Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korban Perdagangan Manusia di Kamboja Asal Banyuwangi Pulang dengan Selamat

Kompas.com - 07/09/2022, 16:42 WIB
Rizki Alfian Restiawan,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Dua warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang menjadi korban penipuan dan perdagangan manusia ke Kamboja, akhirnya kembali ke kampung halamannya dengan selamat.

Mereka adalah DR (31) asal Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran dan A (35) asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Baca juga: Nenek di Banyuwangi Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terpeleset

Uliatin, perwakilan keluarga A mengaku jika saudaranya itu sudah kembali ke rumah dengan kondisi selamat.

"Alhamdulillah sudah pulang dengan selamat," katanya kepada Kompas.com, Rabu (7/9/2022).

Dia berharap apa yang dialami oleh saudaranya itu dapat menjadi pembelajaran bagi orang lain.

"Semoga menjadi pelajaran dan bahan renungan untuk kita semuanya," ucap Uliatin.

Baca juga: KNKT Investigasi Penyebab Pesawat Latih Mendarat Darurat di Alas Purwo Banyuwangi

Uut Rochimatin, Perwakilan Migran Care Banyuwangi yang mengawal kasus tersebut mengatakan, kedua korban sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Sudah beberapa hari keduanya pulang ke rumah. Semuanya dalam kondisi sehat," kata Uut kepada Kompas.com, Rabu (7/9/2022).

Sebelum pulang kampung ke Banyuwangi, kedua korban kejahatan perdagangan manusia itu sempat transit di Jakarta untuk menjalani karantina.

"Jadi DR dan A ini transit dulu bersama ratusan pekerja migran Indonesia lainnya. Karena sebelumnya mereka berada di KBRI Kamboja untuk menunggu jadwal kepulangan," ucap Uut.

Baca juga: Baru Beberapa Menit Terbang, Pesawat Latih Mendarat Darurat di Pantai Banyuwangi akibat Kendala Teknis


Halaman:


Terkini Lainnya

Tunangkan Anak Berusia 7 Tahun, Ayah di Sampang Dimarahi Kerabatnya

Tunangkan Anak Berusia 7 Tahun, Ayah di Sampang Dimarahi Kerabatnya

Surabaya
Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Rasakan Getaran 2 Kali, Warga Trenggalek Ikut Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Pacitan

Surabaya
Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Wisata Pendakian Gunung Argopuro Akan Dibuka pada 1 Mei

Surabaya
Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, Tak Berisiko Tsunami

Surabaya
Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Berharap Rekomendasi Partai, Bupati Jember Daftar Cabup-Bacawabup ke PDI Perjuangan

Surabaya
Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Surabaya
Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Surabaya
Pasangan Muda-mudi di Kota Malang Lakukan Mesum di Kedai Es Krim

Pasangan Muda-mudi di Kota Malang Lakukan Mesum di Kedai Es Krim

Surabaya
Oknum Polisi di Surabaya yang Cabuli Anak Tiri Akhirnya Ditahan

Oknum Polisi di Surabaya yang Cabuli Anak Tiri Akhirnya Ditahan

Surabaya
Penuhi Nazar, Orangtua di Sampang Tunangkan Anaknya yang Masih Usia 7 Tahun

Penuhi Nazar, Orangtua di Sampang Tunangkan Anaknya yang Masih Usia 7 Tahun

Surabaya
Hujan Deras di Magetan, Talut Ambles dan 2 Petani Tewas Tertimpa Pohon

Hujan Deras di Magetan, Talut Ambles dan 2 Petani Tewas Tertimpa Pohon

Surabaya
Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Surabaya
DPC PKB Jember Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024

DPC PKB Jember Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024

Surabaya
Pensiunan PNS Kementerian PUPR Daftar Bacabup-Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Jember

Pensiunan PNS Kementerian PUPR Daftar Bacabup-Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Jember

Surabaya
Kisah Hotipah dan Putriya, Dua Nenek di Sumenep yang Tinggal di Gubuk Reyot Tak Pernah Tersentuh Bansos

Kisah Hotipah dan Putriya, Dua Nenek di Sumenep yang Tinggal di Gubuk Reyot Tak Pernah Tersentuh Bansos

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com