Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria di Probolinggo Perkosa Sepupu Istri, Dibawa ke Hotel 3 Hari

Kompas.com - 18/05/2024, 11:21 WIB
Ahmad Faisol,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Seorang pria beristri di Probolinggo, Jawa Timur berinisial MUZ (31) memperkosa sepupu istrinya berinisial M (14).

Pelaku membawa korban ke hotel selama tiga hari, memperkosa korban dengan iming-iming mobil serta akan dinikahi.

Baca juga: Ayah di Purworejo Perkosa Anak hingga Hamil 8 Bulan

"Pelaku yang merupakan ayah satu anak ini tercatat sebagai warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Prooblinggo ini memacari korban dan berjanji akan memberikan mobil jika mau menikah dengannya," kata Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah, Sabtu (18/5/2024).

Tak hanya memperkosa, MUZ juga melakukan kekerasan fisik yaitu menampar dan menendang korban yang masih di bawah umur.

"Pelaku membawa korban ke hotel, lalu memperkosanya dengan tindakan kekerasan," terang Zainullah.

Baca juga: Pria di Maluku Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Paksa Korban Gugurkan Kandungan

Zainullah menerangkan, korban awalnya tidak jujur kepada orangtuanya perihal kepergiannya selama tiga hari, namun sekitar bulan April 2024 korban akhirnya bercerita tentang perbuatan MUZ kepada korban.

Orangtua korban akhirnya melapor ke Mapolres Probolinggo Kota.

Dari hasil pemeriksaan, korban pergi tanpa kabar sejak Senin (29/1/2024).

Sampai akhirnya pada Kamis (1/2/2024), MUZ menyuruh temannya untuk menjemput korban di penginapan dan membawa korban ke rumah saudara MUZ di Kabupaten Lumajang.

Teman MUZ kemudian mengantar korban ke SPBU Leces untuk dijemput oleh orangtua dan MUZ.

Saat sang ayah menanyakan ke mana putrinya pergi, korban masih belum mengaku dan berbohong karena ada MUZ berada di samping orangtua korban pada Jumat (17/05/24).

Baca juga: 7 Pria Perkosa Anak di Bawah Umur di Bangka, 5 Pelaku Masih Buron

Namun, dua bulan kemudian, tepatnya bulan April 2024, korban akhirnya jujur kepada orangtuanya bahwa selama tiga hari itu dia diajak pergi oleh MUZ, bukan bersama teman korban.

Korban berterus terang kepada orangtuanya bahwa MUZ telah memperkosa dan menganiaya dirinya.

Geram atas perbuatan MUZ, orangtua korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Probolinggo Kota.

Enam hari setelah dilaporkan ke polisi, tepatnya pada 2 Mei 2024, MUZ berhasil ditangkap oleh tim dari Sat Reskrim Polres Probolinggo Kota.

Berdasarkan keterangan saksi, hasil visum dan gelar perkara, penyidik telah mempunyai bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan MUZ sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

“Terhadap MUZ, kita jerat Pasal 81 sub Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkas Zainullah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KPK Terima 343 Laporan Korupsi di Surabaya, Walkot Eri Cahyadi Buka Suara

KPK Terima 343 Laporan Korupsi di Surabaya, Walkot Eri Cahyadi Buka Suara

Surabaya
PKB Banyuwangi Gamang Usai Nama Gus Makki Hilang dalam Surat Rekomendasi

PKB Banyuwangi Gamang Usai Nama Gus Makki Hilang dalam Surat Rekomendasi

Surabaya
Sapi Jokowi Berbobot 1 Ton Lebih Tiba di Masjid Al Akbar Surabaya

Sapi Jokowi Berbobot 1 Ton Lebih Tiba di Masjid Al Akbar Surabaya

Surabaya
Kakak-Adik di Ngawi Curi Motor Petani untuk Modal Judi Slot, Pelaku Ditembak Polisi

Kakak-Adik di Ngawi Curi Motor Petani untuk Modal Judi Slot, Pelaku Ditembak Polisi

Surabaya
Curi Ponsel Mantan Pacar di Kamar, Pemuda di Kediri Tepergok Ayah Korban

Curi Ponsel Mantan Pacar di Kamar, Pemuda di Kediri Tepergok Ayah Korban

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Surabaya
Ribuan Hewan Kurban di Kota Malang Dinyatakan Sehat, Dua Ekor Diare

Ribuan Hewan Kurban di Kota Malang Dinyatakan Sehat, Dua Ekor Diare

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah

Surabaya
Pria di Bangkalan Gantung Diri Usai Bertengkar dengan Mantan Istri

Pria di Bangkalan Gantung Diri Usai Bertengkar dengan Mantan Istri

Surabaya
Kantor Imigrasi Blitar Deportasi 2 WNA Pakistan yang Minta-minta Donasi untuk Palestina

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi 2 WNA Pakistan yang Minta-minta Donasi untuk Palestina

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Surabaya
Warga Banyuwangi Kaget Rekeningnya Diblokir Kantor Pajak, Ini Penjelasan DJP

Warga Banyuwangi Kaget Rekeningnya Diblokir Kantor Pajak, Ini Penjelasan DJP

Surabaya
Mengenal Tradisi Toron yang Dilakukan Warga Madura Jelang Iduladha

Mengenal Tradisi Toron yang Dilakukan Warga Madura Jelang Iduladha

Surabaya
Tradisi Toron Warga Madura Jelang Iduladha, Lalu Lintas Suramadu Padat

Tradisi Toron Warga Madura Jelang Iduladha, Lalu Lintas Suramadu Padat

Surabaya
Ponsel Disita Orangtua karena Kecanduan Game Online, Pelajar di Kabupaten Blitar Bunuh Diri

Ponsel Disita Orangtua karena Kecanduan Game Online, Pelajar di Kabupaten Blitar Bunuh Diri

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com