Kaki ditendang

"Pada suatu saat, habis menjalani operasi, anak dari saudara Imam masuk sekolah kembali seperti biasa dan mengikuti pelajaran. Atas bantuan seluruh dewan guru yang ada di Mts," kata Dalyono, saat dihubungi Selasa.

Sepulang sekolah, putra Imam itu duduk di lingkungan sekolah dan menunggu jemputan.

Terduga pelaku mula-mula mengerjai korban dengan menyembunyikan alat bantu jalannya.



Beruntung seorang teman lain yang merasa iba, mengambilkan alat bantu jalan dan menyerahkannya kembali pada korban.

Namun pelaku yang juga teman sekelas korban tak menghentikan aksinya.

Dia mendekati korban dan menendang kakinya yang belum benar-benar sembuh.

Hasilnya korban merasa kesakitan, namun baru bisa diperiksakan ke rumah sakit beberapa hari kemudian, karena menunggu jadwal dokter bedah yang menanganinya.

Infeksi pada bekas luka, dioperasi lagi

Dari pemeriksaan di RS Fatimah Banyuwangi, diketahui terdapat infeksi pada bekas luka patah tulang di paha korban.

"Entah kejadiannya saat itu atau mungkin berselang berapa waktu, dengan cara mungkin sengaja dan tidak sengaja, pada saat yang luka kakinya patah itu duduk, yang luka disaruk, entah pakai lutut entah pakai kaki," kata Dalyono lagi.

Selanjutnya, pihak rumah sakit melakukan operasi pemotongan tulang paha korban sepanjang 4 sentimeter agar infeksi tidak menjalar.

Lapor ke polisi

Atas jasa penanganan medis tersebut, orang tua korban harus membayar Rp 20 juta.

Di sisi lain pelaku dan orang tuanya tidak mau tahu dan tidak hendak bertanggung jawab atas kejadian itu.

Padahal saksi mata dan pelaku telah mengakui bahwa penendangan itu betul-betul terjadi.

Namun tak ada ucapan maaf yang di terima korban dan keluarganya.

Mediasi antar orangtua siswa pun telah dilakukan oleh pihak sekolah.

Namun Imam sebagai ayah korban tidak merasa puas, hingga melaporkan hal itu ke kepolisian.

https://surabaya.kompas.com/read/2022/01/12/091040478/kaki-anaknya-ditendang-usai-operasi-warga-banyuwangi-laporkan-bocah-mts-ke

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.