Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Perajin Tenun Asal Kediri 2 Kali Bertemu Jokowi: Kemarin Beliau Pakai Kain Saya

Kompas.com - 24/10/2022, 18:52 WIB
M Agus Fauzul Hakim,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

 

Pesan itu membuatnya terlecut untuk terus memperbaiki kualitas produknya. Dan dia bersyukur atas jerih payah dan dukungan lembaga pemerintah, produknya sudah mulai dikenal.

Selain dipakai Jokowi, kata pemilik usaha kain tenun merek Bandoel ini, banyak lembaga pemerintah maupun tokoh yang memakai produknya.

"Ada juga Pak Ridwan Kamil, Mas Kaesang, dalam bentuk suvenir," ujar pria yang supel dan cukup tengil ini.

Pandai Melihat Peluang

Erwin, suami dari Dwi Wati ini merupakan generasi ke empat yang meneruskan usaha dari Sudarman (74), bapaknya.

Saat muda dulu, dia sempat menolak meneruskan usaha bapaknya. Erwin memilih merantau ke Jakarta mencari pekerjaan lainnya.

Di Jakarta, Erwin mendapat pekerjaan di bidang tekstil. Di pabrik tekstil besar tempatnya bekerja, seluruh lini produksi menggunakan mesin.

Ia pun terenyuh mendapati fakta itu. Erwin merasa tak mendapat tambahan pengetahuan dan keahlian terkait tekstil modern.

"Lha, di sana tugas saya cuman nyambung benang. Akhirnya saya memutuskan pulang dan lebih baik menekuni usaha yang ada," ungkapnya.

Baca juga: Pertunjukan Sound Battle di Kediri Ricuh, Polisi: Penonton Kecewa karena Tiket Mahal

Pada 2015, ia mulai serius mengembangkan usaha secara mandiri. Dimulai dari satu unit mesin ATBM dan terus berkembang.

Semua daya upaya dikerahkan untuk mengembangkan usahanya itu. Di antaranya dengan kolaborasi, inovasi, dan jeli melihat peluang.

Pertemuan dengan Presiden Jokowi yang mampir ke lapak pamerannya di ajang KKI 2017 dan Inacraft 2021, termasuk buah dari "kecerdikannya" melihat peluang.

"Mampir yang pertama seusai saya memanggil nama beliau tapi dengan nada tertentu. Padahal saat itu, mulanya mau foto aja susah karena pengawalan Paspampres yang ketat," ungkapnya.

Lalu mampir kedua, akibat dari kesengajaannya menggenjot pedal alat tenun sehingga timbul suara yang cukup keras.

Alat tenun itu dibawa saat pameran, ia kebetulan tahu Presiden Jokowi sedang melihat pameran itu.

"Dari suara keras itu mungkin akhirnya timbul penasaran dan akhirnya beliau (Jokowi) datang ke booth kami," ujar Erwin sambil tersenyum.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Isa Bajaj Minta Pemkab Pasang CCTV di Alun-alun Magetan Usai Insiden yang Menimpa Anaknya

Isa Bajaj Minta Pemkab Pasang CCTV di Alun-alun Magetan Usai Insiden yang Menimpa Anaknya

Surabaya
Gibran dan Bobby Disebut Akan Terima Satyalencana dari Presiden Jokowi di Surabaya

Gibran dan Bobby Disebut Akan Terima Satyalencana dari Presiden Jokowi di Surabaya

Surabaya
Bendahara PNPM di Magetan Dijebloskan ke Sel

Bendahara PNPM di Magetan Dijebloskan ke Sel

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Surabaya
Maafkan Pria yang Tabrak Anaknya, Isa Bajaj: Dia Tak Sengaja Menyakiti Putri Saya

Maafkan Pria yang Tabrak Anaknya, Isa Bajaj: Dia Tak Sengaja Menyakiti Putri Saya

Surabaya
Pengamat soal Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres: Saatnya Fase Rekonsiliasi

Pengamat soal Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres: Saatnya Fase Rekonsiliasi

Surabaya
5 Kearifan Lokal di Jawa Timur, Ada Upacara Kasada dan Toron

5 Kearifan Lokal di Jawa Timur, Ada Upacara Kasada dan Toron

Surabaya
Jasa Tur di Surabaya Dilaporkan karena Dugaan Penipuan, Total Kerugian Rp 166 Juta

Jasa Tur di Surabaya Dilaporkan karena Dugaan Penipuan, Total Kerugian Rp 166 Juta

Surabaya
RSUD dr. Iskak Tulungagung Tangani Bayi Kembar Siam Dempet Pantat

RSUD dr. Iskak Tulungagung Tangani Bayi Kembar Siam Dempet Pantat

Surabaya
Heboh Puluhan Sapi di Nganjuk Mati Mendadak, Diduga Keracunan

Heboh Puluhan Sapi di Nganjuk Mati Mendadak, Diduga Keracunan

Surabaya
Dilaporkan Kasus Penganiayaan, Anak DPRD Surabaya Penuhi Panggilan Polisi

Dilaporkan Kasus Penganiayaan, Anak DPRD Surabaya Penuhi Panggilan Polisi

Surabaya
Mobil Pikap Terbalik di Lamongan Usai Tabrak Median Jalan, Motor dan Warung

Mobil Pikap Terbalik di Lamongan Usai Tabrak Median Jalan, Motor dan Warung

Surabaya
Pilkada Banyuwangi, Partai Golkar Nyatakan Dukungan kepada Ipuk Fiestiandani Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi, Partai Golkar Nyatakan Dukungan kepada Ipuk Fiestiandani Azwar Anas

Surabaya
Dapat Total Remisi 14 Bulan, Eks Bupati Malang Rendra Kresna Bebas Bersyarat

Dapat Total Remisi 14 Bulan, Eks Bupati Malang Rendra Kresna Bebas Bersyarat

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com