Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasangan Muda-mudi Mesum di Taman Kota Sumenep, Satpol PP Perketat Pengawasan

Kompas.com - 15/05/2024, 15:44 WIB
Ach Fawaidi,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SUMENEP, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan pasangan muda-mudi sedang berbuat mesum Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, viral di media sosial.

Belakangan, aksi pasangan muda-mudi itu diketahui dilakukan di Taman Kota Jajanan Masyarakat (Tajamara) di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep.

Kepala Satpol PP Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi mengaku sudah menerima laporan terkait video viral tersebut. Namun, pihaknya kesulitan untuk melacak pelaku untuk diberikan peringatan.

"Makanya ke depan ini, kita akan patroli berkala karena memang belum ada pos yang permanen (di Taman Kota Jajanan Masyarakat)," kata Wahyu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Bank BPRS Bhakti Sumekar Milik Pemkab Sumenep Merugi, Satu Cabang Resmi Tutup

Wahyu menjelaskan, laporan terkait aktivitas mesum di Taman Kota Jajanan Masyarakat Sumenep baru pertama kali ia terima. Itu sebabnya, pihaknya akan langsung meningkatkan patroli di kawasan tersebut.

Masyarakat, lanjut dia, juga bisa berpartisipasi aktif dan melaporkan kejadian-kejadian negatif ke Call Center 112.

"Seluruh laporan yang masuk nanti akan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya," tuturnya.

Baca juga: Pilkada Sumenep Tanpa Calon Perseorangan meski Ada yang Ambil Formulir Pendaftaran

Ia pun berharap, masyarakat secara luas lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas publik yang disediakan oleh pemerintah daerah. Salah satunya dengan cara menggunakannya dengan hal-hal yang positif.

"Fasilitas publik seperti taman atau RTH (ruang terbuka hijau) disediakan pemerintah untuk masyarakat agar bisa beraktivitas hal- hal yang dapat menumbuhkan kreativitas yang positif dan bermanfaat baik kepada dirinya maupun kepada masyarakat lainnya," kata dia.

"Maka, fasilitas publik seperti taman atau RTH seyogyanya digunakan sesuai peruntukannya dengan memperhatikan norma- norma kaidah sosial yang berlaku di masyarakat," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com