Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nenek Penjual Bunga Tabur di Lumajang Menabung Belasan Tahun demi Naik Haji

Kompas.com - 18/05/2024, 12:17 WIB
Miftahul Huda,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

LUMAJANG, KOMPAS.com - Perjalanan untuk meraih mimpi pergi ke Tanah Suci tidak mudah bagi sebagian orang. Salah satunya bagi nenek penjual bunga tabur dan sayutan bernama Holipah (69), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Belasan tahun, Holipah menabung dari hasil berjualan bunga dan sayur sampai akhirnya impiannya untuk naik haji terwujud.

Baca juga: 1 Calon Haji Asal Madiun Meninggal, Sempat Mengeluh Tak Enak Badan di Asrama

Semenjak ditinggal oleh mendiang suami pada 2008, Holipah bertekad untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan sayur dan bunga tabur.

Setiap pagi, ia pergi ke pekarangan untuk memetik bermacam-macam bunga dan dijual kembali untuk keperluan orang yang hendak berziarah ke makam keluarganya.

Selain bunga tabur, Holipah terkadang juga berjualan sayuran dan bumbu rempah-rempah.

Baca juga: Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Terkadang ia mengambil dari pekarangan rumahnya. Tidak jarang juga ia membeli dari pekarangan tetangga untuk dijual lagi.

Pada 2012, Holipah meneguhkan hatinya untuk mendaftar haji. 

Setiap harinya, Holipah menyisihkan uang dari berjualan mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 20.000 untuk tabungan pergi haji.

Sedikit uang yang disisihkan dari hasil jualan bunga itu selain ditabung juga diikutkan arisan seminggu sekali. Hasilnya, langsung dititipkan kepada keponakannya, Luluk.

"Awalnya sejak suami saya meninggal, mimpinya pengen saya bisa berangkat haji. Pesan beliau (almarhum suami) disuruh jualan sayur dan kembang. Dapat hasil jualan ya kadang Rp 20.000 itu ditabung. Terus juga ikut arisan juga. Saya titipkan sama ponakan untuk ditabung," kata Holipah di rumahnya, Jumat (17/5/2024).

Holipah bercerita, selain tekun menabung, ia tidak pernah lupa untuk melafalkan selawat untuk Nabi Muhammad SAW setiap hari.

Holipah percaya, selawat yang dilantunkannya setiap hari jadi amalan yang membuatnya dipanggil Nabi Muhammad untuk berkunjung ke Madinah.

"Setiap hari baca selawat, Allahumma Sholli ala Muhammad, itu aja tiap hari," ceritanya.

Baca juga: Waspada MERS-CoV, Jemaah Haji Indonesia Diminta Melapor Jika Alami Demam Tinggi

Kini penantian selama 12 tahun akhirnya sudah di depan mata. 

Holipah saat ini mulai mempersiapkan keberangkatannya dalam kloter 40 di Jember dan dijadwalkan berangkat pada 21 Mei 2024.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya

Sapi Jokowi Berbobot 1 Ton Lebih Tiba di Masjid Al Akbar Surabaya

Sapi Jokowi Berbobot 1 Ton Lebih Tiba di Masjid Al Akbar Surabaya

Surabaya
Kakak-Adik di Ngawi Curi Motor Petani untuk Modal Judi Slot, Pelaku Ditembak Polisi

Kakak-Adik di Ngawi Curi Motor Petani untuk Modal Judi Slot, Pelaku Ditembak Polisi

Surabaya
Curi Ponsel Mantan Pacar di Kamar, Pemuda di Kediri Tepergok Ayah Korban

Curi Ponsel Mantan Pacar di Kamar, Pemuda di Kediri Tepergok Ayah Korban

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Surabaya
Ribuan Hewan Kurban di Kota Malang Dinyatakan Sehat, Dua Ekor Diare

Ribuan Hewan Kurban di Kota Malang Dinyatakan Sehat, Dua Ekor Diare

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Surabaya
Pria di Bangkalan Gantung Diri Usai Bertengkar dengan Mantan Istri

Pria di Bangkalan Gantung Diri Usai Bertengkar dengan Mantan Istri

Surabaya
Kantor Imigrasi Blitar Deportasi 2 WNA Pakistan yang Minta-minta Donasi untuk Palestina

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi 2 WNA Pakistan yang Minta-minta Donasi untuk Palestina

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Surabaya
Warga Banyuwangi Kaget Rekeningnya Diblokir Kantor Pajak, Ini Penjelasan DJP

Warga Banyuwangi Kaget Rekeningnya Diblokir Kantor Pajak, Ini Penjelasan DJP

Surabaya
Mengenal Tradisi Toron yang Dilakukan Warga Madura Jelang Iduladha

Mengenal Tradisi Toron yang Dilakukan Warga Madura Jelang Iduladha

Surabaya
Tradisi Toron Warga Madura Jelang Iduladha, Lalu Lintas Suramadu Padat

Tradisi Toron Warga Madura Jelang Iduladha, Lalu Lintas Suramadu Padat

Surabaya
Ponsel Disita Orangtua karena Kecanduan Game Online, Pelajar di Kabupaten Blitar Bunuh Diri

Ponsel Disita Orangtua karena Kecanduan Game Online, Pelajar di Kabupaten Blitar Bunuh Diri

Surabaya
Tabrakan Beruntun Elf dan 2 Truk di Jember, 1 Orang Luka Parah, 7 Terluka

Tabrakan Beruntun Elf dan 2 Truk di Jember, 1 Orang Luka Parah, 7 Terluka

Surabaya
Libur Iduladha, 9.695 Penumpang Gunakan Kereta Api di Wilayah Daop 9 Jember

Libur Iduladha, 9.695 Penumpang Gunakan Kereta Api di Wilayah Daop 9 Jember

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com