Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Kreco, Kuliner Kenyal Khas Kediri Berbahan Keong Sawah

Kompas.com - 26/09/2022, 16:21 WIB

 

Rumen (55) atau yang akrab disapa Pak Men, pedagang lainnya mengatakan, memasak kreco membutuhkan ketelatenan. Sebab keong yang barusan didapat dari sawah tidak bisa langsung dimasak.

"Harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang menempel di bagian cangkangnya," ujarnya dalam suatu kesempatan.

Warga Gampengrejo ini menambahkan, memasaknya juga memakan waktu. Setidaknya setiap kali merebus, membutuhkan waktu hingga dua jam.

Baca juga: Kuliner Legendaris Bandung Bakmi Pelita 2, Berdiri Sejak 1988, Berikut Keunikan, Harga, dan Alamatnya

Perihal bumbu, kata pedagang yang mudah dikenali dari rombongnya yang berwarna kuning ini, setiap pedagang mempunyai ciri khas masing-masing.

Namun bumbu umum yang kerap dipakai adalah bawang merah, bawang putih, empon-empon, garam, cabe, serta parutan kelapa.

"Empon-emponnya ada sereh, jahe, kunyit, kunci, dan lain-lain," ungkap pedagang yang telah bertahun-tahun menjajakan keliling dan akhirnya memutuskan mangkal ini.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan KA Vs Daihatsu Sigra di Kediri, Mobil Terpelanting Puluhan Meter

Kini Rumen sekadar menyiapkan bahan di rumahnya di Gampengrejo. Gerobaknya yang terletak di kawasan Paron, dipercayakan kepada Deo, anak lelakinya.

"Saya sudah sekitar 6 bulan ini menggantikan bapak," ujar Deo.

Deo sendiri mengaku awalnya tidak tertarik dengan usaha kreco tersebut. Bapaknya sudah beberapa kali membujuknya namun ditolaknya.

Hingga kemudian dia mencoba menuruti saran bapaknya. Tak disangka hasilnya lumayan sehingga dia meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan untuk menekuni usaha kreco itu.

Baca juga: Kecelakaan KA Vs Daihatsu Sigra di Kediri, Masinis Sempat Bunyikan Bel Lokomotif

Perhatian pemerintah daerah

Meski dikenal sebagai sentra kreco, kawasan mangkalnya para pedagang tersebut tampak biasa saja dan cukup sederhana.

Tidak ada hal mencolok untuk mempermudah identifikasi tempat itu kecuali warna warni gerobak milik pedagang dan tulisan yang menempel di gerobak itu.

Para pedagang berharap setidaknya ada campur tangan khusus dari pemerintah setempat untuk mengembangkan kawasan tersebut.

Apalagi lokasinya dekat dengan kawasan wisata Simpang Lima Gumul. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Senior Aniaya Mahasiswa Surabaya hingga Tewas, Korban Dijemput dari Ruang Makan, Dipukuli di Kamar Mandi

Kronologi Senior Aniaya Mahasiswa Surabaya hingga Tewas, Korban Dijemput dari Ruang Makan, Dipukuli di Kamar Mandi

Surabaya
Kecelakaan Maut Bus Tabrak Motor di Bojonegoro, 4 Orang Tewas, 3 di Antaranya Satu Keluarga

Kecelakaan Maut Bus Tabrak Motor di Bojonegoro, 4 Orang Tewas, 3 di Antaranya Satu Keluarga

Surabaya
3 Petani Asal Banyuwangi Ditahan karena Diduga Membuat Berita Bohong hingga Terjadi Bentrok

3 Petani Asal Banyuwangi Ditahan karena Diduga Membuat Berita Bohong hingga Terjadi Bentrok

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 9 Februari 2023 : Pagi Berawan, Siang Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 9 Februari 2023 : Pagi Berawan, Siang Hujan Petir

Surabaya
Bus Jurusan Surabaya-Bojonegoro Tabrak 2 Motor, 4 Orang Tewas

Bus Jurusan Surabaya-Bojonegoro Tabrak 2 Motor, 4 Orang Tewas

Surabaya
As Roda Patah Saat Melintasi Sungai, Truk Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Dingin Semeru

As Roda Patah Saat Melintasi Sungai, Truk Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Dingin Semeru

Surabaya
Keroyok Seorang Remaja dan IRT di Tulungagung, 4 Anggota Perguruan Silat Ditangkap

Keroyok Seorang Remaja dan IRT di Tulungagung, 4 Anggota Perguruan Silat Ditangkap

Surabaya
Ketua Nasdem Jatim Ambil Alih Sementara Jabatan Ketua Nasdem Surabaya

Ketua Nasdem Jatim Ambil Alih Sementara Jabatan Ketua Nasdem Surabaya

Surabaya
Monumen Simpang Lima Gumul, Kemegahan Landmark Kabupaten Kediri yang Bergaya Eropa

Monumen Simpang Lima Gumul, Kemegahan Landmark Kabupaten Kediri yang Bergaya Eropa

Surabaya
4 Ruko di Kota Malang Terbakar, Warga Sempat Dengar Dentuman

4 Ruko di Kota Malang Terbakar, Warga Sempat Dengar Dentuman

Surabaya
Tidak Sanggup, Salah Satu Alasan Robert Simangunsong Mundur dari Ketua DPD Nasdem Surabaya

Tidak Sanggup, Salah Satu Alasan Robert Simangunsong Mundur dari Ketua DPD Nasdem Surabaya

Surabaya
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Lamongan, 1 Rumah Warga Roboh

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Lamongan, 1 Rumah Warga Roboh

Surabaya
Aniaya 2 Warga Pakai Celurit, Seorang Pria di Gresik Ditangkap

Aniaya 2 Warga Pakai Celurit, Seorang Pria di Gresik Ditangkap

Surabaya
Cabuli Pelajar dan Curi Celana Dalam Laki-laki, Pria di Ponorogo Ditangkap Polisi

Cabuli Pelajar dan Curi Celana Dalam Laki-laki, Pria di Ponorogo Ditangkap Polisi

Surabaya
Aksi Ibu Bakar Bayi karena Dituduh Hasil Hubungan Gelap, Tak Ada yang Bantu Persalinan hingga Korban Ditemukan di Tungku Perapian

Aksi Ibu Bakar Bayi karena Dituduh Hasil Hubungan Gelap, Tak Ada yang Bantu Persalinan hingga Korban Ditemukan di Tungku Perapian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.