Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simpan Pil Inex di Bungkus Rokok, Kades di Pamekasan Diciduk Polisi

Kompas.com - 22/08/2022, 15:25 WIB
Taufiqurrahman,
Andi Hartik

Tim Redaksi

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Jawa Timur, menangkap BH (37), Kepala Desa (Kades) Kacok, Kecamatan Palengaan, terkait kasus narkoba.

BH ditangkap di tempat kos di Jalan Gatot Koco, Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, karena menyimpan pil inex. Dari tangan BH, polisi menyita barang bukti berupa dua butir pil inex seberat 0,66 gram.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Pamekasan, Ajun Komisaris Polisi Nining Dyah Puspitasari membenarkan soal penangkapan kades tersebut. Kini, BH ditahan di Polres Pamekasan dengan status sebagai tersangka.

Baca juga: Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

“Penyidikan sudah selesai. BH sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Nining Dyah saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (22/8/2022).

Nining menambahkan, penangkapan BH dilakukan pada 12 Agustus 2022 pukul 23.30 WIB. Saat ditangkap, barang bukti dua butir pil inex disimpan di dalam bungkus rokok.

Baca juga: Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

“Pil inex tersebut akan dikonsumsi sendiri oleh tersangka. Pil tersebut dibeli dari seseorang yang tidak dikenalinya,” imbuh Nining.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, jumlah barang bukti yang dimiliki oleh BH mencapai 10 butir. Namun, Nining membantah jumlah barang bukti tersebut. Menurut Nining, sesuai dengan hasil penangkapan, jumlah barang bukti sebanyak 2 butir pil inex.

“Tidak ada penghilangan barang bukti dari tersangka,” ungkap Nining.

Nining juga membantah adanya rekayasa kasus. Keterlambatan informasi pengungkapan hanya karena faktor teknis.

Atas perbuatannya, BH dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara. Tersangka dinyatakan positif saat dilakukan tes urine.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Jemaah Jember Hilang di Surabaya, Panitia Haji Investigasi Penyebab Bisa Keluar Asrama

Jemaah Jember Hilang di Surabaya, Panitia Haji Investigasi Penyebab Bisa Keluar Asrama

Surabaya
Kepala SMP PGRI 1 Wonosari: Saat Kecelakaan Kami Semua Sedang Tidur...

Kepala SMP PGRI 1 Wonosari: Saat Kecelakaan Kami Semua Sedang Tidur...

Surabaya
Kasus DBD di Lumajang Naik Jadi 440 Orang

Kasus DBD di Lumajang Naik Jadi 440 Orang

Surabaya
Penjelasan Kepala Sekolah soal Kecelakaan Bus Rombongan SMP PGRI 1 Wonosari di Tol Jombang-Mojokerto

Penjelasan Kepala Sekolah soal Kecelakaan Bus Rombongan SMP PGRI 1 Wonosari di Tol Jombang-Mojokerto

Surabaya
Unair dan Unesa Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT Tahun Ini

Unair dan Unesa Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT Tahun Ini

Surabaya
Tolak RUU Penyiaran, Puluhan Jurnalis Nganjuk Gelar Aksi Damai dan Tabur Bunga

Tolak RUU Penyiaran, Puluhan Jurnalis Nganjuk Gelar Aksi Damai dan Tabur Bunga

Surabaya
Tanah 6.099 Meter Persegi Aset Pemkab Lumajang Jadi Bahan Sengketa di Pengadilan

Tanah 6.099 Meter Persegi Aset Pemkab Lumajang Jadi Bahan Sengketa di Pengadilan

Surabaya
Sejumlah Destinasi Wisata di Sumenep Mulai Pakai E-tiket

Sejumlah Destinasi Wisata di Sumenep Mulai Pakai E-tiket

Surabaya
Warga Jember yang Demensia dan Hilang di Surabaya Tetap Pergi Haji

Warga Jember yang Demensia dan Hilang di Surabaya Tetap Pergi Haji

Surabaya
Seorang Sopir Truk Mengaku Ditembak di Tol Surabaya-Sidoarjo

Seorang Sopir Truk Mengaku Ditembak di Tol Surabaya-Sidoarjo

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Perjuangan Eko, Penjual Pentol Keliling Rawat Sendiri Anaknya yang Rapuh Tulang

Perjuangan Eko, Penjual Pentol Keliling Rawat Sendiri Anaknya yang Rapuh Tulang

Surabaya
Sopir Mengantuk, Bus Rombongan SMP Tabrak Truk di Tol Jombang-Mojokerto, 2 Tewas dan 15 Luka-luka

Sopir Mengantuk, Bus Rombongan SMP Tabrak Truk di Tol Jombang-Mojokerto, 2 Tewas dan 15 Luka-luka

Surabaya
Kronologi Tabrakan Maut Bus Rombongan SMP Asal Malang dan Truk di Tol Jombang

Kronologi Tabrakan Maut Bus Rombongan SMP Asal Malang dan Truk di Tol Jombang

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com