Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilkada Kota Malang, Tiga Orang Ambil Formulir Pendaftaran di PDI-P

Kompas.com - 15/05/2024, 17:23 WIB
Nugraha Perdana,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Kantor DPC PDI Perjuangan membuka pendaftaran bakal calon Wali Kota Malang mulai hari ini, Rabu (15/5/2024) hingga Senin (20/5/2024). Sejauh ini sudah ada tiga orang yang mengambil formulir pendaftaran.

Tiga orang itu bernama Ardantya Syahreza, Imam Supandi dan M Karis. Dari tiga nama tersebut, baru M Karis yang sudah menyerahkan formulir kembali.

"Untuk yang mengembalikan masih satu, Pak Karis, untuk yang dua Pak Imam Supandi dan Ardantya Syahreza masih pengambilan. Mereka semua mencalonkan sebagai calon wali kota," kata Pengurus DPC PDI-P Kota Malang, Yusana pada Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Setelah 1,5 Tahun Terkuak Mahasiswi di Malang Dibunuh dan Dirampok Cucu Pemilik Indekos

Rencananya, Kamis (16/5/2024) besok, akan ada satu orang yang hendak mengambil formulir pendaftaran.

Nantinya, hasil penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Malang melalui DPC PDI-P Kota Malang akan disampaikan ke DPD PDI-P Jawa Timur dan DPP PDI-P.

"Jadi untuk sementara kita jaring dari masyarakat, tokoh-tokoh di Kota Malang, selanjutnya kita sampaikan ke Provinsi dan DPP terkait hasil dari tim 5 itu," katanya.

Baca juga: Maju di Pilkada Batam, Sekda Daftar Penjaringan lewat 3 Parpol

Lebih lanjut, sosok Ardantya Syahreza diketahui sebagai Chairman of Malang Health Tourism Board dan pengusaha.

Kemudian, Imam Supandi merupakan Kepala SMK Mahardika, Karangploso, Kabupaten Malang, dan salah satu pengasuh pondok pesantren. Sedangkan, M Karis merupakan mantan ASN Pemkot Malang.

M Karis mengatakan, kedatangannya siang tadi untuk menyerahkan formulir pendaftaran yang sudah dilengkapinya. Sebelumnya, dia telah mengambil formulir pagi tadi.

"Kedatangan saya untuk menyerahkan formulir saya, untuk mendaftarkan sebagai bakal calon wali kota Malang," katanya.

Motivasinya ingin menjadi wali kota Malang karena mau melanjutkan tugasnya sebagai pegawai pemerintah daerah.

Berbekal pengalamannya sebagai ASN di Pemkot Malang selama 18 tahun, Karis percaya diri bisa memimpin Kota Malang. Dia mengaku pernah bertugas di Bappeda dan Bagian Perekonomian Pemkot Malang.

"Saya dua kali di Bappeda berhubungan dengan perencanaan anggaran dan sebagainya. Kemudian saya pernah di Kabag Perekonomian, kaitannya dengan ekonomi kerakyatan. Kota Malang ini harus kembali ke tempo dulu, dengan udara sejuk, kemudian ekonomi kerakyatan menjadi sentra budaya," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com