Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Balita di Sidoarjo Dianiaya Ayahnya hingga Tewas, Dipicu Persoalan Rumah Tangga

Kompas.com, 10 Maret 2026, 10:14 WIB
Jack Robby Damarjati,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SIDOARJO, KOMPAS.com - Polisi akhirnya mengungkap motif di balik dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya R, balita berusia 3,5 tahun di Dusun Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026).

Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Kasat Res PPA-PPO) Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah mengatakan, tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh ayah korban, ARY, dipicu masalah rumah tangga.

Istri tersangka diketahui telah meninggalkan rumah sejak sekitar empat minggu lalu.

"Istri tersangka meninggalkan rumah dengan membawa dua anaknya yang lain, yang merupakan adik korban. Sementara korban, yang merupakan anak pertama, ditinggalkan bersama ayahnya," ujar Lailah, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Balita di Sidoarjo Meninggal dengan Luka Lebam, Diduga Dianiaya Sang Ayah

Sejak saat itu, korban disebut sering menangis dan mencari ibunya setiap hari.

Kondisi tersebut diduga membuat tersangka mengalami tekanan emosional hingga akhirnya melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat mengalami kejang.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Tarik Produk Rusak dan Uji Sampel Daging Jelang Lebaran 2026

Saat ini, polisi masih melengkapi proses penyidikan serta mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian balita tersebut.

Sebelumnya, ARY ditangkap polisi setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya, R, balita berusia 3,5 tahun, di rumah mereka di Dusun Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Korban diduga mengalami kekerasan sejak Kamis (5/3/2026) sore dan sempat ditinggalkan sendirian di dalam rumah oleh tersangka.

Keesokan harinya, korban ditemukan oleh tersangka sudah dalam kondisi kejang-kejang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis Rumah Sakit Sidoarjo Barat.

Petugas juga menemukan sejumlah luka memar dan lebam di beberapa bagian tubuh korban, di dahi, bibir, dada, perut, hingga paha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Petani di Sampang Tewas Dianiaya Tetangga Pakai Bambu Saat Garap Sawah, Pelaku Diamankan
Petani di Sampang Tewas Dianiaya Tetangga Pakai Bambu Saat Garap Sawah, Pelaku Diamankan
Surabaya
1 Korban Banjir Bandang di Situbondo Ditemukan Tak Bernyawa
1 Korban Banjir Bandang di Situbondo Ditemukan Tak Bernyawa
Surabaya
Keluarga Ungkap Kronologi Pemuda Surabaya Diduga Jadi Korban TPPO, Kirim Pesan Minta Tolong
Keluarga Ungkap Kronologi Pemuda Surabaya Diduga Jadi Korban TPPO, Kirim Pesan Minta Tolong
Surabaya
Mensos Gus Ipul Dorong 5 Juta Peserta PKH Jatim Jadi Anggota KDMP, Kenapa?
Mensos Gus Ipul Dorong 5 Juta Peserta PKH Jatim Jadi Anggota KDMP, Kenapa?
Surabaya
Soroti Konflik Timur Tengah, Kapolri Ajak Buruh Jatim Dukung Upaya Perdamaian Prabowo
Soroti Konflik Timur Tengah, Kapolri Ajak Buruh Jatim Dukung Upaya Perdamaian Prabowo
Surabaya
Bupati Trenggalek Tinjau Proyek Jalan Rp 23,2 M, Minta Aspal Sementara demi Kelancaran Mudik
Bupati Trenggalek Tinjau Proyek Jalan Rp 23,2 M, Minta Aspal Sementara demi Kelancaran Mudik
Surabaya
Hujan Abu Guyur Kecamatan Pasrujambe Lumajang Imbas Awan Panas Gunung Semeru
Hujan Abu Guyur Kecamatan Pasrujambe Lumajang Imbas Awan Panas Gunung Semeru
Surabaya
Kapolres Pecat Tiga Anggota Tidak Hormat dan Beri Penghargaan Pengungkap Pencurian Koper Wisatawan Bromo
Kapolres Pecat Tiga Anggota Tidak Hormat dan Beri Penghargaan Pengungkap Pencurian Koper Wisatawan Bromo
Surabaya
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 3 KM, BPBD Lumajang Pastikan Tak Berdampak
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 3 KM, BPBD Lumajang Pastikan Tak Berdampak
Surabaya
Korban Penipuan Emas dan Pegadaian Pamekasan Pilih Damai, Kerugian Bakal Diganti
Korban Penipuan Emas dan Pegadaian Pamekasan Pilih Damai, Kerugian Bakal Diganti
Surabaya
Pemkab Jember Maraton Cairkan Insentif 21.100 Guru Ngaji dan Modin Jelang Lebaran
Pemkab Jember Maraton Cairkan Insentif 21.100 Guru Ngaji dan Modin Jelang Lebaran
Surabaya
Kasus Dugaan TPPO Pemuda Surabaya, Keluarga Diminta Lapor ke Ditpolairud Polda Jatim
Kasus Dugaan TPPO Pemuda Surabaya, Keluarga Diminta Lapor ke Ditpolairud Polda Jatim
Surabaya
Banjir Rendam Bazar Takjil di Bangkalan Jatim, Pembeli Sepi, Penjual Malah Merugi
Banjir Rendam Bazar Takjil di Bangkalan Jatim, Pembeli Sepi, Penjual Malah Merugi
Surabaya
Petasan Rakitan Meledak di Nganjuk Jatim, 2 Remaja Alami Luka Bakar Serius
Petasan Rakitan Meledak di Nganjuk Jatim, 2 Remaja Alami Luka Bakar Serius
Surabaya
Harga Daging di Kota Blitar Kembali Merangkak Naik Mendekati Lebaran
Harga Daging di Kota Blitar Kembali Merangkak Naik Mendekati Lebaran
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau