Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapolresta: Tidak Benar Wahyu Kenzo Dibawa Lewat Jalur Darat, Masih di Tahanan Polresta Malang Kota

Kompas.com - 21/03/2023, 19:10 WIB
Nugraha Perdana,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto membantah kabar yang menyebut tersangka kasus robot trading ATG Dinar Wahyu Saptian atau Wahyu Kenzo tidak berada di Tahanan Mapolresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota mengatakan, Wahyu Kenzo masih berada di sel tahanan Mapolresta Malang Kota.

Baca juga: Penyidik Panggil Pembeli Mobil dan Jam Mewah Wahyu Kenzo Hari Ini

"Jadi kami ingin meluruskan bahwa tidak benar ada di media sosial yang menyatakan Wahyu Kenzo dibawa melalui jalur darat, itu tidak benar. Itu masih ada di tahanan Polresta Malang Kota," kata Budi pada Selasa (21/3/2023).

Sebelumnya, Budi menyampaikan, Wahyu Kenzo tak mendapat perlakuan khusus selama masa penahanan.

"Tidak ada perlakuan khusus, seperti tahanan pada umumnya, seperti tahanan narkoba, kasus pencurian-pencurian dan lainnya. Tidak ada previlage," kata Budi pada Selasa (14/3/2023).


Wahyu Kenzo menjalani masa penahanan selama 20 hari sejak ditetapkan sebagai tersangka. Namun, masa penahanan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan. Apabila nantinya tidak cukup, dapat diperpanjang selama 40 hari ke depan untuk melakukan penyidikan dalam kasus ini," katanya.

Baca juga: Ratusan Warga Peringati Tawur Agung Kesanga di Malang, 10 Ogoh-ogoh Diarak

Budi menegaskan, tidak ada upaya-upaya untuk penangguhan tersangka.

"Kami juga luruskan kepada masyarakat bahwa tidak ada upaya-upaya penangguhan. Tetapi apabila ada surat akan kami lakukan gelar perkara, kami akan melihat alasan sebagai subyektif dan objektif," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Alasan Izin Shalat di Masjid, Pria 32 Tahun di Magetan Curi Kotak Amal

Alasan Izin Shalat di Masjid, Pria 32 Tahun di Magetan Curi Kotak Amal

Surabaya
Pengunjung Meningkat selama Libur Lebaran, Omzet Tenant di Pusat Perbelanjaan Kota Malang Naik 100-200 Persen

Pengunjung Meningkat selama Libur Lebaran, Omzet Tenant di Pusat Perbelanjaan Kota Malang Naik 100-200 Persen

Surabaya
Terminal Arjosari Malang Diprediksi Masih Dipadati Penumpang sampai Sepekan Mendatang

Terminal Arjosari Malang Diprediksi Masih Dipadati Penumpang sampai Sepekan Mendatang

Surabaya
Tahanan Polsek Dukuh Pakis Surabaya Melarikan Diri

Tahanan Polsek Dukuh Pakis Surabaya Melarikan Diri

Surabaya
Rumah di Gresik Hangus Terbakar Saat Sang Pemilik Pergi

Rumah di Gresik Hangus Terbakar Saat Sang Pemilik Pergi

Surabaya
Sopir Avanza Berkelahi dengan Kru Bus di Jalan Raya Bojonegoro Saat Arus Balik

Sopir Avanza Berkelahi dengan Kru Bus di Jalan Raya Bojonegoro Saat Arus Balik

Surabaya
Setelah Sopir Bus AKAP di Tulungagung Positif Sabu, Giliran Kernet Bus Tersangka karena Mengonsumsi dan Memiliki Ganja

Setelah Sopir Bus AKAP di Tulungagung Positif Sabu, Giliran Kernet Bus Tersangka karena Mengonsumsi dan Memiliki Ganja

Surabaya
Warga Banyuwangi Diserang Ulat Bulu, Muncul Efek Gatal dan Iritasi di Kulit

Warga Banyuwangi Diserang Ulat Bulu, Muncul Efek Gatal dan Iritasi di Kulit

Surabaya
Puncak Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Perak Diprediksi Terjadi Dua Kali, Ini Waktunya

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Perak Diprediksi Terjadi Dua Kali, Ini Waktunya

Surabaya
42 Pemudik Sakit Mayoritas karena Kelelahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

42 Pemudik Sakit Mayoritas karena Kelelahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Surabaya
Wanita Paruh Baya Curi Uang Rp 200 Juta dan Perhiasan Majikan di Malang

Wanita Paruh Baya Curi Uang Rp 200 Juta dan Perhiasan Majikan di Malang

Surabaya
Libur Lebaran 2024, Toko Oleh-oleh di Kota Batu Diserbu Wisatawan

Libur Lebaran 2024, Toko Oleh-oleh di Kota Batu Diserbu Wisatawan

Surabaya
Puncak Arus Balik, 18.461 Pemudik Naik Kereta Api Tiba di Surabaya

Puncak Arus Balik, 18.461 Pemudik Naik Kereta Api Tiba di Surabaya

Surabaya
Kesan Reiner, Pria Asal Jerman, Saat Pertama Kali Makan Ketupat

Kesan Reiner, Pria Asal Jerman, Saat Pertama Kali Makan Ketupat

Surabaya
Rumah Produksi Roti di Gresik Terbakar, 10 Orang Terluka

Rumah Produksi Roti di Gresik Terbakar, 10 Orang Terluka

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com