SURABAYA, KOMPAS.com - Polresta Malang menetapkan Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo sebagai tersangka kasus dugaan mengoperasionalkan robot trading auto trade gold (ATG).
"Yang bersangkutan WK kita tangkap pada Sabtu (4/3/2023), dan pada Minggu (5/3/2023) yang bersangkutan ditetapkan tersangka," kata Kapolresta Malang Kombes Budhi Hermanto di Mapolda Jatim, Rabu (8/3/2023).
Baca juga: Penangkapan Crazy Rich Asal Surabaya Terkait Robot Trading, Jumlah Korban Diduga 141 Investor
Penyidik Polres Malang telah memanggil Wahyu sebanyak dua kali. Namun, Wahyu tak menghadiri panggilan tersebut.
"Kita panggil dua kali tapi tak hadir, akhirnya pada 4 Maret 2023 kita jemput paksa," jelasnya.
Menurutnya, Wahyu Kenzo dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 115 Jo Pasal 65 Ayat (2) dan Pasal 106 jo Pasal 24 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, Pasal 45A jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, {asal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dan Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU.
Kasus yang menjerat Wahyu bermula ketika polisi menerima laporan dari masyarakat pada 22 September 2022.
Berdasarkan laporan itu, pelapor berinisial MY mengaku gagal menarik dana segar dari aplikasi robot trading yang dioperasikan Wahyu Kenzo.
"Korban hendak melakukan penarikan sebesar USD 25.000 namun gagal. Ditarik USD 2.000 pun juga gagal. Bahkan, penarikan lebih kecil dari itu pun juga masih pending," jelasnya.
Baca juga: Crazy Rich Surabaya, Founder Robot Trading ATG Ditangkap
MY bergabung dengan robot trading auto trade gold (ATG) pada November 2021. Dia membeli mesin robot dengan memberikan uang kepada Wahyu Kenzo sebesar Rp 42 juta dan deposit lebih dari Rp 1 miliar.
Awalnya, korban menerima keuntungan seperti dijanjikan Wahyu Kenzo. Oleh karena itu, pada Januari 2022, MY mentransfer kembali sebesar lebih dari Rp 4 miliar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.