Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringati Hari Kartini, Ratusan Perempuan Berkebaya Ikut Tur Vespa di Kediri

Kompas.com - 21/04/2024, 16:45 WIB
M Agus Fauzul Hakim,
Andi Hartik

Tim Redaksi

KEDIRI, KOMPAS.com - Tur ratusan skuter Vespa di Kota Kediri, Jawa Timur, pada Minggu (21/4/2024), tampak berbeda dari biasanya.

Selain pesertanya adalah perempuan, penampilan mereka juga cukup mencolok, yaitu mengenakan kebaya dan pakaian adat lainnya.

Para perempuan dari beragam usia itu tengah memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2024.

Baca juga: Bandara Dhoho Kediri Layani 1.155 Penumpang hingga H+6 Lebaran

Tur yang mengusung tema Kartini's Day "Ride of Pride" itu juga diikuti oleh Penjabat Wali Kota Kediri Zanariah dan beberapa pejabat perempuan lainnya.

Mereka berkeliling kota menempuh jarak sekitar 5 kilometer dari Balai Kota hingga Taman Joyoboyo sebagai titik akhir sekaligus lokasi puncak acara.

Di Taman Joyoboyo itu mereka menggelar beragam kegiatan. Di antaranya peragaan busana Tenun Ikat Kediri hingga bazar makanan dari usaha mikro kecil dan menengah.

Ketua Panitia kegiatan, Firsty, mengatakan, perayaan itu merupakan event tahunan dan digelar dengan naik skuter karena rata-rata peserta adalah penggemar Vespa.

Baca juga: Kakak Adik Pesta Miras di Waduk Siman Kediri Berujung Petaka, Sang Adik Tewas Tenggelam

"Kami datang dari berbagai komunitas Vespa. Sehingga memang sudah terbiasa menaikinya dan pada momentum Hari Kartini ini kami ingin turut berpartisipasi,” ujar Firsty kepada Kompas.com, Minggu.

Dirinya juga ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa perempuan itu makhluk yang kuat yang layak mendapatkan kesetaraan sebagaimana laki-laki. Hal utama yang diperjuangkan oleh R.A Kartini.

Penggunaan skuter Vespa itu sendiri menurutnya adalah salah satu contohnya. Sebab, Vespa yang selama ini dikenal sebagai kendaraan laki-laki karena susah penggunaannya, saat perempuan diberikan kesempatan ternyata juga bisa mengendarainya.

"Bahwa perempuan itu kuat sehingga harus diberikan ruang kesetaraan.” pungkas Firsty.

Penjabat Wali Kota Kediri Zanariah mengatakan, semua perempuan patut bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Kartini yang telah membuka kesempatan seluas-luasnya untuk bisa berkiprah maupun menunjukkan jati diri.

Halaman:


Terkini Lainnya

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena 'Blindspot'

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena "Blindspot"

Surabaya
Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com