SIDOARJO, KOMPAS.com - Polisi akhirnya mengungkap motif di balik dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya R, balita berusia 3,5 tahun di Dusun Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026).
Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Kasat Res PPA-PPO) Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah mengatakan, tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh ayah korban, ARY, dipicu masalah rumah tangga.
Istri tersangka diketahui telah meninggalkan rumah sejak sekitar empat minggu lalu.
"Istri tersangka meninggalkan rumah dengan membawa dua anaknya yang lain, yang merupakan adik korban. Sementara korban, yang merupakan anak pertama, ditinggalkan bersama ayahnya," ujar Lailah, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Balita di Sidoarjo Meninggal dengan Luka Lebam, Diduga Dianiaya Sang Ayah
Sejak saat itu, korban disebut sering menangis dan mencari ibunya setiap hari.
Kondisi tersebut diduga membuat tersangka mengalami tekanan emosional hingga akhirnya melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat mengalami kejang.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Tarik Produk Rusak dan Uji Sampel Daging Jelang Lebaran 2026
Saat ini, polisi masih melengkapi proses penyidikan serta mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian balita tersebut.
Sebelumnya, ARY ditangkap polisi setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya, R, balita berusia 3,5 tahun, di rumah mereka di Dusun Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Korban diduga mengalami kekerasan sejak Kamis (5/3/2026) sore dan sempat ditinggalkan sendirian di dalam rumah oleh tersangka.
Keesokan harinya, korban ditemukan oleh tersangka sudah dalam kondisi kejang-kejang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis Rumah Sakit Sidoarjo Barat.
Petugas juga menemukan sejumlah luka memar dan lebam di beberapa bagian tubuh korban, di dahi, bibir, dada, perut, hingga paha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang