MALANG, KOMPAS.com - Riki Febriansyah (24), pelaku yang menikam seorang calon pengantin pria, Aji Wahyu Nurcahyo (24), dijerat pidana pembunuhan berencana.
Pemuda asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup setelah menewaskan korban di Jembatan Araya Malang, Jawa Timur.
Baca juga: Penusuk yang Tewaskan Calon Pengantin di Jembatan Araya Malang Ditangkap
"Pengenaan pasal pidana 340 KUHP subsider 338 LP subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP yang mengakibatkan meninggalnya orang lain, ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup selama waktu tertentu paling lama 20 tahun," kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto di Mapolresta Malang Kota, Senin (5/6/2023).
Menurut Budi, pelaku menyerahkan diri pada Sabtu (3/6/2023) malam di Polresta Malang Kota. Sebelumnya, pihaknya telah berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku.
"Yang bersangkutan dicari oleh Satreskrim Polresta Malang Kota dan Polsek Blimbing sehingga menyerahkan diri pada hari Sabtu malam di Polresta Malang Kota," katanya.
Baca juga: Akhir Tragis Calon Pengantin Pria di Jembatan Araya Malang...
Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku telah membawa pisau dapur dari kafe di daerah Tirtomoyo, Kabupaten Malang sebelum bertemu korban.
Pisau tersebut memiliki panjang sekitar 30 sentimeter.
"Ya berarti direncanakan sudah dibawa, kecuali dia menemukan itu di TKP digunakan, berarti tidak direncanakan, berarti kan sudah ketemu dengan korban, itu dengan membawa sebilah pisau yang dibawa dari salah satu kafe," katanya.
Baca juga: Sopir Taksi Online di Malang Dilaporkan Hilang Usai Antar Penumpang, Polisi Selidiki
Budi menjelaskan, pelaku dan korban saling mengenal.
Mereka bertemu diduga lantaran masalah asmara. Pacar korban adalah mantan pacar pelaku. Korban dan kekasihnya diduga akan segera menikah.
"Nah ini masih kita dalami terkait tentang apa motif terjadinya perkelahian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain ini masih kita dalami," katanya.
Perkelahian
Kemudian, pelaku dan korban sepakat bertemu di Jembatan Araya, Kota Malang, Jawa Timur untuk menyelesaikan persoalan. Mereka masing-masing ditemani oleh rekan-rekannya.
"Terus tadi kita tanyakan adanya ancaman antara percakapan mereka saling menuding, saling mengancam, sehingga janji di lokasi itu untuk bertemu untuk menyelesaikan perkara," katanya.
Saat bertemu di lokasi kejadian, terjadi perkelahian dan baku hantam.
Kemudian saat korban terjatuh dan lengah ditusuk oleh pelaku dengan pisau yang dibawanya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.