Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terbukti Konsumsi Sabu, Eks Kapolsek Sukodono Sidoarjo Dipecat dari Polri

Kompas.com - 16/09/2022, 14:34 WIB
Ghinan Salman,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menggelar sidang kode etik terkait kasus narkoba yang menjerat eks Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukodono, Sidoarjo, AKP I Ketut Agus Wardhana.

Berdasarkan hasil sidang kode etik tersebut, I Ketut dinyatakan bersalah dan diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Dirmanto.

Baca juga: Pernah Jadi Kanit Narkoba, Kapolsek Sukodono Ditangkap karena Positif Sabu, Kini Jabatannya Dicopot

"Benar, eks Kapolsek Sukodono sudah mengikuti sidang kode etik Kamis kemarin. Dan hasil sidang, yang bersangkutan di PDTH (dipecat dari Polri)," kata Dirmanto dikonfirmasi, Jumat (16/9/2022).

Dirmanto mengatakan, saat ini Ketut sedang mengajukan banding atas putusan PDTH itu.

Baca juga: Tak Hanya Kapolsek Sukodono yang Pakai Sabu, 3 Personel Polsek Sukomanunggal Surabaya Juga Konsumsi Narkoba

Meski demikian, hal itu tidak mempengaruhi hasil putusan terhadap mantan Kapolsek Sukodoni tersebut.

"Ya, yang bersnagkutan melakukan banding," ujar Dirmanto.

Seperti diketahui, Kapolsek Sukodono AKP I Ketut Agus Wardhana digerebek pada Selasa (24/8/2022) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB karena diduga mengonsumsi sabu.

Saat itu, Ketut bersama dua anggotanya digelandang ke Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan. Ternyata, hasil tes urine menyatakan bahwa yang bersangkutan positif mengonsumsi narkoba.

Selain itu, Polda Jatim juga menemukan barang bukti berupa sedotan pendek hingga plastik klip bekas sabu yang telah dikonsumsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Mahfud: Indonesia Hanya Bisa Maju Saat Bersatu dengan Keislaman

Mahfud: Indonesia Hanya Bisa Maju Saat Bersatu dengan Keislaman

Surabaya
Bus Rombongan SMK asal Bojonegoro Kecelakaan di Tol Gempol Pasuruan, 2 Tewas

Bus Rombongan SMK asal Bojonegoro Kecelakaan di Tol Gempol Pasuruan, 2 Tewas

Surabaya
Usai Ziarah di Tebuireng, Mahfud MD Ungkap Pesan Gus Dur Kepadanya

Usai Ziarah di Tebuireng, Mahfud MD Ungkap Pesan Gus Dur Kepadanya

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 3 Desember 2023 : Siang hingga Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 3 Desember 2023 : Siang hingga Malam Hujan Ringan

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 03 Desember 2023: Pagi dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 03 Desember 2023: Pagi dan Sore Hujan Ringan

Surabaya
Emak-emak di Probolinggo Gelapkan 4 Mobil, Seret 6 Orang Jadi Tersangka

Emak-emak di Probolinggo Gelapkan 4 Mobil, Seret 6 Orang Jadi Tersangka

Surabaya
Kaesang Buka-bukaan soal Proses Dirinya Jadi Ketua Umum PSI

Kaesang Buka-bukaan soal Proses Dirinya Jadi Ketua Umum PSI

Surabaya
Ayah di Gresik Cabuli Anak Tiri 2 Kali, Sempat Kabur ke Kalimantan

Ayah di Gresik Cabuli Anak Tiri 2 Kali, Sempat Kabur ke Kalimantan

Surabaya
Cerita Abdul Muid Saat Dikeroyok Massa di Demo Buruh Surabaya

Cerita Abdul Muid Saat Dikeroyok Massa di Demo Buruh Surabaya

Surabaya
Mahfud MD: Bagi Saya Mau Berdebat Ayo, Tidak Berdebat Juga Ayo

Mahfud MD: Bagi Saya Mau Berdebat Ayo, Tidak Berdebat Juga Ayo

Surabaya
Kunjungi Jombang, Mahfud MD Ziarah ke Makam Gus Dur dan Pendiri NU

Kunjungi Jombang, Mahfud MD Ziarah ke Makam Gus Dur dan Pendiri NU

Surabaya
Jawaban Kaesang Ditanya soal Politik Dinasti Saat Dialog di Lamongan

Jawaban Kaesang Ditanya soal Politik Dinasti Saat Dialog di Lamongan

Surabaya
Pemuda yang Hilang di Gunung Kelud Ditemukan Tewas

Pemuda yang Hilang di Gunung Kelud Ditemukan Tewas

Surabaya
Kesaksian Warga Ngawi Saat Petir Menyambar Rumah Adiknya, Sekeluarga Dilarikan ke RS

Kesaksian Warga Ngawi Saat Petir Menyambar Rumah Adiknya, Sekeluarga Dilarikan ke RS

Surabaya
Sosok Caleg di Madiun Jadi Sopir Komplotan Pembobol 18 Toko, Aksi Terakhir Gasak Uang Rp 40 Juta

Sosok Caleg di Madiun Jadi Sopir Komplotan Pembobol 18 Toko, Aksi Terakhir Gasak Uang Rp 40 Juta

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com