Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Saya Hanya Penjual Burung, Saldo di Rekening Rp 2,5 Juta, Kok Bisa Diblokir KPK"

Kompas.com - 26/01/2023, 18:40 WIB
Pythag Kurniati

Editor

PAMEKASAN, KOMPAS.com- Ilham Wahyudi, seorang penjual burung di Desa Buddih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan kaget setelah rekeningnya diblokir pihak bank atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya bukan pejabat, hanya jualan burung," kata Ilham mengungkapkan rasa keheranannya saat dihubungi oleh Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (26/1/2023).

Akibat pemblokiran tersebut, Ilham tidak bisa menarik uang di rekeningnya yang berjumlah Rp 2,5 juta.

"Saldo saya di rekening sekitar Rp 2,5 juta, kok bisa diblokir KPK," lanjutnya.

Baca juga: Penjual Burung di Pamekasan Kaget Rekeningnya Diblokir Atas Perintah KPK, Ilham: Saya Bukan Pejabat

Terima surat dari bank

Permintaan KPK pada pihak bank untuk memblokir rekeningnya diketahui oleh Ilham setelah pihak bank mengirimkan surat kepadanya.

Surat yang diterima oleh Ilham pada 16 Januari 2023 tersebut menyatakan bahwa Ilham tidak dapat melakukan penarikan dana dari rekening.

Namun rekeningnya masih bisa menerima dana masuk.

Baca juga: Rekomendasi Penanggulangan Banjir di Pamekasan Tak Pernah Dikerjakan Sejak 2017

Tertera pula keterangan yang berbunyi:

Berdasarkan permintaan dari KPK sebagaimana yang dimaksud dalam surat R/35/DAK.01.00/20-23/01/2023, tanggal 11 Januari 2023 perihal pembukaan blokir rekening atas nama Ilham Wahyudi pada tanggal 13 Januari 2023.

Surat itu ditandatangani oleh pimpinan bank cabang Pamekasan.

"Saya sudah terima surat dari bank, tapi rekening saya tetap diblokir. Kalau mau dibuka saya disuruh ke KPK," katanya.

Solusi yang ditawarkan itu tidak bisa dipenuhinya.

"Jangankan ke KPK mau buat belanja kebutuhan keluarga saja masih bingung," kata dia.

Belum ada rencana

Ilham bercerita dirinya tidak bisa melakukan transaksi melalui rekeningnya sejak tanggal 11 Januari 2023.

Ilham kemudian sempat mendatangi teller bank, namun masalah rekeningnya belum terpecahkan.

"Setelah lama diproses ternyata baru terbongkar kalau rekening saya diblokir KPK," ujar dia.

Ilham mengaku sementara ini akan membiarkan saja uang Rp 2,5 juta miliknya di rekening yang terblokir.

"Sementara biarkan dulu," katanya.

Penjelasan KPK

Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta menyatakan akan meminta pihak bank kembali membuka rekening milik Ilham jika memang ada kekeliruan.

"Nanti kami cek kembali dan koordinasikan dengan pihak bank. Bila ternyata ada kekeliruan pemblokiran, kami akan meminta agar pihak bank kembali membukanya,” kata Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, seperti dilansir dalam pemberitaan Kompas.com, Kamis (26/1/2023).

Namun Ali membenarkan bahwa penyidik memang meminta pihak bank memblokir sejumlah nomor rekening.

Rekening yang diminta diblokir oleh KPK biasanya adalah rekening yang terkait dengan perkara.

Meski demikian Ali mengungkapkan belum tentu rekening milik penjual burung itu berkaitan dengan perkara yang ditangani KPK.

Sehingga pihaknya akan berkoordinasi apakah ada kekeliruan dalam pemblokiran rekening dengan pihak bank.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman | Editor: Pythag Kurniati)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Surabaya
Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Surabaya
Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Surabaya
Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Surabaya
Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Surabaya
Soal Adik Via Vallen Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Keluarga: Kami Enggak Tahu Keberadaannya

Soal Adik Via Vallen Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Keluarga: Kami Enggak Tahu Keberadaannya

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Mobil Pribadi Masuk dan Terjebak di Sabana Bromo, TNBTS: Sudah Dapat Teguran Keras

Mobil Pribadi Masuk dan Terjebak di Sabana Bromo, TNBTS: Sudah Dapat Teguran Keras

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Surabaya
Surabaya Dijaga Ketat karena Dikunjungi oleh Sejumlah Kepala Daerah di Indonesia Hari Ini

Surabaya Dijaga Ketat karena Dikunjungi oleh Sejumlah Kepala Daerah di Indonesia Hari Ini

Surabaya
Remaja di Banyuwangi Hanyut ke Sungai Usai Jatuh Saat Naik Motor

Remaja di Banyuwangi Hanyut ke Sungai Usai Jatuh Saat Naik Motor

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Surabaya
Mari Donasi untuk Kakek Jumadi dan Rehan, Ayah dan Anak di Lumajang Tinggal di Pondok Bekas Tempat Memasak Air Nira

Mari Donasi untuk Kakek Jumadi dan Rehan, Ayah dan Anak di Lumajang Tinggal di Pondok Bekas Tempat Memasak Air Nira

Surabaya
Empat Kendaraan di Banyuwangi Alami Kecelakaan Beruntun

Empat Kendaraan di Banyuwangi Alami Kecelakaan Beruntun

Surabaya
Sepeda Motor Terlindas Pikup di Madiun, Ibu dan Anak Tewas

Sepeda Motor Terlindas Pikup di Madiun, Ibu dan Anak Tewas

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com