Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dugaan Korupsi Mobil Siaga, Sejumlah Kades di Bojonegoro Diperiksa

Kompas.com - 29/05/2024, 20:20 WIB
Hamim,
Andi Hartik

Tim Redaksi

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Bojonegoro terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mobil siaga desa dengan memanggil puluhan kepala desa.

Pada Selasa (28/5/2024), giliran kepala desa di Kecamatan Kedungadem yang dimintai keterangan perihal dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pengadaan mobil siaga desa.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Aditya Sulaiman mengatakan, dari 22 orang kepala desa yang dipanggil untuk dimintai keterangan, hanya 19 kepala desa yang hadir.

Baca juga: Video Kapolsek di Bojonegoro Dipergoki Anak dan Istri Saat Selingkuh, Kapolres: Kami Cek

 

Sisanya, sebanyak 3 kepala desa tidak memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Bojonegoro dengan berbagai macam alasan.

Dua orang kepala desa tidak bisa hadir karena beralasan sakit, sedangkan satu orang kepala desa sedang melaksanakan ibadah haji.

"Ada kepala desa yang sudah datang ke kejaksaan. Tapi balik dengan alasan sakit jantungnya kambuh," kata Aditya Sulaiman dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/5/2024).

Baca juga: Suami Kecanduan Judi Online, 179 Wanita di Bojonegoro Gugat Cerai

Aditya Sulaiman mengaku lupa kepala desa mana saja yang beralasan sakit dan tidak memenuhi panggilan penyidik.

Sejauh ini, pihak kejaksaan sendiri telah memeriksa ratusan kepala desa yang menerima dana Bantuan Keuangan Khusus Pemkab Bojonegoro untuk pengadaan mobil siaga desa.

"Dari total 384 kepala desa, masih tersisa sekitar 200 kepala desa yang belum dilakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Menurutnya, upaya penyidikan masih terus berjalan dan hingga saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 1,8 miliar uang "cashback" pembelian mobil siaga desa yang dikembalikan oleh para kepala desa.

"Untuk uang cashback yang dikembalikan oleh para kepala desa hampir mencapai Rp 1,8 miliar rupiah," ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Bojonegoro menemukan dugaan adanya penyimpangan dalam proses penganggaran dan pembelian mobil siaga desa jenis APV GX dan Luxio secara off the road.

Harga yang ditetapkan untuk pembelian off the road mobil jenis APV itu sendiri sesuai faktur pembeliannya sebesar Rp 114 juta dari nilai kontrak sebesar Rp 242 juta.

Sehingga, ada selisih harga sebesar Rp 128 juta yang digunakan untuk mengurus surat menyurat dari pengadaan mobil tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Surabaya
Situbondo Bangun GOR Bung Karna, Legislator: Namanya Tak Punya Nilai Sejarah

Situbondo Bangun GOR Bung Karna, Legislator: Namanya Tak Punya Nilai Sejarah

Surabaya
Surat Keberatan Ditolak Bupati, Mantan Kadinkes Malang Mengadu ke Gubernur Jatim

Surat Keberatan Ditolak Bupati, Mantan Kadinkes Malang Mengadu ke Gubernur Jatim

Surabaya
Video Viral Rental Mobil di Surabaya 'Blacklist' Pelanggan KTP Pati

Video Viral Rental Mobil di Surabaya "Blacklist" Pelanggan KTP Pati

Surabaya
Sidang Pengeroyokan Siswa MTS di Situbondo, Keluarga Korban Minta Ganti Rugi Rp 2,3 Miliar

Sidang Pengeroyokan Siswa MTS di Situbondo, Keluarga Korban Minta Ganti Rugi Rp 2,3 Miliar

Surabaya
Bromo Ditutup 4 Hari bagi Wisatawan, Catat Tanggalnya

Bromo Ditutup 4 Hari bagi Wisatawan, Catat Tanggalnya

Surabaya
Lima Pemuda Ditangkap saat Hendak Tawuran di Surabaya, Ditemukan 3 Sajam

Lima Pemuda Ditangkap saat Hendak Tawuran di Surabaya, Ditemukan 3 Sajam

Surabaya
Kasus Demam Berdarah di Gresik Meningkat, Ada Korban Jiwa

Kasus Demam Berdarah di Gresik Meningkat, Ada Korban Jiwa

Surabaya
Kronologi Minibus Rombongan Peziarah Tabrak Truk Parkir di Lumajang, Sopir Mengantuk

Kronologi Minibus Rombongan Peziarah Tabrak Truk Parkir di Lumajang, Sopir Mengantuk

Surabaya
Pemkot Surabaya Siapkan Rute Transportasi Publik Sebelum Resmikan Wisata Kota Lama

Pemkot Surabaya Siapkan Rute Transportasi Publik Sebelum Resmikan Wisata Kota Lama

Surabaya
Pabrik Kerupuk di Madiun Hangus Terbakar

Pabrik Kerupuk di Madiun Hangus Terbakar

Surabaya
Tabung Gas Bocor, 3 Rumah di Situbondo Terbakar

Tabung Gas Bocor, 3 Rumah di Situbondo Terbakar

Surabaya
Belum Diresmikan, Wisata Kota Lama Surabaya Sudah Ramai Pengunjung

Belum Diresmikan, Wisata Kota Lama Surabaya Sudah Ramai Pengunjung

Surabaya
Nasdem Sujud Syukur di Tengah Jalan usai Menang dalam Rekap Ulang di KPU Jember

Nasdem Sujud Syukur di Tengah Jalan usai Menang dalam Rekap Ulang di KPU Jember

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com