Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berawal dari Konvoi dan Tak Terima Ditegur, Kelompok Perguruan Silat di Malang Bentrok dengan Warga

Kompas.com - 09/08/2022, 12:05 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sekelompok orang dari salah satu perguruan pencak silat terlibat bentrok dengan warga di Kota Malang, Jawa Timur pada Minggu (7/8/2022).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Akibat bentrok tersebut, 3 orang terluka dan dibawa ke rumah sakit. Dari 3 korban, 2 orang dari anggota PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dan satu korban dari warga.

Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi Bentrok Kelompok Perguruan Silat dengan Warga di Malang

Berawal dari konvoi motor

Dikutip dari Surya Malang, bentrokan berawal dari rombongan PSHT yang melakukan konvoi kendaraan bermotor. Sekitar ada 100 orang yang mengikuti konvoi tersebut.

Saat rombongan PSHT melewat Jalan Sudanco Supriadi, warga sekitar merasa terganggu.

Rombongan PSHT disebut melewati jalanan sambil menggeber-geber sepeda motor. Warga yang terganggu kemudian menegur rombongan tersebut.

Namun diduga tidak terima, kelompok PSHT langsung memukuli salah satu warga yang menegur itu.

Baca juga: Kelompok Perguruan Silat Bentrok dengan Warga Malang, 3 Orang Dibawa ke RS

Rombongan PSHT sampai masuk ke dalam gang, melempari warga dan melempari rumah warga dengan paving.

Mereka juga mengacungkan senjata tajam dan diseret-seretkan ke jalan seolah menantang warga. Selain 3 orang terluka, beberapa ruko dan bangunan di sekitar lokasi juga hancur.

Video bentrokan tersebut kemudian viral di media sosial.

Bukan yang pertama kali

Ilustrasi kekerasanTHINKSTOCKS/WAVEBREAKMEDIA LTD Ilustrasi kekerasan
Kericuhan antara kelompok PSHT dan warga di sekitar lokasi ternyata bukan pertama kali terjadi. Hal tersebut diungkapkan Ketua RT 8 RW 3 Jalan Supriadi Gang Keramat, Yuli Budiono (51).

"Kalau tidak salah, sudah tiga kali terjadi. Tapi yang ramai, baru sekarang ini," ujarnya saat ditemui Surya Malang, Minggu (7/8/2022).

Yuli Budiono mengatakan kejadian terakhir terjadi sekitar tahun 2019.

Saat itu, warga di kampungnya menolong seorang pedagang sayur yang sedang melintas di Jalan Sudanco Supriadi.

"Terakhir itu menolong pedagang sayur. Saat itu, seorang pedagang sayur melintas di Jalan Sudanco Supriadi. Saat berpapasan dengan rombongan perguruan pencak silat itu, tiba-tiba pedagang sayur itu langsung diserang dan dipukuli," jelasnya.

Baca juga: Diduga Cabuli Siswanya, Pelatih Pencak Silat di Pasuruan Ditangkap

Dirinya menerangkan, pedagang sayur itu ketakutan dan langsung berlari masuk ke dalam gang.

"Pedagang sayur itu minta tolong ke kami, karena dipukuli mereka. Padahal, pedagang sayur itu sudah bilang minta ampun ke mereka," pungkasnya.

Pengurus buka suara

Setelah video kerusuhan tersebut viral di media sosial, muncul video imbauan dari salah satu pengurus PSHT cabang Malang Kota.

Hendro Haryoko mengimbau kepada warga PSHT untuk tidak melakukan konvoi di setiap kegiatan peringatan satu abad PSHT dan pengesahan warga baru PSHT Tahun 2022.

"Atas nama segenap pengurus cabang PSHT Malang Kota, mengimbau kepada adik-adik semua untuk tidak melakukan konvoi di setiap kegiatan peringatan satu abad PSHT dan pengesahan warga baru PSHT Tahun 2022," ujarnya seperti dikutip dari Surya Malang.

Baca juga: Pendukung Atlet Pencak Silat Balikkan Meja Juri hingga Lempar Kursi di Porprov Jatim, Ini Duduk Perkaranya

"Marilah kita menaaati dan mengikuti imbauan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kangmas R. Moerdjoko HW agar turut menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas di daerah masing-masing."

Dalam video itu, ia juga meminta agar imbauan yang disampaikannya itu dapat dilaksanakan.

"Demikian imbauan ini kami sampaikan, atas perhatian dan harap dilaksanakan sebaik-baiknya," tandasnya.

Polisi periksa 6 saksi

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi
Terkait bentrokan tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah memeriksa enam saksi. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto.

Dia mengungkapkan, insiden itu berawal dari melintasnya konvoi rombongan kelompok PSHT di Kota Malang setelah berkegiatan di Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Namun diduga saat melintas di Jalan Sudanco Supriadi terjadi keributan dengan warga sekitar dan menimbulkan insiden pertikaian.

"Kami akan cari pelakunya dan akan kami proses. Kami juga masih mendalami dan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa duduk perkaranya dan siapa yang terlebih dahulu memicu pertikaian tersebut," kata Budi saat dihubungi, Minggu.

Baca juga: 2 Kelompok Silat di Blitar Nyaris Bentrok gara-gara Banner Ucapan Lebaran, 43 Orang Diperiksa, Ini Kronologinya

Sementara itu, perwakilan kelompok PSHT, Hendro Suprapto mengatakan, insiden tersebut di luar dugaan pihaknya.

Dia menyampaikan, tidak ada niatan untuk membuat keributan dengan warga.

"Namanya saja Persaudaraan Setia Hati Terate dalam arti guyub rukun," katanya.

Pihaknya juga berkomitmen ke depan akan terus menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan di Malang Raya.

"Harapan saya tetap satu komando, jangan terprovokasi terutama di medsos (media sosial) dengan adanya informasi miring yang belum tentu kebenarannya," katanya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Nugraha Perdana | Editor : Priska Sari Pratiwi, Teuku Muhammad Valdy Arief), Tribunnews.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 8 Februari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 8 Februari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 8 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 8 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Surabaya
Terungkapnya Kasus Bayi Baru Lahir Dibakar Ibu di Madiun, Pelaku Ditangkap usai Kabur ke Hutan

Terungkapnya Kasus Bayi Baru Lahir Dibakar Ibu di Madiun, Pelaku Ditangkap usai Kabur ke Hutan

Surabaya
Resepsi 1 Abad NU, Harapan Romy hingga Kedatangan AHY dan Prabowo

Resepsi 1 Abad NU, Harapan Romy hingga Kedatangan AHY dan Prabowo

Surabaya
Usai Bakar Bayi yang Baru Dilahirkan, Ibu Tiga Anak di Madiun Lari ke Hutan

Usai Bakar Bayi yang Baru Dilahirkan, Ibu Tiga Anak di Madiun Lari ke Hutan

Surabaya
510 Mahasiswa Universitas Brawijaya Diduga Keracunan Makanan Saat KKM

510 Mahasiswa Universitas Brawijaya Diduga Keracunan Makanan Saat KKM

Surabaya
Hadiri Resepsi 1 Abad NU, Seorang Kader IPNU Jombang Meninggal Usai Jadi Imam Shalat

Hadiri Resepsi 1 Abad NU, Seorang Kader IPNU Jombang Meninggal Usai Jadi Imam Shalat

Surabaya
Pemkot Berencana Hadirkan Kendaraan Wisata untuk Keliling Kota Batu

Pemkot Berencana Hadirkan Kendaraan Wisata untuk Keliling Kota Batu

Surabaya
KPU Putuskan Jumlah Dapil di Banyuwangi Bertambah Jadi 8

KPU Putuskan Jumlah Dapil di Banyuwangi Bertambah Jadi 8

Surabaya
Peringatan 1 Abad NU, Makam KH Hasyim Asy’ari Dipadati Puluhan Ribu Peziarah

Peringatan 1 Abad NU, Makam KH Hasyim Asy’ari Dipadati Puluhan Ribu Peziarah

Surabaya
Mengapa Sidoarjo Dijuluki Kota Delta?

Mengapa Sidoarjo Dijuluki Kota Delta?

Surabaya
Baru 5 Bulan Kuliah, Mahasiswa Politeknik di Surabaya Tewas Diduga Dianiaya Senior

Baru 5 Bulan Kuliah, Mahasiswa Politeknik di Surabaya Tewas Diduga Dianiaya Senior

Surabaya
Bantuan Stimulan untuk Korban Gempa Malang Kembali Cair, Siap Didistribusikan

Bantuan Stimulan untuk Korban Gempa Malang Kembali Cair, Siap Didistribusikan

Surabaya
119 Anak di Kabupaten Madiun Menikah Dini, 47 di Antaranya Hamil Duluan

119 Anak di Kabupaten Madiun Menikah Dini, 47 di Antaranya Hamil Duluan

Surabaya
10 Oleh-oleh Khas Sidoarjo, Ada Petis Udang dan Bandeng Asap

10 Oleh-oleh Khas Sidoarjo, Ada Petis Udang dan Bandeng Asap

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.