Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tidak Ada Peminat, KPU Pastikan Pilkada Kabupaten Malang Tanpa Calon Independen

Kompas.com - 13/05/2024, 18:40 WIB
Imron Hakiki,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tahapan penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati perseorangan di Kabupaten Malang telah berakhir.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang mengatakan sejak pendaftaran dibuka pada 8 Mei hingga ditutup pada 12 Mei 2024, tidak ada orang atau kelompok yang menyerahkan syarat dukungan administrasi untuk bakal pasangan calon perseorangan.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika membenarkan hal itu.

Baca juga: PDI-P dan PKB Kuasai Kursi DPRD Kabupaten Malang

Selama lima hari masa pengajuan tersebut, tidak ada perseorangan yang mengajukan permintaan akses ke aplikasi Silonkada ke KPU Kabupaten Malang.

"Benar, tidak ada yang datang menyerahkan syarat dukungan administrasi untuk bakal pasangan calon perseorangan," ungkapnya saat ditemui, Senin (13/5/2024).

Dika, sapaan akrabnya, juga membeberkan persyaratan yang harus dipenuhi para pasangan dari jalur independen atau perseorangan.

Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati perseorangan yang ingin mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Malang harus mendapatkan dukungan minimal 133.522 pemilih yang tersebar di 17 kecamatan.

Penghitungan syarat minimal dan persebaran dukungan bakal pasangan calon itu diambil berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Malang pada Pemilu 2024.

Baca juga: PDI-P Beri Ruang Pertama untuk Petahana pada Pilkada Kabupaten Malang 2024

"Jumlah DPT Kabupaten Malang sebanyak 2.054.178. Kemudian syaratnya 6,5 persen dari jumlah DPT. Artinya jumlah dukungan minimal 133.522 pemilih," terangnya.

Dukungan tersebut dibuktikan dengan lampiran salinan KTP serta surat pernyataan dukungan yang diisi pemilih atau masyarakat yang akan mendukung bakal calon perseorangan.

"Hingga ditutup hari ini, tidak ada yang menyerahkan persyaratan dukungan untuk calon perseorangan dan berdasarkan peraturan KPU RI tidak ada perpanjangan waktu," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Eks Lokalisasi Jadi Tempat Wisata Karaoke di Situbondo Sempat Ricuh

Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Eks Lokalisasi Jadi Tempat Wisata Karaoke di Situbondo Sempat Ricuh

Surabaya
78 Pengawas Pemilu di Situbondo Diduga Keracunan Nasi Kotak

78 Pengawas Pemilu di Situbondo Diduga Keracunan Nasi Kotak

Surabaya
Pemuda di Kediri Curi Ponsel Mantan Pacar karena Penasaran dengan Penggantinya

Pemuda di Kediri Curi Ponsel Mantan Pacar karena Penasaran dengan Penggantinya

Surabaya
Pj Bupati Lumajang Kecewa Sejumlah Kades Bubar Sebelum Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan Usai

Pj Bupati Lumajang Kecewa Sejumlah Kades Bubar Sebelum Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan Usai

Surabaya
Ada Proyek Terowongan, Jalan Joyoboyo Surabaya Ditutup hingga Oktober 2024

Ada Proyek Terowongan, Jalan Joyoboyo Surabaya Ditutup hingga Oktober 2024

Surabaya
Partai Gerindra Tugaskan Wakil Wali Kota Maju dalam Pilkada Kabupaten Blitar

Partai Gerindra Tugaskan Wakil Wali Kota Maju dalam Pilkada Kabupaten Blitar

Surabaya
Nasib Miris Keluarga Direktur Pertama RS Saiful Anwar Malang, Utang Tak Dibayar dan Ditertibkan dari Rumah Dinas

Nasib Miris Keluarga Direktur Pertama RS Saiful Anwar Malang, Utang Tak Dibayar dan Ditertibkan dari Rumah Dinas

Surabaya
Nenek Khodariyah Trauma Usai Nyaris Dibunuh Pacar Cucunya karena Masalah Restu

Nenek Khodariyah Trauma Usai Nyaris Dibunuh Pacar Cucunya karena Masalah Restu

Surabaya
Istri Digoda dan Ditawar, Pria di Probolinggo Bacok Kakek hingga Tewas

Istri Digoda dan Ditawar, Pria di Probolinggo Bacok Kakek hingga Tewas

Surabaya
Pesan Kapolda Jatim Saat Peletakan Batu Pertama di Polres Sumenep

Pesan Kapolda Jatim Saat Peletakan Batu Pertama di Polres Sumenep

Surabaya
Cerita Pria Asal Ponorogo Gadaikan Sawah demi Jadi TKI, Ternyata Tertipu Rp 129 Juta

Cerita Pria Asal Ponorogo Gadaikan Sawah demi Jadi TKI, Ternyata Tertipu Rp 129 Juta

Surabaya
Polisi Tembak Kaki Dua Pencuri 12 Mobil Pikap Antarkota di Jatim

Polisi Tembak Kaki Dua Pencuri 12 Mobil Pikap Antarkota di Jatim

Surabaya
Buaya Muara Muncul di Sungai Santer Jember, Warga Resah dan Takut

Buaya Muara Muncul di Sungai Santer Jember, Warga Resah dan Takut

Surabaya
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka

Surabaya
Jemaah Haji Asal Sampang Meninggal Dunia di Mekkah karena Sakit

Jemaah Haji Asal Sampang Meninggal Dunia di Mekkah karena Sakit

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com