GRESIK, KOMPAS.com - Banjir sempat melanda Telukjatiwadang, Kecamatan Tambak, Kepulauan Bawean, Gresik, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Senin (26/12/2022).
Kendati tidak berlangsung lama, namun air bah menggenangi akses jalan dan beberapa rumah penduduk.
Kepala Desa Telukjatidawang Fahrur Rozi mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur pada Senin.
Banjir tersebut menyebabkan akses jalan tergenang air dan merendam 10 rumah warga.
Baca juga: BRIN Prediksi Badai hingga Banjir Besar di Jabodetabek pada 28 Desember, Ini Penjelasannya
"Hujan deras membuat sungai yang ada di desa meluap. Ada 10 rumah yang sempat terendam, juga jalan kampung. Namun dinihari tadi, sekitar pukul 03.00 WIB air sudah mulai surut," ujar Fahrur saat dihubungi, Selasa (27/12/2022).
Menurut Fahrur, bencana akibat cuaca buruk tersebut semakin memperparah kondisi Pulau Bawean.
Sebelumnya, kata dia, kapal penumpang dari dan ke Bawean berhenti beroperasi untuk sementara. Itu diakibatkan lantaran gelombang pasang air tinggi yang terjadi di perairan Laut Jawa dalam beberapa hari terakhir.
"Iya, air pasang laut juga sedang tinggi dalam beberapa hari ini," ucap Fahrur.
Selain Desa Telukjatidawang yang berada di Kecamatan Tambak, banjir juga sempat melanda Desa Gunungteguh yang terletak di Kecamatan Sangkapura.
Sementara Dusun Menara, Desa Gunungteguh dilanda tanda longsor.
Banjir di Kepulauan Bawean juga menyebabkan jembatan antara Desa Gunungteguh dan Patarselamat terputus. Putusnya jembatan penghubung, membuat aktivitas warga dari kedua desa menjadi terganggu.
Baca juga: Penjelasan BMKG soal Banjir Rob di Pesisir Karawang
"Akses warga dari dua desa itu lumpuh total, karena jembatan ambrol (putus). Terjadi setelah hujan deras pada dinihari tadi, menyebabkan air sungai meluap dengan arus cukup deras," tutur Kepala Desa Gunungteguh, Abdul Haris.
Sementara Camat Sangkapura M Syamsul Arifin menjelaskan, jajaran Forkopimcam, instansi terkait dan warga, bergotong royong memperbaiki titik yang terdampak tanah longsor di Desa Gunungteguh. Termasuk, menutup titik terdampak menggunakan terpal.
"Pekarangan yang longsor sudah diperbaiki, ditutup dengan terpal untuk meminimalisir gerakan tanah," kata Syamsul.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.